Tabooo.id: Entertainment – Ada kalimat yang tidak perlu teriak, tapi tetap menancap lama.
Bukan karena dramatis, melainkan karena jujur. Perasaan itu langsung muncul sejak nada awal “Tak Setara” mengalun. Lagu ini bercerita tentang hubungan yang masih berjalan, tetapi arahnya sudah berbeda. Dua orang berdiri berdekatan, namun menatap masa depan yang tidak lagi sama. Virgoun tidak memaki keadaan. Ia juga tidak mengemis simpati. Ia memilih tenang dan ketenangan itu justru menggigit. Di titik itu, lagu ini mulai bekerja.
Lagu Tentang Hubungan yang Mulai Timpang
Setelah hampir tiga tahun vakum dari karya solo, Virgoun kembali lewat single “Tak Setara”. Ia menggunakan lagu ini sebagai penanda fase baru, baik dalam karier bermusik maupun perjalanan pribadinya.
Virgoun menyebut “Tak Setara” sebagai penutup satu bab dalam hidupnya. Ia memanfaatkan jeda panjang sejak “Saat Kau Telah Mengerti” untuk refleksi dan pendewasaan diri. Proses itu terasa jelas dalam komposisi lagunya. Virgoun menyusun “Tak Setara” dengan sabar dan penuh kontrol.
Lagu ini mengisahkan relasi yang tidak lagi seimbang. Perasaan masih bertahan, tetapi usaha mulai pincang. Harapan berjalan tertatih. Salah satu terus melangkah, sementara yang lain berhenti di tempat.
Virgoun tidak menjual drama patah hati. Ia mengajak pendengarnya menyadari kenyataan.
Relasi Modern dan Kejujuran yang Sering Dihindari
“Tak Setara” berbicara langsung pada realitas anak muda hari ini. Banyak orang bertahan dalam hubungan yang secara status masih aman, tetapi secara emosional sudah melelahkan. Chat tetap jalan. Rutinitas masih utuh. Namun, tujuan hidup perlahan menjauh.
Virgoun menangkap situasi itu tanpa nada menggurui. Ia tidak mencari siapa yang salah. Ia juga tidak mengangkat satu pihak sebagai korban. Ia hanya menyorot satu fakta sederhana: ketimpangan yang dibiarkan akan menggerus hubungan pelan-pelan.
Virgoun menulis lirik lagu ini dengan jujur dan terkendali. Ia memilih diksi yang sederhana, tetapi tepat sasaran. Ia tidak meledakkan emosi. Ia membiarkan perasaan mengendap. Lagu ini terasa seperti teman yang duduk di sampingmu, lalu berkata pelan, “Kalau sudah tidak setara, berhentilah memaksa.”
Video musiknya memperkuat pesan tersebut. Virgoun menggunakan jurnal sebagai simbol perjalanan waktu dan ingatan. Setiap halaman menyimpan cerita. Namun, tidak semua cerita perlu dibuka kembali. Sebagian cukup dikenang, lalu ditutup dengan lapang.
Lagu yang Datang di Waktu yang Tepat
“Tak Setara” hadir di tengah budaya yang sering memuja bertahan tanpa memikirkan kesehatan emosional. Banyak orang menganggap bertahan sebagai bentuk cinta tertinggi. Lagu ini menawarkan sudut pandang lain.
Virgoun menunjukkan bahwa pergi juga bisa menjadi pilihan dewasa. Ia tidak meromantisasi perpisahan. Ia juga tidak mengutuknya. Ia membuka ruang bagi pendengar untuk berdamai dengan akhir dan belajar mendengar diri sendiri.
Di titik ini, “Tak Setara” bukan sekadar lagu tentang hubungan. Lagu ini berbicara tentang keberanian mengambil keputusan jujur, meski terasa sepi.
Dan mungkin, di sanalah bentuk cinta paling matang: tahu kapan harus berhenti. @eko




