Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Presiden Iran Sebut Tuntutan AS Hambat Perundingan Nuklir

by dimas
Februari 12, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Perundingan nuklir antara Teheran dan Washington kembali mandek. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut “tembok kesangsian” yang dibangun Barat dan tuntutan berlebihan Amerika Serikat sebagai penghambat utama diplomasi. Pernyataan itu ia sampaikan saat berpidato memperingati 47 tahun Revolusi Islam 1979 di Teheran, Rabu (11/2/2026).

Pezeshkian menegaskan Iran tidak mengejar senjata nuklir dan siap menjalani setiap verifikasi terkait program nuklir negaranya.

“Kami meyakini masalah kawasan hanya dapat diselesaikan oleh negara-negara di wilayah ini, bukan oleh kekuatan asing,” ujarnya.

Ia menambahkan, Iran tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan maupun agresi dari luar.

Negeri itu tetap menempuh jalur diplomasi dengan tulus. Pezeshkian menegaskan, Iran aktif berdialog dengan negara-negara Asia Barat untuk menjaga perdamaian regional. Ia menekankan, stabilitas kawasan tercipta melalui kerja sama lokal, bukan intervensi asing.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Tantangan Ekonomi dan Persatuan Nasional

Pezeshkian menyoroti pentingnya persatuan nasional di tengah kerusuhan yang meletus baru-baru ini. Pemerintahnya menindaklanjuti berbagai persoalan rakyat, mulai dari ketidakpuasan sosial hingga tekanan ekonomi.

“Kita membutuhkan persatuan internal lebih dari apa pun,” tambahnya.

Di ranah ekonomi, Pezeshkian menekankan Iran harus mendapat akses ke pasar internasional, terutama negara Muslim dan tetangga regional, untuk mempercepat pembangunan domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi. Teheran pun aktif meneken kontrak dan perjanjian regional maupun internasional guna mendorong investasi dan perdagangan.

Implikasi Global

Kebuntuan perundingan nuklir membawa dampak luas. Sanksi dan tekanan AS serta negara Barat membatasi kemampuan Iran bertransaksi di pasar global, sementara rakyat menghadapi kenaikan harga dan ketidakpastian ekonomi. Negara tetangga pun menanggung risiko instabilitas regional akibat lambannya kesepakatan diplomatik.

Pezeshkian menegaskan, Iran tetap berkomitmen pada jalur diplomasi, namun menolak tunduk pada tekanan berlebihan. Ia menilai setiap intervensi asing hanya memperpanjang kebuntuan dan menunda manfaat nyata bagi rakyat.

Di tengah retorika tegas itu, terselip pesan bagi dunia: diplomasi yang memaksakan kehendak pihak luar jarang berhasil. Ketika kesangsian membentengi dialog, kemajuan melambat, sementara rakyat terus menunggu solusi yang nyata. @dimas

Tags: ASdiplomasiEkonomi IndonesiaGlobalKonflik DuniaNuklirPerang IranPerdamaianStabilitasTekanan

Kamu Melewatkan Ini

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Next Post
Alarm Merah: Indonesia Masuk 2 Negara Paling Rentan Penipuan 2025

Alarm Merah: Indonesia Masuk 2 Negara Paling Rentan Penipuan 2025

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id