Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dimulai dari Pujian, Berakhir di Trauma

by Tabooo
Maret 28, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Kadang, kekerasan tidak dimulai dari ancaman. Tapi dari pujian. Berawal dari kalimat sederhana,“Kamu pintar”, perhatian kecil yang terasa hangat dari seseorang yang kamu kira aman. Lalu pelan-pelan, semuanya berubah. Dan saat kamu sadar, kamu sudah terlalu dalam.

Kronologi yang Diungkap Korban

Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret seorang penulis berinisial PS mencuat setelah seorang korban membagikan ceritanya di platform X. Cerita itu bukan sekadar tuduhan. Ia datang dengan kronologi panjang, tahap demi tahap. Bukan kejadian satu malam, melainkan sebuah proses.

Tahap I: Grooming — Awal yang Tampak Normal

Korban pertama kali menghubungi PS pada Maret 2025 untuk belajar menulis. Pertemuan awal terjadi di kafe. Di sana, korban mengaku mulai mendapat pujian, pertanyaan personal, dan skenario hubungan imajinatif. Hal yang sekilas terasa “intim”, padahal bisa jadi awal kontrol.

Tahap II: Manipulasi Emosi

Beberapa hari setelahnya, interaksi meningkat. PS disebut mulai mengajak korban ke rumah, mengisolasi situasi (lokasi sepi, malam hari), dan… membagikan cerita sedih untuk membangun empati Ini dikenal sebagai sadfishing dan boundary testing. Di tahap ini, batas mulai diuji perlahan, tanpa terasa.

Tahap III: Love Bombing & Tekanan Psikologis

Korban mengaku hubungan menjadi lebih intens. Terduga pelaku memberi perhatian berlebihan. Ia menciptakan rasa “kedekatan khusus” dan membuat korban merasa berutang secara emosional Di titik ini, korban mulai kehilangan ruang untuk berkata tidak.

Ini Belum Selesai

Di Balik ‘Shadow Organization’ Chromebook Nadim Makarim

Adrenalin: Mesin Kreativitas di Era Tekanan

Tahap IV: Eksploitasi & Kontrol

Relasi berubah jadi ketergantungan. Korban pun mulai diminta membantu pekerjaan pribadi dan akademik, mengalami body shaming. Parahnya, korban mengaku juga dipaksa memenuhi permintaan yang bersifat seksual, termasuk permintaan foto tubuh. Relasi tidak lagi setara, tapi hierarkis.

Tahap V: Isolasi & Kekerasan

Situasi semakin memburuk. Korban mengaku dijauhkan dari lingkungan sosial, ia mengalami gaslighting, mendapatkan kekerasan verbal dan fisik. Bahkan hal-hal yang tidak masuk akal pun terjadi, termasuk bentuk kontrol dalam kehidupan sehari-hari.

Tahap VI: Dugaan Pemerkosaan

Puncaknya terjadi pada November 2025. Korban menyebut mengalami pemaksaan hubungan seksual, dalam kondisi tekanan psikologis, ketakutan, dan ketergantungan. Ia bahkan mengaku diberi ultimatum, memilih antara mengikuti kemauan pelaku atau konsekuensi lain. Ini bukan lagi relasi, namun dominasi.

Tahap VII: Setelah Kekerasan

Yang sering dilupakan adalah kekerasan tidak berhenti setelah kejadian. Korban mengaku mengalami trauma berat, panic attack, bahkan hingga melakukan upaya bunuh diri.

Ia sempat mencoba melapor, namun menghadapi hambatan, termasuk dugaan reviktimisasi. Sampai sekarang, proses hukum disebut masih berjalan.

Kuasa Tidak Pernah Netral

Kasus ini bukan cuma soal individu. Ini soal pola yang sering tidak terlihat karena dibungkus dengan relasi “mentor-murid”, disamarkan sebagai “kedekatan emosional”, dan dianggap “suka sama suka” oleh orang luar

Padahal kenyataannya? Kuasa itu tidak pernah netral. Ketika satu pihak punya status, pengalaman, bahkan pengaruh, maka relasi tidak lagi seimbang. Di situ, kekerasan bisa tumbuh tanpa disadari.

Ini Dampaknya Buat Kamu

Jangan pikir ini cuma “kasus orang lain”, karena pola seperti ini bisa terjadi dimanapun, seperti di kampus, tempat kerja, komunitas kreatif, bahkan circle pertemanan.

Pertanyaannya, Kamu yakin semua relasi “mentor” itu aman? Kamu yakin perhatian itu bukan strategi kontrol?

Kenapa Kita Sering Terlambat Sadar?

Karena grooming itu halus. Tidak kasar. Tidak langsung. Ia datang dalam bentuk perhatian, dukungan, validasi. Dan manusia… memang butuh itu.

Masalahnya, ketika kebutuhan itu dimanfaatkan, yang rusak bukan cuma tubuh. Tapi cara kita percaya pada orang lain.

Kasus ini mungkin masih diperdebatkan dan menunggu proses hukum. Tapi satu hal yang jelas, kekerasan tidak selalu dimulai dari kekerasan. Kadang, ia dimulai dari sesuatu yang terasa paling aman dan justru itu yang paling berbahaya.

Ini bukan sekadar cerita. Ini adalah pola yang harus dikenali.

Karena kalau kita masih gagal membedakan perhatian dan manipulasi, maka korban berikutnya… mungkin tidak akan sempat bersuara. @tabooo

Tags: Kekerasan SeksualKesehatan MentalPelecehan SeksualTabooo Deep

Kamu Melewatkan Ini

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

by dimas
Mei 15, 2026

Disekap dan diperkosa, mahasiswi di Makassar diduga menjadi korban jebakan lowongan kerja palsu dari media sosial hingga mengalami trauma mendalam...

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

by teguh
Mei 15, 2026

Malam itu kampus di Mataram belum benar-benar ramai. Mahasiswa baru menyiapkan layar ketika suasana berubah mendadak. Petugas keamanan mengawasi proyektor,...

Ferdy Sambo Kuliah Teologi di Penjara: Pertobatan, Privilege, Rebranding Moral?

Ferdy Sambo Kuliah Teologi di Penjara: Pertobatan, Privilege, Rebranding Moral?

by teguh
Mei 15, 2026

Di balik dinding dingin lembaga pemasyarakatan, ada cerita yang selalu membuat publik gelisah bagaimana jika seseorang yang pernah berada di...

Next Post
Berkreasi Kini Kena Pajak?

Berkreasi Kini Kena Pajak?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id