Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rupiah Melemah di Tengah Ketidakpastian Global dan Tekanan Fiskal

by dimas
Maret 9, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin (9/3/2026). Mengutip data Bloomberg, hingga pukul 10.00 WIB, rupiah berada di Rp16.980 per USD, turun 55 poin atau 0,33 persen dari penutupan sebelumnya di Rp16.925 per USD. Sementara menurut Yahoo Finance, rupiah bergerak di kisaran Rp16.914 per USD.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang hari ini. Namun, ia menilai, mata uang Garuda tetap berpotensi melemah.

“Pergerakan hari ini berada di rentang Rp16.920-Rp16.960 per USD. Minggu ini diproyeksikan Rp16.850-Rp17.100 per USD,” jelas Ibrahim.

Pasar Global Tetap Waspada

Pergerakan rupiah tidak lepas dari dinamika global. Konflik AS, Israel, dan Iran meningkat tanpa tanda mereda. Serangan rudal dan balasan militer menyebar di wilayah strategis. Akibatnya, pasar keuangan global tetap waspada terhadap gangguan pasokan energi.

Lonjakan harga minyak mentah menambah tekanan inflasi. Kondisi ini membuat bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, berhati-hati dalam kebijakan suku bunga. Investor kini menunggu data pekerjaan non-pertanian AS periode Februari, yang dijadwalkan rilis Jumat nanti, untuk membaca arah kebijakan moneter.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

“Jika data lebih kuat dari perkiraan, Federal Reserve kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga,” ujar Ibrahim.

Tekanan Fiskal Domestik

Di dalam negeri, pemerintah menghadapi tantangan rasio pajak yang rendah. Dalam sepuluh tahun terakhir, tax ratio Indonesia berada di kisaran 9–10 persen terhadap PDB. Bahkan, angka ini turun dari 10,08 persen pada 2024 menjadi 9,31 persen pada 2025.

Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, sebagian karena rendahnya rasio pajak. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mendorong penerimaan pajak dengan implementasi Coretax, sistem administrasi perpajakan terbaru. Langkah ini juga bertujuan menutupi tekanan fiskal akibat tingginya belanja sosial seperti program MBG, yang menyerap 1,3 persen PDB untuk 2025-2029.

Kombinasi faktor global dan domestik menekan rupiah. Pihak yang paling terdampak adalah importir, pelaku usaha berbasis impor, dan konsumen yang merasakan kenaikan harga energi dan barang.

Refleksi

Melemahnya rupiah bukan sekadar angka. Ia mencerminkan ketidakpastian global dan kelemahan fiskal domestik. Pemerintah berupaya memperbaiki tax ratio dan menyesuaikan kebijakan belanja, namun masyarakat tetap merasakan tekanan sehari-hari.

Di tengah pasar yang terhubung global, rupiah bisa menjerit lebih cepat daripada kita sempat menyesuaikan diri. Kondisi ini mengingatkan bahwa dalam ekonomi modern, gejolak luar negeri dan kebijakan fiskal domestik saling memengaruhi secara langsung. @dimas

Tags: ASDomestikEkonomi IndonesiaFinansialFiskalGlobalInflasiInvestorkurs dolarNasionalPasarperangPerang IranRupiah

Kamu Melewatkan Ini

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Next Post
Kasus Komedi Toraja Berlanjut, Pandji Harap Sidang Adat Jadi Pertimbangan Hukum

Kasus Komedi Toraja Berlanjut, Pandji Harap Sidang Adat Jadi Pertimbangan Hukum

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id