• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Dapur MBG Wajib Serap Sayur Dari Lapas, Penolak Terancam Tutup

Februari 15, 2026
in Nasional, News
A A
Dapur MBG Wajib Serap Sayur Dari Lapas, Penolak Terancam Tutup

Warga binaan Lapas Kelas IIB Purwakarta memanen bayam di Desa Cileunca, Bojong, Selasa (10/2/2026). Hasilnya dipasok untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Negara kini tidak hanya mengatur menu anak sekolah, tetapi juga menentukan asal sayuran yang mereka konsumsi. Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Purwakarta, Jawa Barat, menyerap hasil budidaya warga binaan Lapas Kelas II. Kebijakan ini tidak memberi ruang negosiasi. Pengelola dapur yang menolak pasokan tersebut menghadapi ancaman penutupan.

Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan perintah itu secara langsung. Melalui jalur komando, ia menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), koordinator kecamatan, serta koordinator wilayah untuk memastikan semua dapur mematuhi ketentuan tersebut.

“Kalau itu dari binaan Lapas harus diterima. Kalau nggak diterima saya tutup dapurnya. Tutup. Enggak ada cerita.” ujar Nanik dalam keterangan pers, Minggu (15/2/2026).

Ucapan tersebut menegaskan posisi pemerintah sebagai pengendali pasokan, bukan sekadar pembeli bahan pangan. Program ini sekaligus memperlihatkan pergeseran peran negara yang kini masuk hingga ke rantai distribusi paling bawah.

Dari Kebun Lapas ke Piring Anak Sekolah

Program pemberdayaan warga binaan di Purwakarta menjadi latar belakang kebijakan tersebut. Para narapidana mengolah lahan, menanam bayam, kangkung, dan berbagai sayuran lain. Aktivitas itu memberi mereka keterampilan sekaligus peluang ekonomi setelah bebas nanti.

Saat mengunjungi lokasi, Nanik berdialog langsung dengan para warga binaan. Ia mendorong mereka memanfaatkan pertanian sebagai jalan hidup baru dan mengingatkan pentingnya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan pangan siswa sekaligus membuka peluang reintegrasi ekonomi bagi warga binaan. Namun langkah tersebut juga memicu konsekuensi lain. Kewajiban itu membatasi pilihan dapur MBG dalam menentukan pemasok, sehingga petani lokal dan pedagang tradisional kini menghadapi persaingan baru.

Di titik ini, kepentingan sosial bertemu langsung dengan realitas ekonomi.

Kepala Dapur Harus Mengendalikan Proses

BGN memperketat pengawasan operasional dan meminta kepala SPPG memimpin langsung seluruh proses di dapur. Mereka tidak boleh hanya menyerahkan tugas tersebut kepada pengawas gizi.

“Kepala SPPG harus mengawasi proses memasak di dapur hingga distribusi. Jangan hanya pengawas gizi saja yang anda kerjain,” tegasnya.

Tanggung jawab kepala dapur kini mencakup pemeriksaan bahan, pengawasan proses memasak, hingga memastikan distribusi berjalan lancar. Pemerintah menerapkan langkah ini untuk menjaga kualitas makanan dan mencegah penyimpangan.

Pemeriksaan Dimulai Sejak Bahan Tiba

Setiap hari, pengawas keuangan mencatat transaksi belanja dan mengunggah laporan ke sistem digital BGN. Langkah ini membantu pemerintah memantau penggunaan anggaran secara langsung.

Ketika bahan makanan tiba, tim dapur segera memeriksa kualitasnya. Pengawas keuangan mengecek dokumen dan harga, sementara pengawas gizi menilai kesesuaian bahan dengan standar menu. Secara bersamaan, tim dapur memastikan kondisi bahan tetap segar dan layak digunakan.

Jika kualitas bahan tidak memenuhi syarat, tim harus segera menolaknya.

“Kalau dari awal sudah ketahuan kualitasnya jelek, jangan takut untuk menolak. Jangan takut sama mitra,” kata Nanik.

BGN juga memperingatkan mitra agar tidak mencoba memengaruhi keputusan dapur. Lembaga tersebut siap menghentikan kerja sama dengan pihak yang melanggar aturan.

Aktivitas Dapur Berlangsung Saat Malam

Para juru masak memulai pekerjaan sejak tengah malam. Mereka menyiapkan ribuan porsi makanan sebelum pagi datang. Selama proses berlangsung, kepala SPPG mengawasi pembagian porsi dan memastikan semua berjalan sesuai rencana.

Setelah makanan siap, tim langsung mengirimkannya ke sekolah. Beberapa jam kemudian, kepala SPPG datang ke sekolah untuk memeriksa hasil distribusi. Mereka berbicara dengan guru dan siswa guna mengetahui tanggapan mereka, sekaligus mencocokkan data penerima manfaat.

Langkah ini membantu memastikan program berjalan efektif.

Petani Lokal dan Pengelola Dapur Menghadapi Tekanan

Program ini memberi peluang ekonomi bagi warga binaan dan menjamin pasokan makanan bagi siswa. Di sisi lain, petani lokal harus bersaing dengan pemasok yang mendapat dukungan langsung dari pemerintah.

Tekanan juga dirasakan oleh pengelola dapur. Mereka harus mematuhi aturan ketat sekaligus menjaga kualitas layanan. Kini, peran dapur tidak lagi terbatas pada kegiatan memasak, tetapi juga menjalankan bagian dari sistem distribusi pangan nasional.

Negara Menguatkan Kendali atas Rantai Pangan

Program Makan Bergizi Gratis bertujuan mengatasi masalah gizi dan kemiskinan. Melalui kebijakan baru ini, pemerintah sekaligus memperkuat kendali atas produksi dan distribusi pangan.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Langkah tersebut membuat negara terlibat langsung dalam penentuan sumber bahan, proses distribusi, dan pengawasan operasional. Sepiring makanan di sekolah kini mencerminkan lebih dari sekadar bantuan sosial.

Di balik makanan itu, terlihat jelas peran negara yang semakin besar dalam menentukan siapa yang memproduksi, memasok, dan akhirnya ikut bertahan dalam sistem pangan nasional. @dimas

Tags: AnakBadan Gizi NasionalBGNBinaanGizijawa baratKetahananlapasMakan Bergizi GratisMBGPanganpemerintahpertanianProgramPurwakartaWarga
Next Post
Libur Imlek, Polisi Berlakukan One Way ke Jakarta di Jalur Puncak

Libur Imlek, Polisi Berlakukan One Way ke Jakarta di Jalur Puncak

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.