Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Cakue Peneleh: Gurihnya Resep Turun-Temurun yang Tak Lekang Waktu Sejak 1988

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Food
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Food – Pernah nggak sih, kamu lagi jalan-jalan di Surabaya, tiba-tiba mencium aroma wangi yang bikin perut langsung keroncongan? Jangan salah, itu bukan café hipster atau dessert kekinian, tapi gorengan sederhana cakue. Nah, kalau kamu pikir cakue cuma jajanan pinggir jalan biasa, coba tengok Cakue Peneleh, gerai legendaris yang sudah menemani warga Surabaya sejak 1988.

Aroma dan Tekstur yang Beda

Rahasia kelezatan Cakue Peneleh ternyata sederhana tapi jenius. Mereka menggoreng adonan cakue bersama daun pandan dalam minyak panas. Hasilnya? Setiap cakue keluar dari wajan, aromanya wangi pandan, teksturnya lembut di dalam tapi tetap garing di luar. Kalau datang ke tokonya di Pasar Atom, pelanggan bisa menyaksikan proses penggorengan ini sambil menikmati aroma yang memenuhi udara.

Dengan cara yang sama, setiap gigitan memberikan sensasi nostalgia sekaligus sensasi “wah” yang jarang ditemui di cakue biasa. Proses ini menunjukkan bahwa perhatian pada detail bahkan hal sekecil daun pandan bisa menciptakan pengalaman kuliner yang berkesan.

Saus dan Varian yang Bikin Nagih

Cakue Peneleh tidak hanya menonjol karena tekstur dan aromanya. Saus kental khas dengan rasa asam, manis, dan sedikit pedas membuat setiap gigitan semakin kaya dan menggoda. Bahkan food-vlogger Ria SW sempat memuji cakue ini sebagai “unik dan wajib dicoba” di kanal YouTube-nya.

Selain cakue polos, gerai ini juga menawarkan cakue isi udang, primadona bagi warga lokal maupun turis. Perpaduan adonan ayam udang yang kenyal dengan potongan udang besar memberikan sensasi gurih yang berbeda dari cakue biasa. Tambahkan variasi lain seperti ote-ote ayam tiram, roti goreng, otak-otak tenggiri, komplang isi ayam, dan tahu isi semuanya tetap mengedepankan kualitas dan rasa otentik.

Ini Belum Selesai

Lagu “Sumbang” dan Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Politik

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Legenda yang Konsisten

Harga yang ramah kantong, mulai Rp7.000-Rp17.000, membuat Cakue Peneleh mudah dijangkau oleh semua kalangan. Bagi Dita, pelanggan setia asli Surabaya, rasanya tetap sama sejak masa kecil. Konsistensi ini mungkin kunci mengapa gerai ini bertahan lebih dari 30 tahun di tengah arus tren kuliner yang datang dan pergi, Cakue Peneleh tetap setia pada rasa dan kualitas.

Lebih menarik lagi, mereka menyediakan layanan online dengan kemasan frozen vacuum, jadi kamu yang berada di luar kota pun bisa tetap menikmati cakue legendaris ini.

Lebih dari Sekadar Gorengan

Fenomena Cakue Peneleh menunjukkan bahwa kesederhanaan bisa jadi luar biasa. Di tengah camilan kekinian yang berganti tren setiap bulan, gorengan ini tetap relevan. Ia mengingatkan kita bahwa kenikmatan sejati tidak selalu datang dari bahan mewah atau gimmick Instagramable. Kadang, ia hadir dalam bentuk sederhana: cakue lembut yang digoreng dengan daun pandan, disantap bersama orang-orang terkasih.

Setiap gigitan bukan sekadar rasa, tapi juga memori masa kecil, kebersamaan, dan perjalanan waktu Kota Surabaya. Di kota yang terus berubah, Cakue Peneleh adalah pelukan hangat dari masa lalu, yang mengajak kita menghargai konsistensi, tradisi, dan rasa yang otentik.

Apa Dampaknya Buat Kamu?

Jadi, sebelum kamu kejar camilan viral terbaru, pikirkan apakah kamu sudah memberi kesempatan pada rasa-rasa legendaris yang tetap bertahan? Kadang, pengalaman kuliner yang paling berkesan bukan yang paling hits, tapi yang membuatmu tersenyum, teringat masa lalu, dan merasa dekat dengan orang-orang sekitar. @Sabrina Fidhi – Surabaya

Tags: FoodieKulinerLegendarisMurahNostalgiasurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Seblak Pedas Ternyata Membungkam Overthinking

Seblak Pedas Ternyata Membungkam Overthinking

by Anisa
Mei 11, 2026

Seblak pedas kini bukan lagi sekadar tren jajanan kaki lima. Di tengah ledakan budaya kuliner pedas Indonesia, ia perlahan berubah...

Ayam Goreng Akur, Rasa Lama yang Tak Bisa Diganti

Ayam Goreng Akur, Rasa Lama yang Tak Bisa Diganti

by Anisa
Mei 8, 2026

Madiun selama ini dibaca lewat pecel. Padahal ada sistem rasa yang lebih dalam berupa memori, budaya, dan strategi bertahan yang...

Lexus RX350 Surabaya Ditarik Paksa, Polisi Mulai Penyidikan

Lexus RX350 Surabaya Ditarik Paksa, Polisi Mulai Penyidikan

by Naysa
Mei 2, 2026

Kasus dugaan penarikan paksa mobil mewah di Surabaya kini masuk fase serius. Polisi sudah menaikkan status perkara ke penyidikan. Namun,...

Next Post
ORI: Mata Uang yang Menjadi Simbol Perjuangan Bangsa

ORI: Mata Uang yang Menjadi Simbol Perjuangan Bangsa

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

Mei 10, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id