Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Curi Uang Kotak Amal, Tiga Pria Diamankan di Mushola RS PKU Solo

by dimas
Februari 27, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Tiga pria nekat mencuri uang kotak amal di mushola Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, pada Kamis (26/2/2026) malam. Aksi itu memang hanya menghasilkan Rp10 ribu. Namun, peristiwa ini tetap menyeret mereka ke proses hukum.

Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat melalui call center. Warga melaporkan dugaan pencurian di area mushola rumah sakit. Tanpa menunggu lama, tim langsung menuju lokasi.

Saat petugas tiba, satpam rumah sakit lebih dulu mengamankan ketiga pria tersebut. Polisi kemudian membawa mereka untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Modus Sederhana, Aksi Terekam CCTV

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto menjelaskan kronologi kejadian. Ketiga pria berinisial YAS (36) dan S (41), keduanya warga Karanganyar, serta WS (40) warga Sukoharjo, awalnya beristirahat di mushola sekitar pukul 21.00 WIB.

Ketika suasana mulai sepi sekitar pukul 23.30 WIB, mereka menjalankan aksinya. Mereka menggunakan lidi yang sudah dimodifikasi dan diberi pulut agar lengket. Dengan alat sederhana itu, mereka berusaha menarik uang dari dalam kotak amal.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Aksi tersebut akhirnya membuahkan hasil, meski sangat kecil. Mereka hanya berhasil mengambil Rp10 ribu, masing-masing dua lembar pecahan Rp5 ribu.

Namun, kamera CCTV merekam seluruh gerakan mereka. Rekaman itu memudahkan petugas keamanan mengidentifikasi dan mengamankan para pelaku. Di hadapan satpam, ketiganya mengakui perbuatannya.

Uang Sedikit, Risiko Besar

Tim Sparta kemudian menjemput para terduga pelaku dari lokasi dan membawa mereka ke Markas Komando Polresta Surakarta. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu lidi yang telah dimodifikasi, pulut sebagai perekat, serta dua lembar uang pecahan Rp5 ribu.

Kasus ini menunjukkan ironi yang sulit diabaikan. Para pelaku mempertaruhkan kebebasan mereka demi uang Rp10 ribu dari kotak amal uang yang biasanya terkumpul dari donasi kecil keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit.

Secara nominal, kerugiannya memang kecil. Namun, tindakan tersebut menyasar ruang ibadah dan dana sosial, yang seharusnya menjadi tempat orang mencari ketenangan di tengah situasi sulit.

Di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, sebagian orang mungkin mengambil jalan pintas. Tetapi ketika Rp10 ribu harus dibayar dengan proses hukum, pertanyaannya sederhana: sepadankah risikonya? @dimas

Tags: CCTVKriminalKriminal & HukumMuhammadiyahpolda jatengSoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

by Tabooo
Mei 29, 2026

Gerakan anti swapraja Surakarta bukan sekadar penolakan terhadap keraton. Ia lahir dari benturan Republik, feodalisme, ketimpangan agraria, dan kemarahan kelas...

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

by Tabooo
Mei 25, 2026

Surakarta pernah memiliki dasar hukum sebagai daerah istimewa. Namun gejolak politik, konflik elite, dan keputusan pusat membuat status itu membeku...

Next Post
Demokrasi Modern atau Politik Keluarga? Gugatan Nepotisme ke MK

Demokrasi Modern atau Politik Keluarga? Gugatan Nepotisme ke MK

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id