• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Lonjakan 81 Ribu Kasus TB di Jabar: Tanda Bahaya Serius

November 18, 2025
in News, Regional
A A
81 Ribu Kasus Tb di Jabar: Alarm Bahaya yang Tak Kunjung Dimatikan

Wamenkes dr. Benny dan Gubernur Dedi Mulyadi membahas lonjakan 81.864 kasus TBC di Jabar dalam lima bulan alarm serius bagi kesehatan publik, di Gedung Sate, Bandung, pada Jumat (14/11/2025) siang. (Foto dok. Kementrian Kesehatan)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Provinsi Jawa Barat kembali memegang rekor yang tidak ingin dirayakan siapa pun 81.864 kasus tuberkulosis (Tb) terdeteksi hanya dalam lima bulan pertama 2025. Angka itu bukan statistik sepi itu adalah tanda bahwa penyakit lama ini masih berjalan seperti hantu yang tidak pernah lelah menghantui provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia.

Data Kementerian Kesehatan itu mencuat dalam audiensi antara Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Jakarta. Dan fakta ini langsung menyadarkan publik bahwa pandemi mungkin sudah lewat, tetapi wabah Tb tetap menjadi “krisis pelan-pelan” yang jarang masuk headline.

Perburuan Kasus yang Tak Boleh Kendor

Wamenkes Benny menjelaskan bahwa 81 ribu kasus itu hanyalah “permukaan gunung es”. Kemenkes memperkirakan total beban Tb di Jabar mencapai 234 ribu kasus, membuat provinsi ini memikul beban paling berat di seluruh Indonesia.

“Pertemuan ini menyoroti kebutuhan memperkuat penemuan kasus aktif, pemerataan mobile X-ray dan TCM, serta pentingnya penanganan stigma,” kata Benny.

Artinya jelas masalah Jabar bukan hanya angka yang tinggi, tetapi juga kasus-kasus yang belum terdeteksi, terutama di wilayah padat penduduk yang layanan kesehatannya masih timpang.

Ketika Target Nasional Masih Terasa Jauh

Di atas kertas nasional, keberhasilan pengobatan Tb punya target 90 persen. Namun Jabar baru menyentuh 80 persen untuk Tb sensitif obat. Lebih buruk lagi, untuk Tb resisten obat (yang jauh lebih sulit ditangani), hanya 1.063 dari target 2.866 kasus yang berhasil ditangani.

Ditambah lagi, beban klinis yang semakin menumpuk:

  1. 4.763 pasien Tb dengan Diabetes Mellitus (DM)
  2. 1.165 pasien Tb dengan HIV
  3. 2.294 kematian hanya dalam periode penghitungan

Angka-angka itu bukan sekadar laporan. Itu adalah potret bahwa Tb tidak berjalan sendirian ia bersinggungan dengan penyakit kronis lain, memperparah risiko, dan menekan sistem kesehatan wilayah.

Siapa Diuntungkan? Siapa Dirugikan?

Dalam situasi seperti ini, jelas siapa yang dirugikan masyarakat kelas pekerja, warga daerah padat, dan mereka yang akses kesehatannya masih sulit. Tb tidak memilih korban. Ia menyerang siapa saja yang tinggal di lingkungan buruk, bekerja dalam kepadatan, atau menunda berobat karena biaya dan stigma.

Lalu siapa yang diuntungkan?
Tentu saja perusahaan farmasi antiseptik atau masker mungkin meningkat penjualannya tapi bagi publik, itu bukan jawaban.

Yang paling diuntungkan sebenarnya adalah pemerintah daerah yang gerak cepat. Jika Jabar bisa menekan angka Tb melalui program agresif dan nyata, reputasi Gubernur dan jajaran kesehatan daerah akan terdongkrak. Sebaliknya, kegagalan akan terasa seperti bom waktu politik.

Dedi Mulyadi Mulai Bergerak

Dedi Mulyadi, yang baru beberapa waktu menjabat sebagai Gubernur Jabar, langsung menyampaikan komitmen untuk menggerakkan seluruh kabupaten/kota.

“Pemprov Jabar menyiapkan pengumuman resmi untuk meningkatkan kewaspadaan, mendorong skrining, dan memperkuat dukungan pengobatan,” ujarnya.

Ia bahkan mengundang Wamenkes turun langsung ke lapangan dalam agenda provinsi, serta berencana melakukan kunjungan incognito ke puskesmas. Langkah yang jarang dilakukan gubernur dan bisa membuka borok layanan primer secara nyata.

Jika benar dilakukan, strategi ini bisa menghasilkan data jujur, bukan laporan yang “sudah rapi di meja”.

Jalan Panjang Menghadapi Penyakit Tertua

Tb bukan penyakit baru. Ia salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. Tapi Jabar, dengan populasi padat dan mobilitas tinggi, menjadi ruang ideal bagi penyebarannya. Karena itu, solusi tidak bisa sekadar seminar, audiensi, atau poster kesehatan.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Yang dibutuhkan adalah:

  1. layanan primer kuat
  2. penemuan kasus agresif
  3. edukasi masyarakat tanpa stigma
  4. dan pengobatan yang tidak putus di tengah jalan

Tanpa itu semua, angka 81 ribu hanya akan jadi pembuka musim.

Pada akhirnya, publik mungkin bertanya lirih:
Pemerintah bisa bergerak cepat mengurus konser, event besar, atau proyek mercusuar. Tapi bisakah bergerak sama cepatnya untuk penyakit yang menggerogoti warganya sendiri setiap hari? @dimas

Tags: Ancaman WabahDedi MulyadiDeteksi DiniKesehatan PublikKrisis KesehatanLayanan PrimerLedakan KasusPenanggulangan TbTb Jawa BaratWamenkes Benny
Next Post
Denny Landzaat ke Eropa: Babak Baru yang Dibuka Ajax

Denny Landzaat ke Eropa: Babak Baru yang Dibuka Ajax

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.