Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Curi Uang Kotak Amal, Tiga Pria Diamankan di Mushola RS PKU Solo

by dimas
Februari 27, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Tiga pria nekat mencuri uang kotak amal di mushola Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, pada Kamis (26/2/2026) malam. Aksi itu memang hanya menghasilkan Rp10 ribu. Namun, peristiwa ini tetap menyeret mereka ke proses hukum.

Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat melalui call center. Warga melaporkan dugaan pencurian di area mushola rumah sakit. Tanpa menunggu lama, tim langsung menuju lokasi.

Saat petugas tiba, satpam rumah sakit lebih dulu mengamankan ketiga pria tersebut. Polisi kemudian membawa mereka untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Modus Sederhana, Aksi Terekam CCTV

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto menjelaskan kronologi kejadian. Ketiga pria berinisial YAS (36) dan S (41), keduanya warga Karanganyar, serta WS (40) warga Sukoharjo, awalnya beristirahat di mushola sekitar pukul 21.00 WIB.

Ketika suasana mulai sepi sekitar pukul 23.30 WIB, mereka menjalankan aksinya. Mereka menggunakan lidi yang sudah dimodifikasi dan diberi pulut agar lengket. Dengan alat sederhana itu, mereka berusaha menarik uang dari dalam kotak amal.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Aksi tersebut akhirnya membuahkan hasil, meski sangat kecil. Mereka hanya berhasil mengambil Rp10 ribu, masing-masing dua lembar pecahan Rp5 ribu.

Namun, kamera CCTV merekam seluruh gerakan mereka. Rekaman itu memudahkan petugas keamanan mengidentifikasi dan mengamankan para pelaku. Di hadapan satpam, ketiganya mengakui perbuatannya.

Uang Sedikit, Risiko Besar

Tim Sparta kemudian menjemput para terduga pelaku dari lokasi dan membawa mereka ke Markas Komando Polresta Surakarta. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu lidi yang telah dimodifikasi, pulut sebagai perekat, serta dua lembar uang pecahan Rp5 ribu.

Kasus ini menunjukkan ironi yang sulit diabaikan. Para pelaku mempertaruhkan kebebasan mereka demi uang Rp10 ribu dari kotak amal uang yang biasanya terkumpul dari donasi kecil keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit.

Secara nominal, kerugiannya memang kecil. Namun, tindakan tersebut menyasar ruang ibadah dan dana sosial, yang seharusnya menjadi tempat orang mencari ketenangan di tengah situasi sulit.

Di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, sebagian orang mungkin mengambil jalan pintas. Tetapi ketika Rp10 ribu harus dibayar dengan proses hukum, pertanyaannya sederhana: sepadankah risikonya? @dimas

Tags: CCTVKriminalKriminal & HukumMuhammadiyahpolda jatengSoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

by eko
Oktober 8, 2026

Patriot Bengawan siap berlaga di PORPROV Jateng 2026. Kontingen Surakarta membidik posisi kedua dengan target 95 medali emas. Tabooo.id: Surakarta...

Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Berujung Autopsi

Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Berujung Autopsi

by dimas
Oktober 7, 2026

Siswa SD Pemalang meninggal setelah mengalami sakit perut. Keluarga menduga bullying, sementara polisi melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian. Tabooo.id:...

Next Post
Demokrasi Modern atau Politik Keluarga? Gugatan Nepotisme ke MK

Demokrasi Modern atau Politik Keluarga? Gugatan Nepotisme ke MK

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id