Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Duka Nasional: Jenazah Try Sutrisno Tiba di Menteng

by dimas
Maret 2, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Jenazah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, tiba di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 09.24 WIB. Mobil jenazah berhenti di depan kediaman keluarga, lalu petugas langsung membawa almarhum ke dalam rumah untuk disemayamkan.

Sejumlah tokoh nasional segera berdatangan. Mantan Panglima ABRI, Wiranto, tampak hadir melayat. Beberapa pejabat dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga terlihat memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran mereka menandai besarnya jejak politik dan militer yang ditinggalkan almarhum.

Sebelumnya, Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto pada Senin pagi. Kepergiannya menutup satu bab penting dalam sejarah kepemimpinan nasional, khususnya pada masa transisi politik akhir Orde Baru.

Rangkaian Penghormatan Terakhir

Keluarga merencanakan prosesi salat jenazah di Masjid Sunda Kelapa sebelum pemakaman. Setelah itu, iring-iringan akan membawa jenazah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, tempat sejumlah tokoh bangsa dimakamkan.

Prosesi ini tidak hanya menjadi momen duka keluarga, tetapi juga momentum refleksi publik atas perjalanan panjang seorang prajurit yang meniti karier hingga pucuk kekuasaan sipil.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Jejak Militer dan Politik

Try Sutrisno lahir di Surabaya, 15 November 1935. Ia memulai karier militer ketika diterima sebagai taruna Akademi Teknik Angkatan Darat pada 1956. Sejak itu, ia terlibat dalam berbagai operasi penting, termasuk Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962, yang mempertemukannya dengan Presiden Soeharto.

Kariernya melesat. Pada 1974, ia dipercaya menjadi ajudan Presiden. Sepuluh tahun kemudian, Try menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, lalu naik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat pada 1986. Puncaknya, Majelis Permusyawaratan Rakyat memilihnya sebagai Wakil Presiden pada 1993 untuk mendampingi Soeharto hingga 1998. Setelah masa jabatannya berakhir dan digantikan oleh B. J. Habibie, Try tetap aktif di ruang publik, termasuk sebagai anggota Dewan Pengarah BPIP sejak 2017.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kepergian Try Sutrisno paling terasa bagi keluarga dan kolega dekatnya. Namun, lebih luas lagi, generasi yang hidup di era Orde Baru kembali diingatkan pada figur militer yang bertransformasi menjadi pemimpin sipil. Bagi kalangan TNI purnawirawan, ia merupakan simbol loyalitas dan jenjang karier militer yang solid. Sementara bagi pengamat politik, sosoknya merepresentasikan model kepemimpinan militer dalam struktur pemerintahan sipil pada masa itu.

Di tengah dinamika politik Indonesia yang terus berubah, wafatnya Try menghadirkan momen evaluasi sejarah bagaimana peran militer membentuk arah kebijakan negara, dan bagaimana warisan itu dipahami oleh generasi hari ini.

Pada akhirnya, kepergian seorang tokoh bukan hanya soal akhir hayat, tetapi juga tentang bagaimana sejarah mencatat perannya. Try Sutrisno telah menyelesaikan tugasnya di panggung negara. Kini, yang tersisa adalah penilaian publik apakah ia dikenang sebagai prajurit setia, politisi transisi, atau keduanya sekaligus. @dimas

Tags: DukaMiliterNasionalOrde BaruSejarah

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Reformasi Berlalu. Tapi Kenapa Kehidupan Rakyat Semakin Halu?

Reformasi Berlalu. Tapi Kenapa Kehidupan Rakyat Semakin Halu?

by Waras
Mei 10, 2026

Katanya Indonesia sudah reformasi. Demokrasi hidup. Kebebasan terbuka. Rakyat bisa bicara apa saja. Masalahnya, rakyat sekarang lebih sering bicara sama...

Next Post
Antre Sejak Sore! Bubur Samin Jayengan Jadi Simbol Solidaritas Ramadan

Antre Sejak Sore! Bubur Samin Jayengan Jadi Simbol Solidaritas Ramadan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id