Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Presiden Iran Sebut Tuntutan AS Hambat Perundingan Nuklir

by dimas
Februari 12, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Perundingan nuklir antara Teheran dan Washington kembali mandek. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut “tembok kesangsian” yang dibangun Barat dan tuntutan berlebihan Amerika Serikat sebagai penghambat utama diplomasi. Pernyataan itu ia sampaikan saat berpidato memperingati 47 tahun Revolusi Islam 1979 di Teheran, Rabu (11/2/2026).

Pezeshkian menegaskan Iran tidak mengejar senjata nuklir dan siap menjalani setiap verifikasi terkait program nuklir negaranya.

“Kami meyakini masalah kawasan hanya dapat diselesaikan oleh negara-negara di wilayah ini, bukan oleh kekuatan asing,” ujarnya.

Ia menambahkan, Iran tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan maupun agresi dari luar.

Negeri itu tetap menempuh jalur diplomasi dengan tulus. Pezeshkian menegaskan, Iran aktif berdialog dengan negara-negara Asia Barat untuk menjaga perdamaian regional. Ia menekankan, stabilitas kawasan tercipta melalui kerja sama lokal, bukan intervensi asing.

Ini Belum Selesai

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Tantangan Ekonomi dan Persatuan Nasional

Pezeshkian menyoroti pentingnya persatuan nasional di tengah kerusuhan yang meletus baru-baru ini. Pemerintahnya menindaklanjuti berbagai persoalan rakyat, mulai dari ketidakpuasan sosial hingga tekanan ekonomi.

“Kita membutuhkan persatuan internal lebih dari apa pun,” tambahnya.

Di ranah ekonomi, Pezeshkian menekankan Iran harus mendapat akses ke pasar internasional, terutama negara Muslim dan tetangga regional, untuk mempercepat pembangunan domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi. Teheran pun aktif meneken kontrak dan perjanjian regional maupun internasional guna mendorong investasi dan perdagangan.

Implikasi Global

Kebuntuan perundingan nuklir membawa dampak luas. Sanksi dan tekanan AS serta negara Barat membatasi kemampuan Iran bertransaksi di pasar global, sementara rakyat menghadapi kenaikan harga dan ketidakpastian ekonomi. Negara tetangga pun menanggung risiko instabilitas regional akibat lambannya kesepakatan diplomatik.

Pezeshkian menegaskan, Iran tetap berkomitmen pada jalur diplomasi, namun menolak tunduk pada tekanan berlebihan. Ia menilai setiap intervensi asing hanya memperpanjang kebuntuan dan menunda manfaat nyata bagi rakyat.

Di tengah retorika tegas itu, terselip pesan bagi dunia: diplomasi yang memaksakan kehendak pihak luar jarang berhasil. Ketika kesangsian membentengi dialog, kemajuan melambat, sementara rakyat terus menunggu solusi yang nyata. @dimas

Tags: ASdiplomasiEkonomi IndonesiaGlobalKonflik DuniaNuklirPerang IranPerdamaianStabilitasTekanan

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Next Post
Alarm Merah: Indonesia Masuk 2 Negara Paling Rentan Penipuan 2025

Alarm Merah: Indonesia Masuk 2 Negara Paling Rentan Penipuan 2025

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id