Tabooo.id: Regional – Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar tradisi tahunan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026. Melalui prosesi Pisowanan Maringaken Zakat Fitrahdalem, Kraton menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat melalui Masjid Ageng Surakarta pada Minggu (15/3/2026) malam.
Tradisi ini tidak hanya menghadirkan ritual budaya. Selain itu, Kraton juga mempererat hubungan sosial antara istana dan masyarakat Kota Solo.

Kirab Zakat Dimulai dari Bangsal Smorokoto
Malam itu, suasana khidmat terasa di kompleks Kraton Surakarta. Ratusan sentono dalem dan abdi dalem berkumpul untuk mengikuti kirab zakat fitrah menuju Masjid Ageng.
Prosesi dimulai dari Bangsal Smorokoto. Mula-mula, para abdi dalem memanjatkan doa bersama. Setelah itu, rombongan kirab keluar dari kawasan Kraton.
Selanjutnya, rombongan berjalan menuju Masjid Ageng dengan susunan barisan adat yang rapi. Abdi dalem Santiswara memimpin barisan di bagian depan. Mereka membuka jalan bagi sentono dalem dan utusan raja yang membawa amanat penyerahan zakat.
Di barisan belakang, sejumlah abdi dalem menggotong jodang dan kotak camtoko yang berisi beras zakat fitrah. Mereka berjalan perlahan namun tetap tertib.
Selain itu, cahaya lampu malam berpadu dengan suasana Ramadan yang religius. Karena itu, kirab tersebut menghadirkan pemandangan khas tradisi keraton di tengah kehidupan kota modern.
Amanat Raja dalam Tradisi Berbagi
Pakoe Boewono XIV memerintahkan pelaksanaan tradisi ini sebagai bagian dari rangkaian menyambut Idul Fitri. Melalui kegiatan ini, Kraton menjalankan kewajiban agama sekaligus menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Pangageng Parentah Kraton Surakarta, KGPH Adipati Panembahan Dipokusumo, memimpin langsung kirab tersebut. Ia mengarahkan rombongan hingga tiba di halaman Masjid Ageng.
Setelah rombongan tiba, para abdi dalem langsung melaksanakan prosesi srah tinampi atau serah terima zakat antara pihak Kraton dan pengelola masjid.
Dalam prosesi itu, Utusan Dalem Kraton Surakarta, KRMT Pustoko Ningrat menyerahkan zakat kepada Penghulu Tafsir Anom Masjid Ageng, KRT KH Muhtarom. Pengurus masjid kemudian menerima beras zakat dan menyiapkannya untuk masyarakat yang membutuhkan.
Zakat dan Paring Dalem untuk Masyarakat
KGPH Adipati Panembahan Dipokusumo berharap kegiatan tersebut memberi manfaat bagi masyarakat.
“Makna dari acara malam ini semoga memberi manfaat dan keberkahan bagi masyarakat yang menerima,” ujarnya.
Selain itu, KRMT Pustoko Ningrat menjelaskan bahwa Kraton tidak hanya menyalurkan zakat berupa beras. Kraton juga memberikan uang paring dalem kepada abdi dalem dan masyarakat yang hadir di Masjid Ageng.
“Zakat fitrah berupa beras kami serahkan melalui Masjid Ageng. Selain itu, Kraton juga memberikan uang paring dalem bagi abdi dalem dan masyarakat yang hadir malam ini,” jelasnya.
Pembagian Zakat Menjelang Idul Fitri
Penghulu Tafsir Anom Masjid Ageng, KRT KH Muhtarom, menjelaskan rencana pembagian zakat kepada masyarakat.
Menurutnya, pengurus Masjid Ageng akan membagikan zakat pada H-1 Idul Fitri sebelum malam takbiran. Setelah itu, pengurus masjid menyalurkan zakat kepada masyarakat sesuai delapan golongan penerima zakat atau asnaf dalam syariat Islam.
“Zakat akan kami bagikan sesuai delapan asnaf sebagaimana diatur dalam syariat Islam,” pungkasnya.
Tradisi Lama yang Terus Menyapa Warga Solo
Kraton Surakarta menggelar kirab zakat fitrah ini setiap tahun. Tradisi tersebut menjaga adat sekaligus memperkuat hubungan antara keraton dan masyarakat.
Karena itu, di tengah perubahan zaman, kirab zakat dari Kraton menuju Masjid Ageng tetap membawa pesan sederhana pentingnya berbagi kepada sesama. @dimas




