Sabtu, Mei 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Plastik Naik Dua Kali Lipat, Pedagang Kecil Dipaksa Naik Harga atau Menyerah?

by eko
April 7, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kenaikan harga plastik kemasan dalam beberapa bulan terakhir mulai menekan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bagi sebagian orang, plastik mungkin hanya terlihat sebagai kemasan sederhana. Namun bagi pedagang kecil, plastik menjadi kebutuhan utama yang menentukan apakah usaha tetap berjalan atau tidak.

Harga plastik terus melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Para pedagang merasakan kenaikan harga hampir setiap hari. Bahkan dalam beberapa kasus, harga plastik naik hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya. Kondisi ini membuat pelaku UMKM harus menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin besar.

Sebagian pedagang akhirnya menaikkan harga jual produk. Namun keputusan itu membawa risiko. Kenaikan harga sering membuat pelanggan berpikir ulang sebelum membeli, sehingga omzet harian bisa menurun.

Harga Naik, Pedagang Jamu Terpaksa Ikut Menyesuaikan

Pedagang jamu di Pasar Kota Wonogiri, Atun, merasakan langsung dampak kenaikan harga tersebut. Ia mengatakan hampir semua kebutuhan dagangannya ikut naik dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Atun, plastik menjadi komponen yang paling terasa kenaikannya. Ia menggunakan plastik setiap hari untuk mengemas jamu yang ia jual kepada pelanggan.

Ini Belum Selesai

Rupiah Rp15 Ribu: Target Berani atau Cara Halus Menenangkan Pasar?

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

“Dulu plastik di harga Rp8.000, sekarang menjadi Rp16.000. Mau tidak mau harga jamu saya naik Rp500, yang dulunya Rp2.500 kini menjadi Rp3.000,” ujar Atun kepada Tabooo.id, Selasa (7/6/2026).

Kenaikan harga plastik membuat biaya produksi Atun meningkat cukup besar. Jika sebelumnya ia bisa membeli plastik dengan harga terjangkau, kini ia harus menghitung pengeluaran lebih ketat agar tidak merugi.

Saat ini, Atun menjual jamu seharga Rp3.000 per plastik dan Rp6.000 per botol. Ia menyesuaikan harga tersebut agar usahanya tetap berjalan, meski keuntungan yang ia peroleh semakin tipis.

Bukan Cuma Plastik, Bahan Baku Juga Ikut Melonjak

Tekanan biaya produksi tidak hanya datang dari kemasan. Atun juga menghadapi kenaikan harga bahan baku utama jamu.

Salah satu bahan yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah kencur. Bahan ini menjadi komponen penting dalam pembuatan jamu tradisional yang ia jual setiap hari.

“Sekarang ini juga harga kencur mahal, Rp80.000 per kilo,” ungkapnya.

Kenaikan harga bahan baku seperti kencur membuat pedagang semakin sulit menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual. Jika pedagang tidak menaikkan harga, mereka berisiko mengalami kerugian. Namun jika mereka menaikkan harga terlalu tinggi, pelanggan bisa berkurang.

Situasi ini memaksa pelaku UMKM memutar otak. Mereka harus menyesuaikan strategi agar usaha tetap bertahan di tengah kenaikan harga yang tidak menentu.

Omzet Terancam, Pelanggan Bisa Berkurang

Kenaikan harga produk sering menjadi pilihan terakhir bagi pedagang kecil. Banyak pelaku UMKM memahami bahwa daya beli masyarakat tidak selalu meningkat, terutama saat harga kebutuhan lain juga ikut naik.

Sebagian pelanggan masih tetap membeli produk. Namun sebagian lainnya mulai mengurangi jumlah pembelian. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menurunkan omzet harian pedagang.

Bagi pedagang kecil seperti Atun, perubahan kecil pada harga bisa memberi dampak besar. Selisih Rp500 mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang. Namun bagi pedagang yang menjual ratusan produk setiap hari, selisih tersebut bisa menentukan kelangsungan usaha.

Ketika Kemasan Sederhana Bisa Menentukan Nasib Usaha

Banyak orang menganggap kenaikan harga plastik sebagai persoalan kecil. Namun di lapangan, plastik menjadi komponen penting dalam rantai produksi UMKM, mulai dari pedagang makanan, minuman, hingga produk rumahan.

Jika harga plastik terus naik, pelaku usaha kecil akan menghadapi tekanan yang semakin berat. Mereka harus memilih antara menaikkan harga, mengurangi kualitas kemasan, atau mengurangi jumlah produksi.

Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya memengaruhi pedagang, tetapi juga konsumen. Harga produk yang meningkat dapat mengubah pola belanja masyarakat.

Bagi pelaku UMKM, plastik bukan sekadar pelengkap. Plastik menjadi bagian penting dari biaya produksi yang menentukan apakah usaha tetap bertahan atau perlahan berhenti. Jika tren kenaikan harga terus berlanjut, semakin banyak pedagang kecil harus bekerja lebih keras hanya untuk mempertahankan usahanya. @anisa

Tags: JamuPasarPedagangplastik

Kamu Melewatkan Ini

Saat Negara Butuh Dana, Bank Digital Pilih Jalan Sendiri

Saat Negara Butuh Dana, Bank Digital Pilih Jalan Sendiri

by teguh
April 28, 2026

Saat pemerintah mendorong bank membiayai rumah rakyat, makan gratis, dan koperasi desa, sebagian bank digital justru mengambil rute lain. Mereka...

AI Bisa Tambah PDB, Tapi Siapa yang Tertinggal?

AI Bisa Tambah PDB, Tapi Siapa yang Tertinggal?

by teguh
April 20, 2026

Sabtu, 18 April 2026, Bali menjadi panggung optimisme digital. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut adopsi kecerdasan buatan atau...

Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

by teguh
April 20, 2026

Tabooo.id: Deep - Malam itu, Monumen Arek Lancor di Pamekasan tidak sekadar menampung acara silaturahmi. Tempat itu menampung kegelisahan lama...

Next Post
Sering Main Game Berat, Benarkah Umur HP Jadi Lebih Pendek?

Sering Main Game Berat, Benarkah Umur HP Jadi Lebih Pendek?

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Rupiah Rp15 Ribu: Target Berani atau Cara Halus Menenangkan Pasar?

Rupiah Rp15 Ribu: Target Berani atau Cara Halus Menenangkan Pasar?

Mei 23, 2026

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Mei 21, 2026

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

Mei 22, 2026

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Mei 22, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id