Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Wali Kota Solo Tindak Tegas Pelaku Perang Sarung Saat Ramadhan

by dimas
Februari 24, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Fenomena perang sarung kembali memicu kekhawatiran masyarakat saat bulan Ramadhan. Selain itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku, khususnya mereka yang datang dari luar kota. Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat Forkopimda dan Lintas Sektoral di Balai Kota Solo, pada Senin (23/2/2026), menjelang perayaan Idulfitri.

Respati menekankan, perang sarung bukan sekadar hiburan remaja. Sebaliknya, aksinya berpotensi melukai warga dan merusak fasilitas publik.

“Yang menonjol adalah perang sarung. Kita akan tindak tegas pelakunya. Analisis kami menunjukkan sebagian besar berasal dari luar Solo,” tegasnya.

Pelaku dari Luar Kota Bikin Warga Waspada

Mayoritas pelaku perang sarung datang dari luar kota. Akibatnya, mereka beraksi di kawasan ramai dan permukiman padat, menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat lokal.

“Ini bukan sekadar lelucon. Mereka bisa melukai orang dan merusak fasilitas publik,” ujar Respati.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Selain itu, beberapa sarung diisi batu kerikil, sehingga meningkatkan risiko cedera serius bagi warga.

Orang Tua Turut Bertanggung Jawab

Respati juga menekankan tanggung jawab orang tua dalam mengawasi anak. Oleh karena itu, pihaknya akan memanggil anak dan orang tua untuk pembinaan bersama.

“Kami sudah mengantongi data sekolah, lalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan kepolisian. Anak dan orang tua akan kami panggil agar bisa membimbing anak secara bersama-sama,” jelasnya.

Strategi ini bertujuan mencegah aksi serupa di masa depan dan memperkuat pengawasan keluarga.

Ancaman Nyata bagi Masyarakat

Perang sarung yang menggunakan batu kerikil atau benda keras lain membuat masyarakat harus tetap waspada. Selain risiko cedera fisik, aksi ini juga mengganggu keamanan lingkungan, terutama selama Ramadhan ketika aktivitas publik meningkat. Respati meminta warga melapor jika melihat tanda-tanda konflik, agar pihaknya bisa segera menindak.

Fenomena perang sarung, yang awalnya dianggap hiburan remaja, kini menunjukkan sisi berbahaya. Sementara itu, Solo, kota budaya yang dikenal damai, harus menghadapi kenyataan bahwa kenakalan sekelompok remaja bisa mengganggu ketenangan publik. Ironisnya, sebagian besar pelaku berasal dari luar kota, sehingga kota yang biasanya tenteram kini menanggung kekacauan. @dimas

Tags: 2026DamaiKeamanan NegaramasyarakatpelakuPencegahanRamadhanRemajarespati ardiSoloTegas

Kamu Melewatkan Ini

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

by Tabooo
Mei 29, 2026

Gerakan anti swapraja Surakarta bukan sekadar penolakan terhadap keraton. Ia lahir dari benturan Republik, feodalisme, ketimpangan agraria, dan kemarahan kelas...

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

by Tabooo
Mei 25, 2026

Surakarta pernah memiliki dasar hukum sebagai daerah istimewa. Namun gejolak politik, konflik elite, dan keputusan pusat membuat status itu membeku...

Revanno dan Ruang Toleransi: Saat Sekolah Agama Tak Lagi Eksklusif

Revanno dan Ruang Toleransi: Saat Sekolah Agama Tak Lagi Eksklusif

by teguh
Mei 18, 2026

Di sebuah sekolah berbasis Islam di Kota Pekalongan, seorang remaja keturunan Tionghoa beragama Katolik justru menemukan ruang yang membuatnya bertumbuh....

Next Post
Polri Pecat Bripda Mesias Siahaya, Tegaskan Disiplin Tanpa Pengecualian

Polri Pecat Bripda Mesias Siahaya, Tegaskan Disiplin Tanpa Pengecualian

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id