Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gencatan Senjata yang Berdarah: Gaza Kembali Dibombardir, Dunia Cuma Diam?

by dimas
Oktober 30, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Gencatan senjata? Tampaknya istilah itu tak berarti apa-apa di langit Gaza pekan ini. Saat dunia mengira warga Palestina bisa bernapas sejenak, rudal-rudal Israel justru kembali menghujani wilayah yang sudah porak-poranda.

Menurut laporan Al Jazeera, lebih dari 100 orang tewas hanya dalam 12 jam terakhir. Setengahnya adalah anak-anak. Ya, anak-anak yang bahkan belum sempat tahu apa arti “perdamaian.” Pemerintah lokal Gaza mencatat 109 korban jiwa, terdiri dari 52 anak, 23 perempuan, empat lansia, dan tujuh penyandang disabilitas.

Kantor Media Pemerintahan Gaza menuding Israel sengaja menyebarkan disinformasi untuk menutupi kejahatan perang. Mereka mengatakan, Israel merilis daftar korban palsu untuk memutarbalikkan fakta lapangan.

“Daftar itu berisi nama-nama fiktif, bahkan ada yang bukan nama Arab,” ujar perwakilan mereka.

Israel justru mengklaim serangan itu menargetkan “gudang senjata Hamas” di Beit Lahia, Gaza utara. Namun di lapangan, rudal mereka menghantam rumah, sekolah, dan tempat pengungsian. Militer Israel (IDF) menyebut operasi itu sebagai langkah menghadapi “ancaman langsung” setelah seorang tentaranya tewas di Rafah.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Serangan balasan tersebut merupakan bagian dari “perburuan” terhadap 30 milisi senior Hamas klaim yang sulit diverifikasi di tengah reruntuhan dan korban sipil yang terus bertambah.

Api di Tepi Barat

Serangan tak berhenti di Gaza. Pasukan Israel menggempur Tepi Barat dan menahan warga di beberapa kota seperti Qabatiya dan Anza. Mereka mengerahkan kendaraan militer, menembakkan bom suara, lalu menginterogasi penduduk setempat.

Di desa Qaryut, para pemukim Israel menebang ratusan pohon zaitun tua milik petani Palestina. Para petani terkejut melihat ladang mereka hancur setelah baru dua hari mendapatkan izin mengakses lahannya. Lahan itu berdampingan dengan permukiman ilegal Israel bernama Eli, yang terus meluas ke desa Qaryut, as-Sawiya, dan al-Lubban Asharqiya.

Dunia Berbicara, Tapi Siapa yang Mendengar?

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali angkat suara. Lewat juru bicaranya, ia mengutuk keras pembunuhan warga sipil Gaza, terutama anak-anak.

Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Türk menilai serangan itu sangat mengerikan. Ia mendesak Israel untuk mematuhi hukum humaniter internasional dan menghentikan pelanggaran terhadap warga sipil.

“Hukum perang jelas menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil,” tegasnya.

Namun, Amerika Serikat tetap terdengar datar. Wakil Presiden JD Vance berkata, “Pertempuran kecil seperti itu bisa terjadi, tapi gencatan senjata tetap berlaku.”
Pertempuran kecil padahal lebih dari seratus warga sipil tewas.

Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Dirugikan?

Israel terus mengusung narasi “keamanan nasional”. Tapi siapa yang aman ketika anak-anak Gaza tidur di bawah puing, bukan di bawah atap?
Sementara Hamas kembali disudutkan dan rakyat Palestina kembali menjadi tumbal dalam permainan politik global.

Negara-negara besar sibuk berdebat soal “keseimbangan narasi”.
Media arus utama masih bersembunyi di balik kalimat klasik: “Israel berhak membela diri.”

Akhirnya…

Gencatan senjata tanpa penghentian serangan hanyalah istirahat bagi senjata, bukan bagi manusia.
Selama dunia hanya berani mengutuk tanpa bertindak, Gaza akan tetap menjadi tempat di mana anak-anak belajar mengenali suara bom sebelum alfabet. @dimas

Tags: AnakDuniaGazagencatan senjataIsraelKemanusiaanPalestinaPBBperangPolitik Global

Kamu Melewatkan Ini

Hak Menentukan Nasib Sendiri: Kebebasan atau Kekuasaan?

Hak Menentukan Nasib Sendiri: Kebebasan atau Kekuasaan?

by dimas
Mei 31, 2026

Hak menentukan nasib sendiri sering dianggap jalan menuju kebebasan. Namun, siapa yang sebenarnya diuntungkan ketika sebuah bangsa menentukan masa depannya...

IKN Dulu Dibilang Kota Hantu, PBB Mulai Lihat: Kita Pindah Beneran Kapan?

IKN Dulu Dibilang Kota Hantu, PBB Mulai Lihat: Kita Pindah Beneran Kapan?

by teguh
Mei 11, 2026

Dulu IKN dibilang kota hantu dan banyak yang menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti proyek ambisi yang terlalu cepat diumumkan,...

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau badan PBB mulai melirik Ibu Kota Nusantara (IKN) bahkan IKN dipuji dunia, apa itu bikin kamu lebih yakin proyek...

Next Post
Setnov Bebas, Publik Panas: Hukum di Negeri Ini Masih Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?

Setya Novanto Bebas, Publik Panas: Hukum di Negeri Ini Masih Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id