• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Gencatan Senjata yang Berdarah: Gaza Kembali Dibombardir, Dunia Cuma Diam?

Oktober 30, 2025
in Global, News
A A
Gencatan Senjata yang Berdarah: Gaza Kembali Dibombardir, Dunia Cuma Diam?

Tangis duka warga Palestina melepas anggota keluarganya yang tewas karena serangan udara Israel. (Foto: REUTERS/Stringer)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Gencatan senjata? Tampaknya istilah itu tak berarti apa-apa di langit Gaza pekan ini. Saat dunia mengira warga Palestina bisa bernapas sejenak, rudal-rudal Israel justru kembali menghujani wilayah yang sudah porak-poranda.

Menurut laporan Al Jazeera, lebih dari 100 orang tewas hanya dalam 12 jam terakhir. Setengahnya adalah anak-anak. Ya, anak-anak yang bahkan belum sempat tahu apa arti “perdamaian.” Pemerintah lokal Gaza mencatat 109 korban jiwa, terdiri dari 52 anak, 23 perempuan, empat lansia, dan tujuh penyandang disabilitas.

Kantor Media Pemerintahan Gaza menuding Israel sengaja menyebarkan disinformasi untuk menutupi kejahatan perang. Mereka mengatakan, Israel merilis daftar korban palsu untuk memutarbalikkan fakta lapangan.

“Daftar itu berisi nama-nama fiktif, bahkan ada yang bukan nama Arab,” ujar perwakilan mereka.

Israel justru mengklaim serangan itu menargetkan “gudang senjata Hamas” di Beit Lahia, Gaza utara. Namun di lapangan, rudal mereka menghantam rumah, sekolah, dan tempat pengungsian. Militer Israel (IDF) menyebut operasi itu sebagai langkah menghadapi “ancaman langsung” setelah seorang tentaranya tewas di Rafah.

Serangan balasan tersebut merupakan bagian dari “perburuan” terhadap 30 milisi senior Hamas klaim yang sulit diverifikasi di tengah reruntuhan dan korban sipil yang terus bertambah.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

Api di Tepi Barat

Serangan tak berhenti di Gaza. Pasukan Israel menggempur Tepi Barat dan menahan warga di beberapa kota seperti Qabatiya dan Anza. Mereka mengerahkan kendaraan militer, menembakkan bom suara, lalu menginterogasi penduduk setempat.

Di desa Qaryut, para pemukim Israel menebang ratusan pohon zaitun tua milik petani Palestina. Para petani terkejut melihat ladang mereka hancur setelah baru dua hari mendapatkan izin mengakses lahannya. Lahan itu berdampingan dengan permukiman ilegal Israel bernama Eli, yang terus meluas ke desa Qaryut, as-Sawiya, dan al-Lubban Asharqiya.

Dunia Berbicara, Tapi Siapa yang Mendengar?

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali angkat suara. Lewat juru bicaranya, ia mengutuk keras pembunuhan warga sipil Gaza, terutama anak-anak.

Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Türk menilai serangan itu sangat mengerikan. Ia mendesak Israel untuk mematuhi hukum humaniter internasional dan menghentikan pelanggaran terhadap warga sipil.

“Hukum perang jelas menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil,” tegasnya.

Namun, Amerika Serikat tetap terdengar datar. Wakil Presiden JD Vance berkata, “Pertempuran kecil seperti itu bisa terjadi, tapi gencatan senjata tetap berlaku.”
Pertempuran kecil padahal lebih dari seratus warga sipil tewas.

Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Dirugikan?

Israel terus mengusung narasi “keamanan nasional”. Tapi siapa yang aman ketika anak-anak Gaza tidur di bawah puing, bukan di bawah atap?
Sementara Hamas kembali disudutkan dan rakyat Palestina kembali menjadi tumbal dalam permainan politik global.

Negara-negara besar sibuk berdebat soal “keseimbangan narasi”.
Media arus utama masih bersembunyi di balik kalimat klasik: “Israel berhak membela diri.”

Akhirnya…

Gencatan senjata tanpa penghentian serangan hanyalah istirahat bagi senjata, bukan bagi manusia.
Selama dunia hanya berani mengutuk tanpa bertindak, Gaza akan tetap menjadi tempat di mana anak-anak belajar mengenali suara bom sebelum alfabet. @dimas

Tags: AnakDuniaGazagencatan senjataHak AsasiIsraelKemanusiaanPalestinaPBBPembantaianperangPolitik GlobalSave GazaTragedi
Next Post
Setnov Bebas, Publik Panas: Hukum di Negeri Ini Masih Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?

Setya Novanto Bebas, Publik Panas: Hukum di Negeri Ini Masih Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.