Langkah Cepat Setelah Luka Kualifikasi
Tabooo.id: Sports – Keputusan karier kadang bergerak seperti serangan balik tiba-tiba, cepat, dan tak menyisakan waktu untuk menoleh. Empat hari setelah mimpi Garuda retak di kualifikasi Piala Dunia 2026, Denny Landzaat langsung berkemas. Ia berangkat bersama Patrick Kluivert dan staf pelatih lainnya, meninggalkan Indonesia dalam suasana yang belum pulih dari kecewa. Satu bulan kemudian, namanya kembali muncul kali ini di Amsterdam, di tengah pusaran Ajax yang sedang mencari stabilitas baru.
Ajax Memanggil, Landzaat Menjawab
Media Belanda Voetbalprimeur mengabarkan bahwa Landzaat kini bekerja sebagai asisten pelatih Ajax Amsterdam. Kesempatan itu datang di momen tepat. Ajax membutuhkan figur berpengalaman setelah menunjuk Fred Grim sebagai pelatih sementara. Landzaat cocok dengan kebutuhan itu: punya sejarah bermain di liga top Belanda dan memahami ruang ganti tim besar.
Senin (17/11/2025) waktu setempat, ia sudah hadir di De Toekomst. Nama fasilitas latihan itu berarti masa depan, dan Landzaat langsung bergerak membangun miliknya.
Mengisi Kekosongan di Tengah Kekacauan Staf
Ajax baru saja kehilangan gerbong John Heitinga. Marcel Keizer dan Frank Peereboom meninggalkan klub, membuat struktur staf sempat ompong. Manajemen menarik Paul Nuijten dari Ajax U-19 untuk menahan kekosongan, namun mereka tetap butuh sosok dengan jam terbang lebih tinggi. Landzaat mengisi celah itu tanpa drama.
Ia datang bukan sebagai penambal, tetapi sebagai energi baru bagi tim yang sedang mencari ritme.
Reaksi Publik: Campuran Salut dan Bayangan Kegagalan Garuda
Belum ada pernyataan resmi dari Landzaat, tetapi reaksi publik Belanda berjalan cepat. Banyak yang menilai langkahnya logis ia punya pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih. Sementara itu, publik Indonesia memberikan respons emosional. Ada yang bangga melihat Landzaat naik kelas, ada yang masih teringat pedihnya kegagalan menuju Piala Dunia.
Perjalanan Landzaat bergerak maju, sementara penyembuhan luka Timnas masih berjalan pelan.
Ajax di Persimpangan: Mencari Arah Baru
Ajax sendiri sedang berada di fase genting. Klub itu kehilangan direktur teknik Alex Kroes dan belum menemukan pengganti ideal. Nama besar Jordi Cruyff penasihat Timnas Indonesia masuk ke daftar calon dirtek. Situasi ini menjaga Ajax tetap berada di pusaran diskusi besar, terutama setelah performa tim naik-turun dalam dua musim terakhir.
Di tengah kekacauan itu, kehadiran Landzaat memberikan sedikit struktur. Fred Grim membutuhkan tangan kanan yang bisa mengatur detail teknis sekaligus menjaga moral pemain. Landzaat menjalankan peran itu sejak hari pertama.
Apa Makna Langkah Ini?
Mungkin ini pelajaran yang sederhana: sepak bola tidak menunggu siapa pun. Landzaat melangkah cepat, Ajax bergerak menata ulang, dan publik hanya bisa mengikuti perubahan itu dari jauh.
Sementara Garuda masih mencari suara dan ritme baru, Landzaat sudah membuka babak berikutnya dalam kariernya.
Pertanyaannya sekarang sederhana namun menggigit, jika Landzaat sudah melanjutkan langkahnya, kapan giliran Timnas Indonesia membuka halaman barunya?. @teguh





