Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemkot Solo Minta Maaf ke Rio Haryanto Atas Kebocoran Data Pribadi

by dimas
Februari 19, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pemerintah Kota Solo menyampaikan permintaan maaf kepada mantan pembalap Formula 1, Rio Haryanto, setelah dokumen pengantar pernikahannya beredar di media sosial. Seorang pegawai di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, sempat mengunggah dokumen itu, yang kemudian viral dan memicu perhatian publik.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solo, Beni Supartono Putro, menyatakan pihaknya sudah langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Rio. Namun, Pemkot Solo tetap menindaklanjuti proses disiplin pegawai untuk memastikan pembinaan dan efek jera.

“Secara prinsip, kami sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Mas Rio. Namun proses sidang kasus dan pembinaan internal tetap kami lanjutkan,” ujar Beni, Kamis (19/2/2026).

Privasi Terlanggar Meski Pegawai Bangga

Beni menegaskan bahwa Rio menerima permintaan maaf, tetapi ia tetap meminta pemerintah kota memproses hukuman disiplin pegawai yang menyebarkan data pribadinya.

“Beliau sudah menyampaikan maaf, tetapi proses hukuman disiplin atas pelanggaran pegawai tetap harus dilanjutkan,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar unggahan Instagram Story memperlihatkan surat pengantar pernikahan Rio tanpa menyamarkan data. Pegawai itu menulis bahwa ia bangga bisa melayani proses administrasi pernikahan Rio, sekaligus memuji ibunda Rio yang ramah dan rendah hati. Tetapi, tindakan ini melanggar privasi yang seharusnya dijaga.

Pemeriksaan BKPSDM menunjukkan dokumen itu diterbitkan pada 2024, saat pegawai masih berstatus tenaga kerja dengan perjanjian kerja (TKPK). Saat ini, pegawai sudah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu di Satpol PP Kota Solo. Meskipun peristiwa terjadi sebelum pengangkatan sebagai PPPK, Pemkot Solo menegaskan sidang disiplin tetap berjalan.

“Yang bersangkutan sekarang berstatus PPPK penuh waktu di Satpol PP. Namun kami tetap menjalankan proses pembinaan dan sidang disiplin,” tambahnya.

Viral Kembali di Tahun 2026

Pegawai itu mengaku mengunggah dokumen di akun pribadi dan menghapusnya sebelum 24 jam. Namun, tangkapan layar sudah tersebar dan kembali viral pada 2026. Beni menekankan bahwa pegawai salah karena membagikan dokumen meski berniat bangga melayani figur publik.

“Motifnya ada kebanggaan tersendiri telah melayani Mas Rio. Tapi caranya melanggar privasi,” jelas Beni.

Sanksi Menanti Hasil Sidang

Beni menambahkan bahwa pihaknya belum menetapkan sanksi. Sidang lanjutan akan melibatkan Sekretaris Daerah dan Inspektur untuk menentukan hukuman disiplin yang tepat.

“Prinsipnya, keputusan cukup sampai Sekda,” pungkasnya.

Kasus ini menegaskan satu hal di era digital, sedikit kelalaian bisa viral, dan konsekuensinya bukan hanya malu-maluin, tetapi memaksa birokrasi bergerak. @dimas

Tags: DataDisiplinDokumenFigurpemerintahPemkot SoloPrivasiSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

Next Post
Remaja Hilang di Ijen, Tim SAR Berpacu dengan Waktu dan Menang

Remaja Hilang di Ijen, Tim SAR Berpacu dengan Waktu dan Menang

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id