Rabu, Juli 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gencatan Senjata yang Berdarah: Gaza Kembali Dibombardir, Dunia Cuma Diam?

by dimas
Oktober 30, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Gencatan senjata? Tampaknya istilah itu tak berarti apa-apa di langit Gaza pekan ini. Saat dunia mengira warga Palestina bisa bernapas sejenak, rudal-rudal Israel justru kembali menghujani wilayah yang sudah porak-poranda.

Menurut laporan Al Jazeera, lebih dari 100 orang tewas hanya dalam 12 jam terakhir. Setengahnya adalah anak-anak. Ya, anak-anak yang bahkan belum sempat tahu apa arti “perdamaian.” Pemerintah lokal Gaza mencatat 109 korban jiwa, terdiri dari 52 anak, 23 perempuan, empat lansia, dan tujuh penyandang disabilitas.

Kantor Media Pemerintahan Gaza menuding Israel sengaja menyebarkan disinformasi untuk menutupi kejahatan perang. Mereka mengatakan, Israel merilis daftar korban palsu untuk memutarbalikkan fakta lapangan.

“Daftar itu berisi nama-nama fiktif, bahkan ada yang bukan nama Arab,” ujar perwakilan mereka.

Israel justru mengklaim serangan itu menargetkan “gudang senjata Hamas” di Beit Lahia, Gaza utara. Namun di lapangan, rudal mereka menghantam rumah, sekolah, dan tempat pengungsian. Militer Israel (IDF) menyebut operasi itu sebagai langkah menghadapi “ancaman langsung” setelah seorang tentaranya tewas di Rafah.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Serangan balasan tersebut merupakan bagian dari “perburuan” terhadap 30 milisi senior Hamas klaim yang sulit diverifikasi di tengah reruntuhan dan korban sipil yang terus bertambah.

Api di Tepi Barat

Serangan tak berhenti di Gaza. Pasukan Israel menggempur Tepi Barat dan menahan warga di beberapa kota seperti Qabatiya dan Anza. Mereka mengerahkan kendaraan militer, menembakkan bom suara, lalu menginterogasi penduduk setempat.

Di desa Qaryut, para pemukim Israel menebang ratusan pohon zaitun tua milik petani Palestina. Para petani terkejut melihat ladang mereka hancur setelah baru dua hari mendapatkan izin mengakses lahannya. Lahan itu berdampingan dengan permukiman ilegal Israel bernama Eli, yang terus meluas ke desa Qaryut, as-Sawiya, dan al-Lubban Asharqiya.

Dunia Berbicara, Tapi Siapa yang Mendengar?

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali angkat suara. Lewat juru bicaranya, ia mengutuk keras pembunuhan warga sipil Gaza, terutama anak-anak.

Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Türk menilai serangan itu sangat mengerikan. Ia mendesak Israel untuk mematuhi hukum humaniter internasional dan menghentikan pelanggaran terhadap warga sipil.

“Hukum perang jelas menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil,” tegasnya.

Namun, Amerika Serikat tetap terdengar datar. Wakil Presiden JD Vance berkata, “Pertempuran kecil seperti itu bisa terjadi, tapi gencatan senjata tetap berlaku.”
Pertempuran kecil padahal lebih dari seratus warga sipil tewas.

Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Dirugikan?

Israel terus mengusung narasi “keamanan nasional”. Tapi siapa yang aman ketika anak-anak Gaza tidur di bawah puing, bukan di bawah atap?
Sementara Hamas kembali disudutkan dan rakyat Palestina kembali menjadi tumbal dalam permainan politik global.

Negara-negara besar sibuk berdebat soal “keseimbangan narasi”.
Media arus utama masih bersembunyi di balik kalimat klasik: “Israel berhak membela diri.”

Akhirnya…

Gencatan senjata tanpa penghentian serangan hanyalah istirahat bagi senjata, bukan bagi manusia.
Selama dunia hanya berani mengutuk tanpa bertindak, Gaza akan tetap menjadi tempat di mana anak-anak belajar mengenali suara bom sebelum alfabet. @dimas

Tags: AnakDuniaGazagencatan senjataIsraelKemanusiaanPalestinaPBBperangPolitik Global

Kamu Melewatkan Ini

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

Hak Menentukan Nasib Sendiri: Kebebasan atau Kekuasaan?

Hak Menentukan Nasib Sendiri: Kebebasan atau Kekuasaan?

by dimas
Mei 31, 2026

Hak menentukan nasib sendiri sering dianggap jalan menuju kebebasan. Namun, siapa yang sebenarnya diuntungkan ketika sebuah bangsa menentukan masa depannya...

IKN Dulu Dibilang Kota Hantu, PBB Mulai Lihat: Kita Pindah Beneran Kapan?

IKN Dulu Dibilang Kota Hantu, PBB Mulai Lihat: Kita Pindah Beneran Kapan?

by teguh
Mei 11, 2026

Dulu IKN dibilang kota hantu dan banyak yang menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti proyek ambisi yang terlalu cepat diumumkan,...

Next Post
Setnov Bebas, Publik Panas: Hukum di Negeri Ini Masih Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?

Setya Novanto Bebas, Publik Panas: Hukum di Negeri Ini Masih Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id