Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dimulai dari Pujian, Berakhir di Trauma

by Tabooo
Maret 28, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Deep – Kadang, kekerasan tidak dimulai dari ancaman. Tapi dari pujian. Berawal dari kalimat sederhana,“Kamu pintar”, perhatian kecil yang terasa hangat dari seseorang yang kamu kira aman. Lalu pelan-pelan, semuanya berubah. Dan saat kamu sadar, kamu sudah terlalu dalam.

Kronologi yang Diungkap Korban

Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret seorang penulis berinisial PS mencuat setelah seorang korban membagikan ceritanya di platform X. Cerita itu bukan sekadar tuduhan. Ia datang dengan kronologi panjang, tahap demi tahap. Bukan kejadian satu malam, melainkan sebuah proses.

Tahap I: Grooming — Awal yang Tampak Normal

Korban pertama kali menghubungi PS pada Maret 2025 untuk belajar menulis. Pertemuan awal terjadi di kafe. Di sana, korban mengaku mulai mendapat pujian, pertanyaan personal, dan skenario hubungan imajinatif. Hal yang sekilas terasa “intim”, padahal bisa jadi awal kontrol.

Tahap II: Manipulasi Emosi

Beberapa hari setelahnya, interaksi meningkat. PS disebut mulai mengajak korban ke rumah, mengisolasi situasi (lokasi sepi, malam hari), dan… membagikan cerita sedih untuk membangun empati Ini dikenal sebagai sadfishing dan boundary testing. Di tahap ini, batas mulai diuji perlahan, tanpa terasa.

Tahap III: Love Bombing & Tekanan Psikologis

Korban mengaku hubungan menjadi lebih intens. Terduga pelaku memberi perhatian berlebihan. Ia menciptakan rasa “kedekatan khusus” dan membuat korban merasa berutang secara emosional Di titik ini, korban mulai kehilangan ruang untuk berkata tidak.

Ini Belum Selesai

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

Tawuran: Ancaman Polisi, Pengawasan Orang Tua, Siapa yang Benar-Benar Bekerja?

Tahap IV: Eksploitasi & Kontrol

Relasi berubah jadi ketergantungan. Korban pun mulai diminta membantu pekerjaan pribadi dan akademik, mengalami body shaming. Parahnya, korban mengaku juga dipaksa memenuhi permintaan yang bersifat seksual, termasuk permintaan foto tubuh. Relasi tidak lagi setara, tapi hierarkis.

Tahap V: Isolasi & Kekerasan

Situasi semakin memburuk. Korban mengaku dijauhkan dari lingkungan sosial, ia mengalami gaslighting, mendapatkan kekerasan verbal dan fisik. Bahkan hal-hal yang tidak masuk akal pun terjadi, termasuk bentuk kontrol dalam kehidupan sehari-hari.

Tahap VI: Dugaan Pemerkosaan

Puncaknya terjadi pada November 2025. Korban menyebut mengalami pemaksaan hubungan seksual, dalam kondisi tekanan psikologis, ketakutan, dan ketergantungan. Ia bahkan mengaku diberi ultimatum, memilih antara mengikuti kemauan pelaku atau konsekuensi lain. Ini bukan lagi relasi, namun dominasi.

Tahap VII: Setelah Kekerasan

Yang sering dilupakan adalah kekerasan tidak berhenti setelah kejadian. Korban mengaku mengalami trauma berat, panic attack, bahkan hingga melakukan upaya bunuh diri.

Ia sempat mencoba melapor, namun menghadapi hambatan, termasuk dugaan reviktimisasi. Sampai sekarang, proses hukum disebut masih berjalan.

Kuasa Tidak Pernah Netral

Kasus ini bukan cuma soal individu. Ini soal pola yang sering tidak terlihat karena dibungkus dengan relasi “mentor-murid”, disamarkan sebagai “kedekatan emosional”, dan dianggap “suka sama suka” oleh orang luar

Padahal kenyataannya? Kuasa itu tidak pernah netral. Ketika satu pihak punya status, pengalaman, bahkan pengaruh, maka relasi tidak lagi seimbang. Di situ, kekerasan bisa tumbuh tanpa disadari.

Ini Dampaknya Buat Kamu

Jangan pikir ini cuma “kasus orang lain”, karena pola seperti ini bisa terjadi dimanapun, seperti di kampus, tempat kerja, komunitas kreatif, bahkan circle pertemanan.

Pertanyaannya, Kamu yakin semua relasi “mentor” itu aman? Kamu yakin perhatian itu bukan strategi kontrol?

Kenapa Kita Sering Terlambat Sadar?

Karena grooming itu halus. Tidak kasar. Tidak langsung. Ia datang dalam bentuk perhatian, dukungan, validasi. Dan manusia… memang butuh itu.

Masalahnya, ketika kebutuhan itu dimanfaatkan, yang rusak bukan cuma tubuh. Tapi cara kita percaya pada orang lain.

Kasus ini mungkin masih diperdebatkan dan menunggu proses hukum. Tapi satu hal yang jelas, kekerasan tidak selalu dimulai dari kekerasan. Kadang, ia dimulai dari sesuatu yang terasa paling aman dan justru itu yang paling berbahaya.

Ini bukan sekadar cerita. Ini adalah pola yang harus dikenali.

Karena kalau kita masih gagal membedakan perhatian dan manipulasi, maka korban berikutnya… mungkin tidak akan sempat bersuara. @tabooo

Tags: Kekerasan SeksualKesehatan MentalPelecehan SeksualTabooo Deep

Kamu Melewatkan Ini

Dugaan Kekerasan Seksual, Guru Pesantren Bekasi Jadi Tersangka

Dugaan Kekerasan Seksual, Guru Pesantren Bekasi Jadi Tersangka

by dimas
Oktober 9, 2026

Guru pesantren di Bekasi menjadi tersangka dugaan kekerasan seksual. Lebih dari 10 orang diduga menjadi korban, sementara penyidik mendalami kemungkinan...

Bechi Bebas Bersyarat: Ketika Hak Narapidana Bertemu Hak Korban

Bechi Bebas Bersyarat: Ketika Hak Narapidana Bertemu Hak Korban

by teguh
September 28, 2026

Ada pintu yang terbuka karena masa pidana mendekati batas hukum dan Bechi bebas bersyarat. Namun, bagi korban kekerasan seksual, pintu...

Bechi Bebas Bersyarat Sejak 20 Agustus 2025: Bukan Bebas Murni

Bechi Bebas Bersyarat Sejak 20 Agustus 2025: Bukan Bebas Murni

by teguh
September 28, 2026

Pemerintah menyebut Bechi bebas bersyarat setelah menjalani masa pidana dan memperoleh remisi. Namun, Komnas Perempuan meminta pemerintah membuka rincian perhitungannya....

Next Post
Berkreasi Kini Kena Pajak?

Berkreasi Kini Kena Pajak?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id