Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Upacara HUT RI di Gerbang Sritex: Saat Buruh Masih Menunggu Haknya

by dimas
Agustus 17, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Upacara HUT RI ke-81 di gerbang Sritex menjadi momen eks karyawan menuntut pesangon dan THR yang belum terselesaikan.

Tabooo.id: Sukoharjo – Bendera Merah Putih berkibar di depan gerbang pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, Senin (17/8/2026).

Namun, bagi seratusan eks karyawan yang berdiri di sana, upacara HUT ke-81 RI bukan sekadar seremoni kemerdekaan.

Mereka datang membawa satu tuntutan yang belum selesai hak pekerja.

Solidaritas Eks Karyawan Sritex menggelar upacara di depan pabrik di Jalan K.H. Samanhudi, Jetis, Kabupaten Sukoharjo. Mereka sekaligus menagih pesangon dan tunjangan hari raya (THR) yang hingga kini belum mereka terima.

Momentum kemerdekaan justru membuka luka lama.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

Sebab, ribuan pekerja kehilangan pekerjaan setelah Pengadilan Niaga Semarang memutus Sritex pailit pada Oktober 2024. Pemutusan hubungan kerja massal kemudian terjadi pada Maret 2025.

Di antara mereka ada Indri (45).

Selama 27 tahun, ia bekerja di Sritex. Kini, ia berjualan es teler di pinggir jalan.

“Ya kita selain memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, kita juga berharap hak-hak kita, kita eks-Sritex hak-hak kita segera bisa terselesaikan,” ujar Indri.

Menurut Indri, total pesangon dan THR yang masih menjadi haknya mencapai lebih dari Rp10 juta.

Angka itu mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan nilai bisnis perusahaan besar.

Namun bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan, angka tersebut berarti panjangnya penantian. Ia juga menjadi ukuran sederhana tentang apakah negara benar-benar hadir ketika pekerja kehilangan sumber penghidupan.

Merdeka, tetapi Belum Selesai

Bagi Indri, kemerdekaan tidak otomatis terasa ketika seseorang kehilangan pekerjaan dan masih menunggu hak normatifnya.

“Kalau buruh kita belum merdeka. Ya, karena merdeka itu untuk Indonesia. Ya kita juga merdeka, tapi untuk saat ini kita masih belum merdeka,” katanya.

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun, justru di situlah paradoksnya.

Di satu sisi, Indonesia memperingati kemerdekaan dengan upacara, bendera, dan pidato tentang perjuangan. Di sisi lain, sebagian mantan pekerja masih harus berdiri di depan bekas tempat kerjanya untuk mengingatkan bahwa perjuangan mereka belum selesai.

Indri mengatakan dirinya masih berharap ada titik terang mengenai pembayaran pesangon dan THR.

“Kita masih berharap, menunggu, berjuang menunggu pesangon dan THR itu. Jadi, ya kita merdekanya belum sempurna lah,” ujarnya.

Hak Pekerja Bukan Bonus

Ketua Solidaritas Eks Karyawan Sritex sekaligus Koordinator Aksi, Agus Wicaksono, mengatakan ribuan eks karyawan masih menunggu penyelesaian hak mereka.

Bagi kelompok tersebut, pesangon dan THR merupakan hak normatif yang tidak bisa dinegosiasikan begitu saja.

“Karena bagi kami, hak-hak normatif, pesangon, dan THR adalah harga mati,” kata Agus.

Mereka juga meminta pemerintah merealisasikan rencana yang sebelumnya disampaikan terkait Sritex melalui Danantara.

Namun, tuntutan mereka tidak berhenti pada pemerintah.

Agus juga meminta kurator mempercepat proses pemberesan dengan mempertimbangkan kondisi para mantan pekerja.

Ia menyebut sejumlah mantan pekerja Sritex telah meninggal dunia ketika masih menunggu hak mereka.

“Karena sudah banyak rekan-rekan kita yang sudah meninggal dunia dalam penantian pesangon ini,” ujarnya.

