Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Akhir Tragis Eks Kapolres Bima Kota, Dipecat karena Narkoba

by dimas
Februari 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kepolisian Republik Indonesia akhirnya menjatuhkan hukuman paling berat kepada eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar Kamis, (19/2/2026), institusi tersebut memutuskan memberhentikan Didik secara tidak hormat atau PTDH. Keputusan itu tidak hanya mengakhiri jabatannya, tetapi juga menutup kariernya sebagai anggota Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan komisi etik telah menyimpulkan bahwa Didik melakukan perbuatan tercela. Sidang yang dipimpin Wakil Inspektur Pengawasan Umum Irjen Merdisyam itu memeriksa dugaan pelanggaran serius terkait penyalahgunaan narkotika dan perilaku menyimpang lainnya.

Selain pemecatan, komisi etik juga menjatuhkan sanksi penempatan khusus selama tujuh hari. Namun, sanksi itu hanya menjadi pelengkap dari keputusan utama mengeluarkan Didik dari institusi yang selama ini ia wakili.

Terungkap dari Aliran Narkoba dan Uang Haram

Fakta yang terungkap dalam sidang etik semakin memperjelas kejatuhan Didik. Komisi menemukan bahwa ia menerima uang dan narkotika dari mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Malaungi sendiri telah lebih dulu menjalani proses hukum.

Menurut keterangan Polri, uang dan barang haram tersebut berasal dari bandar narkotika yang beroperasi di wilayah Bima Kota. Temuan ini memperlihatkan rantai relasi berbahaya antara aparat penegak hukum dan jaringan kejahatan yang seharusnya mereka berantas.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

Kasus ini bukan sekadar pelanggaran disiplin. Kasus ini menunjukkan ironi paling telanjang seorang perwira yang seharusnya memimpin perang melawan narkoba justru terseret ke dalam pusaran bisnis terlarang itu sendiri.

Koper Narkoba yang Mengakhiri Segalanya

Karier Didik mulai runtuh saat penyidik menemukan koper berisi narkotika di sebuah rumah di Tangerang, Banten. Koper itu berisi berbagai jenis barang terlarang, mulai dari 16,3 gram narkotika, puluhan butir ekstasi, alprazolam, happy five, hingga ketamin.

Temuan tersebut langsung mengubah status Didik dari perwira aktif menjadi tersangka. Penyidik menjeratnya dengan berbagai pasal pidana terkait narkotika dan psikotropika, termasuk ketentuan dalam KUHP dan undang-undang psikotropika.

Barang bukti itu tidak hanya menjadi dasar hukum. Barang bukti itu juga menjadi simbol runtuhnya kredibilitas seorang perwira menengah Polri.

Ujian Kepercayaan Publik terhadap Polri

Kasus ini datang pada saat Polri berusaha memperbaiki citra dan memperkuat kepercayaan publik. Karena itu, pimpinan institusi bergerak cepat.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa Polri tidak akan mentoleransi penyalahgunaan narkotika, termasuk yang dilakukan oleh anggota sendiri. Ia menekankan bahwa narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang harus dilawan tanpa kompromi.

Pernyataan itu menjadi pesan penting, bukan hanya untuk publik, tetapi juga untuk internal kepolisian. Institusi tersebut ingin menunjukkan bahwa tidak ada kekebalan hukum, bahkan bagi seorang Kapolres.

Namun, bagi masyarakat, kasus ini meninggalkan pertanyaan yang lebih dalam. Jika seorang Kapolres saja bisa terseret narkoba, publik tentu bertanya: siapa lagi yang sebenarnya sedang mengawasi para pengawas?

Dan pada akhirnya, pemecatan ini mungkin menyelamatkan nama institusi tetapi kepercayaan, sekali retak, tidak pernah benar-benar kembali utuh. @dimas

Tags: Didik Putra KuncoroInstitusiKapolres BimaKasusKepercayaanKriminalKriminal & HukumnarkobaOknumPenegakanPolisiPolriPTDHReformasiSidang Etik

Kamu Melewatkan Ini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

by teguh
Juni 21, 2026

Malam itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya menjadi lokasi konser Kantata Takwa. Lebih dari seratus ribu orang memenuhi...

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Next Post
Cek Fakta: Klaim Dana Rp 40 Juta dari Gibran Ternyata Rekayasa AI

Cek Fakta: Klaim Dana Rp 40 Juta dari Gibran Ternyata Rekayasa AI

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id