• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Waspada: Transaksi Online Naik Saat Lebaran, Risiko Phishing Ikut Meningkat

Maret 9, 2026
in Lifestyle, Teknologi
A A
Waspada: Transaksi Online Naik Saat Lebaran, Risiko Phishing Ikut Meningkat

Menjelang libur Lebaran, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan transaksi Online. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Pernah nggak kamu merasa kalau menjelang liburan panjang, semuanya tiba-tiba terasa lebih santai? Promo tiket mulai bermunculan di layar ponsel. Grup keluarga mendadak ramai membahas rencana mudik. Rekan kerja juga mulai menghitung sisa cuti yang bisa dipakai sebelum Lebaran.

Di tengah suasana santai itu, ada pihak lain yang justru bekerja lebih keras. Bukan agen perjalanan. Bukan maskapai. Pelaku kejahatan siber justru melihat momen ini sebagai kesempatan emas.

Saat musim liburan tiba, orang biasanya memesan tiket pesawat, hotel, atau paket perjalanan secara online. Aktivitas digital meningkat tajam, dan di situlah para penipu mulai bergerak.

Ketika Transaksi Online Naik, Kewaspadaan Justru Turun

Fenomena ini sebenarnya sudah sering terjadi. Perusahaan teknologi Microsoft mencatat bahwa lonjakan aktivitas digital saat musim liburan sering diikuti dengan turunnya kewaspadaan pengguna.

Menurut National Technology Officer Microsoft Indonesia, Panji Wasmana, pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan situasi tersebut untuk menjalankan berbagai modus penipuan.

Biasanya mereka menyamar sebagai layanan yang sudah dikenal luas, seperti agen perjalanan, hotel, atau platform pemesanan tiket.

Korban kemudian menerima email, pesan singkat, atau tautan yang terlihat sangat meyakinkan. Namun di balik tampilan yang rapi itu, terdapat jebakan digital.

Tautan tersebut sering mengarah ke halaman phishing, yaitu situs palsu yang dirancang untuk mencuri data login, informasi akun, atau bahkan data pribadi. Tim keamanan Microsoft Threat Intelligence juga menemukan teknik baru bernama ClickFix.

Teknik ini bekerja dengan cara membuat halaman login atau captcha palsu yang tampak normal. Setelah itu, sistem meminta pengguna melakukan tindakan tertentu di perangkat mereka.

Tanpa disadari, langkah kecil tersebut justru memicu unduhan malware yang dapat mencuri data atau membuka akses perangkat korban.

Peneliti keamanan pertama kali menemukan metode ClickFix pada Februari 2025, dan sejak saat itu serangan serupa mulai muncul di berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara.

Kenapa Penipuan Digital Ramai Saat Liburan?

Kalau dipikir-pikir, waktunya memang sangat pas. Liburan membuat banyak orang lebih emosional dan lebih terburu-buru.

Sebagian orang ingin segera mendapatkan tiket murah. Yang lain takut kehabisan promo hotel. Banyak juga yang ingin menyelesaikan rencana perjalanan secepat mungkin.

Dalam kondisi seperti itu, otak sering memilih keputusan cepat daripada memeriksa detail.

Psikolog menyebut pola ini sebagai cognitive shortcut, yaitu kecenderungan manusia mengambil keputusan instan tanpa menganalisis informasi secara mendalam. Pelaku penipuan sangat memahami pola tersebut.

Karena itu mereka sering mengirim pesan yang terasa mendesak, misalnya:

  • “Promo tiket hanya berlaku 10 menit”
  • “Segera konfirmasi pembayaran”
  • “Verifikasi akun Anda sekarang”

Pesan seperti itu memicu rasa panik kecil yang membuat orang langsung menekan link tanpa berpikir panjang.

Di sisi lain, tampilan situs phishing sekarang semakin canggih. Banyak halaman palsu yang tampilannya hampir identik dengan situs resmi.

Form login terlihat normal. Captcha tampak meyakinkan. Bahkan logo perusahaan terlihat asli. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang memasukkan data ke situs palsu.

RelatedPosts

ASUS Bawa AI ke Level Baru: Zenbook S14 OLED Bisa “Mikir Sendiri” Tanpa Internet

AI Sekelas “Doktor” Masuk Saku: Gaya Hidup Baru atau Alarm Diam-Diam?

Cara Menghindari Phishing Saat Libur Lebaran

Walau tekniknya semakin canggih, kamu tetap bisa melindungi diri dengan beberapa langkah sederhana.

Pertama, gunakan layanan resmi. Selalu cek kontak hotel, maskapai, atau agen perjalanan melalui situs resmi mereka.

Kedua, hindari login lewat WiFi publik. Jaringan gratis di tempat umum sering memiliki keamanan yang rendah.

Ketiga, periksa alamat email dengan teliti. Pelaku penipuan sering memakai alamat yang terlihat mirip dengan layanan resmi.

Terakhir, jangan asal klik link. Jika menerima pesan mencurigakan, lebih aman membuka situs resmi secara manual melalui browser.

Langkah-langkah ini terlihat sederhana, tetapi banyak orang sering mengabaikannya. Padahal sebagian besar kasus phishing terjadi karena kesalahan kecil pengguna, bukan karena teknologi yang terlalu rumit.

Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Liburan seharusnya memberi waktu untuk beristirahat dari rutinitas. Namun di era digital, liburan juga berarti aktivitas online meningkat. Banyak orang memesan tiket, membayar hotel, atau merencanakan perjalanan melalui internet.

Semua itu memang terasa praktis. Sayangnya, kemudahan tersebut juga membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber.

Fenomena ini menunjukkan satu hal penting tentang kehidupan digital kita. Teknologi memang membuat hidup lebih nyaman, tetapi pengguna tetap harus menjaga kewaspadaan.

Artinya, bukan hanya perangkat yang perlu semakin pintar. Manusia yang memakainya juga perlu lebih sadar dan lebih hati-hati.

Jadi sebelum buru-buru menekan link promo tiket murah berikutnya, ada baiknya berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri:

Apakah tautan ini benar-benar aman atau justru jebakan digital yang menunggu korban berikutnya?. @teguh


Tags: AkunAsia TenggaraClickFixDigitalHotelIndonesialebaranLiburanMicrosoft Threat IntelligencemodusOnlinePhishingPromoSiberTiketTransaksiVerifikasiwaspada
Next Post
Timnas Indonesia Rilis: 41 Nama Dipanggil Herdman untuk FIFA Series 2026

Timnas Indonesia Rilis: 41 Nama Dipanggil Herdman untuk FIFA Series 2026

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Jalan yang Tidak Pernah Benar-Benar Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedap Malam: Ketika Ogoh-Ogoh Tidak Lagi Sekadar Dibakar, Tapi Mengingatkan Luka yang Belum Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.