Karena itu, mereka meminta proses penyelesaian hak pekerja tidak terus berjalan tanpa kepastian.

Ini Bukan Sekadar Upacara

Upacara di gerbang Sritex sebenarnya bukan hanya cerita tentang seratusan orang yang memperingati kemerdekaan.

Ini tentang bagaimana makna kemerdekaan berubah ketika seseorang kehilangan pekerjaan, kehilangan pendapatan, tetapi masih harus menunggu hak yang seharusnya diterima.

Para eks pekerja tidak sedang meminta hadiah.

Mereka sedang menagih hak setelah bertahun-tahun bekerja.

Di sinilah persoalannya menjadi lebih besar daripada Sritex.

Sebuah perusahaan bisa bangkrut. Pabrik bisa berhenti beroperasi. Ribuan pekerja bisa terkena PHK.

Tetapi kehidupan pekerja tidak ikut berhenti ketika mesin pabrik dimatikan.

Tagihan tetap datang. Dapur tetap harus menyala. Anak tetap membutuhkan biaya sekolah. Dan kebutuhan sehari-hari tidak mengenal istilah “proses pemberesan”.

Karena itu, waktu menjadi persoalan serius bagi para pekerja.

Setiap bulan yang berlalu bukan sekadar angka dalam kalender. Bagi mereka, itu adalah tambahan waktu menunggu kepastian.

Harapan Agar Tak Berdiri Lagi Tahun Depan

Agus berharap aksi pada 17 Agustus 2026 menjadi aksi terakhir eks karyawan Sritex untuk menagih hak.

“Kita ingin bahwa ini adalah aksi yang terakhir, karena tahun ini kami berharap sudah selesai semuanya,” katanya.

Mereka berharap rencana pemerintah terkait Sritex segera terealisasi. Dengan begitu, penyelesaian hak para pekerja tidak kembali menjadi janji yang harus ditagih pada momentum berikutnya.

Sebab, kemerdekaan tidak cukup dirayakan dengan mengibarkan bendera.

Kemerdekaan juga harus terasa ketika pekerja yang kehilangan pekerjaan masih memiliki kepastian atas haknya.

Di depan gerbang Sritex, Merah Putih memang berkibar.

Tetapi bagi para eks pekerja, perjuangan belum selesai.

Mereka hanya ingin satu hal sederhana pulang dari penantian dengan hak yang akhirnya dibayar.

Dan mungkin, ukuran paling jujur tentang kemerdekaan bukan seberapa meriah upacaranya, melainkan apakah orang yang pernah bekerja untuk negeri ini masih harus berteriak untuk mendapatkan haknya. @dimas

Tags: BuruhEks Karyawan SritexHUT RI 81PesangonSritexsukoharjoTHR

Kamu Melewatkan Ini

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

by dimas
Agustus 21, 2026

Listyo Sigit mengaku siap memimpin demo setelah pensiun jika Desk Ketenagakerjaan Polri tak optimal. Ia meminta komitmen perlindungan buruh tetap...

Ratusan Siswa Tarakanita Ramaikan Karnaval Merdeka

Ratusan Siswa Tarakanita Ramaikan Karnaval Merdeka

by eko
Agustus 21, 2026

Ratusan siswa SD dan SMP Tarakanita Solo Baru menggelar karnaval HUT RI ke-81 dengan pakaian adat dan semangat nasionalisme. Tabooo.id:...

Ayam Tembus Rp42.000, Warga Sukoharjo Minta Harga Distabilkan

Ayam Tembus Rp42.000, Warga Sukoharjo Minta Harga Distabilkan

by dimas
Agustus 20, 2026

Harga daging ayam di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo tembus Rp42.000 per kg. Warga meminta pemerintah segera menstabilkan harga sembako. Tabooo.id:...

Next Post
Dari Biola W.R. Soepratman ke Istana, Lagu Indonesia Pusaka Bergema

Dari Biola W.R. Soepratman ke Istana, Lagu Indonesia Pusaka Bergema

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id