Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PSSI Awards 2026: Kenapa Jay Idzes Justru Paling Layak?

by teguh
Maret 28, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Sorotan lampu, tepuk tangan, dan satu nama yang akhirnya berdiri paling tinggi Jay Idzes. Di tengah gegap gempita PSSI Awards 2026, Sabtu (28/03/2026), bek yang biasanya bekerja dalam diam itu justru jadi pusat perhatian. Bukan karena gol, melainkan konsistensi yang selama ini luput dari sorotan.

Jay Idzes resmi menyabet Men’s Player of The Year, mengungguli nama-nama seperti Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Yakob Sayuri. Ini bukan sekadar kemenangan individu. Lebih dari itu, ada pengakuan bahwa peran pemain belakang kini tak lagi dipandang sebelah mata.

Menang Tanpa Sensasi, Tapi Penuh Dampak

Dalam sepak bola modern yang sering memuja pencetak gol, kemenangan Idzes terasa seperti anomali yang menyegarkan. Ia bukan tipe pemain yang viral tiap pekan. Namun justru dari kestabilan itulah nilai utamanya lahir tenang, disiplin, dan minim kesalahan.

Penghargaan PT Freeport Indonesia Men’s Player of The Year yang ia raih menjadi simbol perubahan cara pandang. Kontribusi tak lagi diukur dari sorotan semata, tapi dari dampak nyata di lapangan.

Di sisi lain, dinamika nominasi sempat memunculkan keunikan tersendiri. Daftar pemain yang masuk menunjukkan betapa fleksibelnya peran dalam sepak bola modern batas posisi makin kabur, kualitas jadi ukuran utama.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

PSSI Awards 2026: Kenapa Jay Idzes Justru Paling Layak?
Jay Idzes Kapten Sekaligus Benteng Kokoh Pertahanan Timnas Indonesia

Dari Laga Panas ke Malam Penghargaan

Sehari sebelum malam penghargaan, Idzes baru saja tampil solid saat Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Performa itu seperti penegasan: trofi ini datang dengan alasan yang jelas.

Saat menerima penghargaan, ia tetap rendah hati. “Sungguh terhormat mendapatkan penghargaan ini. Terima kasih kepada Erick Thohir, tim, dan semua yang bekerja di belakang layar.”

Ucapan itu terdengar sederhana, tapi penuh makna. Ia juga menegaskan peran keluarga dan rekan setim sebagai fondasi perjalanan kariernya.

Ratusan Ribu Suara, Satu Arah Baru

Antusiasme publik jadi cerita lain yang tak kalah penting. Lebih dari 790.000 suara masuk selama periode voting Januari hingga Maret.

Partisipasi ini menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia bukan lagi milik federasi semata. Ada keterlibatan emosional dari fans dari voting online hingga titik offline seperti MRT Jakarta dan Garuda Official Store.

Dengan visi “Garuda Mendunia”, PSSI Awards berubah jadi lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah panggung kolektif, tempat publik ikut menentukan arah cerita.

Lebih dari Trofi: Soal Cara Kita Menghargai Proses

Kemenangan Jay Idzes bukan hanya soal satu nama di atas panggung. Ada pesan yang lebih dalam di baliknya.

Peran pemain bertahan kini mendapat tempat yang layak. Kerja sunyi mulai dihargai setara dengan aksi spektakuler.
Sepak bola Indonesia perlahan belajar melihat proses, bukan hanya hasil. Di tengah dunia yang serba instan, cerita seperti ini terasa relevan.

Karena pada akhirnya, yang paling konsisten sering kali bukan yang paling ramai dibicarakan melainkan yang paling siap saat momen datang.

Lalu, kalau sepak bola saja mulai menghargai proses, kita masih mau terjebak pada hasil semata?. @teguh

Tags: FansJay IdzeskarierKonsistensipenghargaanPSSI Awards 2026Sosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

MBG di Mata Max Weber: Siapa Untung, Siapa Rugi, Program Ini Masih Layak Jalan?

MBG di Mata Max Weber: Siapa Untung, Siapa Rugi, Program Ini Masih Layak Jalan?

by teguh
April 26, 2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang membawa janji besar anak kenyang, stunting turun, dan ekonomi desa bergerak. Namun, dapur yang...

9 to 5 tapi Hidup Nggak Naik?

9 to 5 tapi Hidup Nggak Naik?

by Waras
April 25, 2026

Setiap pagi kamu bangun, berangkat kerja, lalu pulang dengan rasa lelah yang sama. Gaji tetap masuk, rutinitas tetap jalan tapi...

Quarter-Life Crisis: Kenapa Usia 25 Terasa Paling Berat?

Quarter-Life Crisis: Kenapa Usia 25 Terasa Paling Berat?

by Waras
April 20, 2026

Usia 25 seharusnya jadi titik “mulai jadi”. Tapi kenapa justru terasa seperti kehilangan arah? Kalau kamu merasa tertinggal, bingung, dan...

Next Post
Capek Perang, Istirahat Sebentar: AS dan Iran Mau duduk bareng

Capek Perang, Istirahat Sebentar: AS dan Iran Mau duduk bareng

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id