Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Kolam Air Panas Hilang

by dimas
Desember 21, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Objek Wisata Guci di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, berubah drastis pada Sabtu siang hingga sore (20/12/2025). Banjir bandang menerjang kawasan wisata air panas tersebut, merusak fasilitas utama dan memaksa pengelola menghentikan seluruh aktivitas wisata.

Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerusakan yang ditinggalkan cukup parah dan berdampak langsung pada sektor pariwisata serta ekonomi warga sekitar.

Hujan Lebat Dorong Sungai Meluap

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Guci sejak siang hari. Debit air sungai meningkat tajam dan meluap ke area wisata.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi mendorong aliran sungai meluap dan menerjang kawasan Wisata Guci, tepatnya di Objek Wisata Air Panas Pancuran 13,” ujar Bergas dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/12/2025).

Air bah yang bercampur lumpur, pasir, dan bebatuan mengalir deras tanpa hambatan. Arus tersebut langsung menghantam fasilitas wisata yang berada di jalur sungai.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Kolam Air Panas Terseret Arus, Jembatan Hilang

Banjir bandang menghancurkan infrastruktur utama yang menjadi daya tarik Pancuran 13. Arus deras menyeret kolam pemandian air panas hingga lenyap dari lokasi semula.

“Banjir menggerus Kolam Air Panas Pancuran 13. Jembatan kecil di area tersebut juga rusak dan hilang. Material lumpur, pasir, serta batu menutup sebagian besar kawasan wisata,” jelas Bergas.

Kerusakan itu membuat area Pancuran 13 tidak lagi aman bagi pengunjung. Petugas langsung mengambil langkah pengamanan.

Petugas Evakuasi Pengunjung, Area Ditutup

BPBD bersama pengelola segera mengevakuasi pengunjung yang masih berada di kawasan wisata saat banjir terjadi. Setelah air surut, petugas mensterilkan lokasi dari aktivitas publik.

“Kami menutup sementara Area Pancuran 13. Petugas mengevakuasi seluruh pengunjung dan memastikan lokasi aman. Saat ini air sudah surut dan tidak ada korban,” ujar Bergas.

Meski kondisi mulai stabil, pihak berwenang tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem lanjutan di kawasan pegunungan.

Pengelola Akui Kerusakan Terparah Sepanjang Pengalaman

Pengelola Pancuran 13 Guci, Zami, mengatakan hujan mulai turun sejak pukul 11.30 WIB dan semakin deras menjelang pukul 14.30 WIB. Sekitar pukul 15.00 WIB, banjir bandang langsung menghantam kawasan wisata.

“Kejadiannya cepat. Tidak ada korban jiwa, tapi kerusakannya sangat parah,” ujar Zami.

Ia menyebut pasir dan bebatuan kini menutupi hampir seluruh area Pancuran 13. Arus sungai menyeret kolam pemandian dan merobohkan jembatan kecil yang biasa dilalui pengunjung.

“Saya menangis melihat kondisinya. Selama mengelola tempat ini, baru kali ini saya melihat kolam pemandian benar-benar hilang,” tuturnya.

Aktivitas Wisata Dihentikan Total

Pengelola memutuskan menutup total Pancuran 13 Guci demi keselamatan pengunjung dan pekerja. Petugas mengosongkan area wisata dan menutup pintu masuk utama dengan pengamanan ketat.

“Kami menutup semuanya. Petugas mengevakuasi pekerja dan pengunjung dari area Pancuran,” tambah Zami.

Penutupan ini langsung berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar yang menggantungkan penghasilan dari sektor wisata.

Alam Mengingatkan Batas

Banjir bandang di Guci kembali memperlihatkan rapuhnya kawasan wisata alam ketika cuaca ekstrem datang tanpa peringatan panjang. Infrastruktur pariwisata yang berdiri di jalur alam terbuka harus berhadapan langsung dengan risiko lingkungan.

Di balik air panas yang menenangkan dan lanskap pegunungan yang menjual, alam menyimpan kekuatan yang tak bisa dinegosiasikan. Saat hujan turun tanpa kompromi, status “ikon wisata” pun tak lagi memberi perlindungan. @dimas

Tags: Banjir BandangbencanaBPBDCuaca EkstremjatengPariwisata

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

by Waras
Mei 11, 2026

Dulu banjir datang setahun sekali. Sekarang, banyak kota di Indonesia terasa seperti tinggal menunggu giliran tenggelam. Hujan memang makin ekstrem....

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Komodo dan Otonomi yang Pincang: Siapa Sebenarnya Untung?

Komodo dan Otonomi yang Pincang: Siapa Sebenarnya Untung?

by teguh
April 25, 2026

Taman Nasional Komodo terus menghasilkan uang untuk negara. Wisatawan datang, devisa masuk, PNBP menembus Rp100 miliar. Tapi di balik angka...

Next Post
Libur Akhir Tahun ke Gunungkidul? Ini Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Libur Akhir Tahun ke Gunungkidul? Ini Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id