Jumat, Juni 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Remaja Hilang di Ijen, Tim SAR Berpacu dengan Waktu dan Menang

by teguh
Februari 20, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kecemasan menyelimuti jalur pendakian Kawah Ijen sejak Rabu (18/02/2026) pagi. Muhammad Dzikri Maulana (16) terpisah dari rombongan saat mendaki. Keluarga panik. Tim SAR bergerak. Waktu menjadi lawan paling nyata.

Kamis (19/02/2026), harapan itu terjawab. Tim SAR menemukan Dzikri dalam kondisi hidup, meski tubuhnya lemas di area tebing.

“Alhamdulillah korban berhasil kami temukan dalam keadaan hidup,” tegas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.

Dua Tim, Satu Target: Selamatkan Nyawa

Dzikri berangkat mendaki bersama empat rekannya pukul 02.00 WIB. Sekitar pukul 08.30 WIB, ia terpisah di jalur pendakian wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Hingga malam, ia tak kunjung kembali. Laporan masuk pukul 20.05 WIB. Tim SAR langsung menyusun strategi.

Tim membagi kekuatan menjadi dua SRU. SRU 1 menyisir jalur dari Pos Paltuding menuju puncak sejauh 3,6 kilometer dengan metode Explore SAR (ESAR) tipe 1. SRU 2 menyapu area sekitar lokasi kejadian dengan pola ESAR tipe 2 open grid seluas satu kilometer persegi.

Ini Belum Selesai

PB XIV Hangabehi Turunkan 14 Pusaka di Tengah Dualisme Keraton

Pakoe Boewono XIV Purbaya Batal Kirab Pusaka, Ada Apa?

Cuaca mendung dan hujan ringan sempat menghambat jarak pandang. Namun tim tetap melaju. Mereka menerbangkan drone thermal, menurunkan personel jungle rescue, dan memperluas radius pencarian.

Pukul 16.16 WIB, drone menangkap titik panas di tebing dengan radial 6,7° dan jarak sekitar 890 meter dari lokasi perkiraan hilang. Tim segera menuruni tebing menggunakan teknik vertical rescue. Mereka menjangkau Dzikri dan memastikan kondisinya stabil. Pukul 17.50 WIB, tim membawa Dzikri turun ke Pos Paltuding, lalu mengirimnya ke Puskesmas Licin untuk perawatan.

Siapa Untung, Siapa Menanggung Risiko?

Keluarga tentu menjadi pihak yang paling bersyukur. Mereka menyambut kabar itu dengan lega. Pariwisata Banyuwangi juga mendapat nilai positif karena respons cepat aparat menunjukkan kesiapsiagaan.

Namun setiap operasi pencarian menyedot energi besar. Tim SAR mempertaruhkan keselamatan saat menyisir tebing dan hutan dalam cuaca tak menentu. Jika pendaki mengabaikan prosedur, mereka bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga menyeret banyak pihak ke dalam risiko.

Operasi ini melibatkan unsur TNI-Polri, BKSDA, BPBD, relawan, mapala, pelaku wisata, perangkat desa, hingga keluarga korban. Mereka bergerak cepat dan solid. Sinergi itu menyelamatkan nyawa.

Gunung Bukan Tempat Ceroboh

I Made Oka kembali mengingatkan pendaki agar tidak terpisah dari rombongan dan selalu memeriksa kondisi cuaca sebelum mendaki. Imbauan itu sederhana. Namun banyak orang sering mengabaikannya.

Kisah ini berakhir dengan kabar baik. Dzikri selamat. Tim pulang dengan lega. Publik bisa bernapas. Tetapi gunung selalu mengajarkan satu hal alam tidak pernah salah, manusia yang sering lengah. @teguh

Tags: BPBDCuacagunungkorbanPolriRelawanRemajaSARTNI

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

by teguh
Juni 3, 2026

Suara ledakan bom sisa perang dunia II itu mengakhiri ketenangan siang di pesisir Biak. Dalam hitungan detik, rumah-rumah berguncang, puing...

Next Post
Galaxy S26 Belum Rilis, KW-nya Sudah Nongol. Kok Bisa Secepat Itu?

Galaxy S26 Belum Rilis, KW-nya Sudah Nongol. Kok Bisa Secepat Itu?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id