Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Remaja Hilang di Ijen, Tim SAR Berpacu dengan Waktu dan Menang

by teguh
Februari 20, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kecemasan menyelimuti jalur pendakian Kawah Ijen sejak Rabu (18/02/2026) pagi. Muhammad Dzikri Maulana (16) terpisah dari rombongan saat mendaki. Keluarga panik. Tim SAR bergerak. Waktu menjadi lawan paling nyata.

Kamis (19/02/2026), harapan itu terjawab. Tim SAR menemukan Dzikri dalam kondisi hidup, meski tubuhnya lemas di area tebing.

“Alhamdulillah korban berhasil kami temukan dalam keadaan hidup,” tegas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.

Dua Tim, Satu Target: Selamatkan Nyawa

Dzikri berangkat mendaki bersama empat rekannya pukul 02.00 WIB. Sekitar pukul 08.30 WIB, ia terpisah di jalur pendakian wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Hingga malam, ia tak kunjung kembali. Laporan masuk pukul 20.05 WIB. Tim SAR langsung menyusun strategi.

Tim membagi kekuatan menjadi dua SRU. SRU 1 menyisir jalur dari Pos Paltuding menuju puncak sejauh 3,6 kilometer dengan metode Explore SAR (ESAR) tipe 1. SRU 2 menyapu area sekitar lokasi kejadian dengan pola ESAR tipe 2 open grid seluas satu kilometer persegi.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

Cuaca mendung dan hujan ringan sempat menghambat jarak pandang. Namun tim tetap melaju. Mereka menerbangkan drone thermal, menurunkan personel jungle rescue, dan memperluas radius pencarian.

Pukul 16.16 WIB, drone menangkap titik panas di tebing dengan radial 6,7° dan jarak sekitar 890 meter dari lokasi perkiraan hilang. Tim segera menuruni tebing menggunakan teknik vertical rescue. Mereka menjangkau Dzikri dan memastikan kondisinya stabil. Pukul 17.50 WIB, tim membawa Dzikri turun ke Pos Paltuding, lalu mengirimnya ke Puskesmas Licin untuk perawatan.

Siapa Untung, Siapa Menanggung Risiko?

Keluarga tentu menjadi pihak yang paling bersyukur. Mereka menyambut kabar itu dengan lega. Pariwisata Banyuwangi juga mendapat nilai positif karena respons cepat aparat menunjukkan kesiapsiagaan.

Namun setiap operasi pencarian menyedot energi besar. Tim SAR mempertaruhkan keselamatan saat menyisir tebing dan hutan dalam cuaca tak menentu. Jika pendaki mengabaikan prosedur, mereka bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga menyeret banyak pihak ke dalam risiko.

Operasi ini melibatkan unsur TNI-Polri, BKSDA, BPBD, relawan, mapala, pelaku wisata, perangkat desa, hingga keluarga korban. Mereka bergerak cepat dan solid. Sinergi itu menyelamatkan nyawa.

Gunung Bukan Tempat Ceroboh

I Made Oka kembali mengingatkan pendaki agar tidak terpisah dari rombongan dan selalu memeriksa kondisi cuaca sebelum mendaki. Imbauan itu sederhana. Namun banyak orang sering mengabaikannya.

Kisah ini berakhir dengan kabar baik. Dzikri selamat. Tim pulang dengan lega. Publik bisa bernapas. Tetapi gunung selalu mengajarkan satu hal alam tidak pernah salah, manusia yang sering lengah. @teguh

Tags: BPBDCuacagunungkorbanPolriRelawanRemajaSARTNI

Kamu Melewatkan Ini

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

by teguh
Oktober 20, 2026

Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan ribuan personel untuk mengawal demonstrasi peringatan dua Tahun Prabowo-Gibran dan aktivitas publik di Jakarta....

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

by dimas
Oktober 6, 2026

Polri memperkenalkan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” di bawah Kapolri Suyudi Ario Seto. Mampukah slogan itu berubah menjadi budaya pelayanan? Tabooo.id...

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

by dimas
Oktober 5, 2026

HUT TNI 2026 ditandai penambahan batalyon. Namun, apakah ekspansi kekuatan itu benar-benar memperkuat pertahanan Indonesia menghadapi ancaman perang modern? Tabooo.id...

Next Post
Galaxy S26 Belum Rilis, KW-nya Sudah Nongol. Kok Bisa Secepat Itu?

Galaxy S26 Belum Rilis, KW-nya Sudah Nongol. Kok Bisa Secepat Itu?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id