Tabooo.id: Film – Kalau ada lowongan kerja bergaji Rp 50 juta per bulan tanpa syarat ribet, kamu bakal mikir dua kali atau langsung kirim CV tanpa baca detail?
Premis itulah yang ditawarkan Warung Pocong, film horor-komedi terbaru produksi Entelekey Media Indonesia bersama Tiger Pictures. Sutradara Bendolt menggarap film ini dan siap menghadirkannya di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 April.
Tiga Pemuda, Satu Keputusan Nekat
Film ini mengikuti kisah tiga pemuda Jakarta: Kartono, Agus, dan Makmur. Hidup mereka sedang berantakan.
Utang mengejar Kartono tanpa ampun. Penipuan menguras tabungan Agus. Investasi bodong menyeret Makmur ke jurang kerugian.
Mereka ingin bangkit, tetapi kondisi justru menekan dari segala arah.
Saat keputusasaan memuncak, seorang pria tua bernama Kusno datang membawa tawaran kerja menjaga warung di desa terpencil bernama Lali Jiwo. Ia menjanjikan gaji Rp 50 juta per bulan. Angka itu terdengar seperti jalan keluar instan.
Tanpa banyak pertimbangan, mereka menerima tawaran tersebut dan berangkat ke desa itu dengan harapan baru.
Harapan yang Berubah Jadi Teror
Setibanya di Lali Jiwo, suasana terasa ganjil. Warung yang mereka jaga menyimpan misteri. Malam terasa lebih panjang. Keheningan terasa lebih berat.
Tak butuh waktu lama, teror mulai menghampiri. Sosok pocong muncul dan mengusik ketenangan mereka. Gangguan demi gangguan memaksa ketiganya menghadapi kenyataan pahit: pekerjaan impian itu berubah jadi mimpi buruk.
Namun film ini tidak membiarkan ketegangan mendominasi sepenuhnya. Para komika yang memerankan tiga tokoh utama aktif melontarkan humor segar di tengah situasi mencekam. Mereka memancing tawa penonton bahkan saat suasana memanas.
Cermin Realita di Balik Tawa
Warung Pocong bukan sekadar cerita tentang hantu. Film ini menyoroti fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
Banyak orang mengejar tawaran instan karena tekanan ekonomi terus menghimpit. Banyak orang percaya janji manis karena mereka ingin keluar dari kesulitan secepat mungkin. Dan sering kali, keputusan tergesa-gesa justru membawa masalah baru.
Melalui perpaduan horor dan komedi, film ini menyentil kebiasaan itu tanpa menggurui. Ia mengajak penonton tertawa, tetapi sekaligus mengingatkan pentingnya berpikir jernih sebelum tergiur nominal fantastis.
Karena kadang, rasa putus asa membuat orang menutup mata terhadap risiko.
Jadi, Masih Tertarik?
Warung Pocong menawarkan hiburan yang ringan, jenaka, sekaligus relevan. Film ini tidak hanya mengejar efek kaget, tetapi juga mengajak penonton bercermin.
Jika suatu hari seseorang menawarkan pekerjaan bergaji besar di tempat asing tanpa proses jelas, apakah kamu langsung percaya? Atau kamu memilih bertanya lebih dulu sebelum melangkah?
Kadang, yang perlu kita jaga bukan cuma warung. Tapi juga kewarasan. @eko





