Ratusan siswa SD dan SMP Tarakanita Solo Baru menggelar karnaval HUT RI ke-81 dengan pakaian adat dan semangat nasionalisme.
Tabooo.id: Sukoharjo – Matahari menyengat jalanan Solo Baru. Namun, ratusan siswa SD dan SMP Tarakanita tetap melangkah penuh semangat. Mereka mengenakan pakaian adat, membawa atribut merah putih, dan meneriakkan slogan kemerdekaan sepanjang perjalanan.
SD dan SMP Tarakanita menggelar karnaval untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan ini membawa semangat kemerdekaan keluar dari sekolah dan langsung ke tengah masyarakat.
Para peserta memulai perjalanan dari sekolah di Jalan Nusa Indah 2, Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Mereka kemudian mengelilingi kawasan Perumahan Anggrek Raya sebelum kembali ke sekolah sebagai titik finis.
Panas Jalanan, Semangat Tetap Menyala
Terik matahari tidak mengurangi antusiasme para siswa. Mereka tetap berjalan sambil menunjukkan kostum dan aksesori yang mereka siapkan.
Pakaian adat dari berbagai daerah memberi warna pada barisan karnaval. Atribut merah putih juga memenuhi sepanjang rute perjalanan.
Para siswa tidak hanya berjalan. Mereka menyapa masyarakat dan meneriakkan slogan-slogan kemerdekaan kepada pengguna jalan yang melintas.
Suasana itu membuat peringatan kemerdekaan terasa lebih dekat. Anak-anak membawa semangat Indonesia langsung ke lingkungan sekitar mereka.
Nasionalisme Lewat Kreativitas
Kepala SD Tarakanita Solo Baru, A. Bronto Ary Seno, mengatakan sekolah menggelar kegiatan tersebut untuk memeriahkan HUT RI ke-81. Karnaval juga memberi ruang kepada siswa untuk menunjukkan kreativitas.
“Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan juga mengajak anak-anak menampilkan kreativitas dalam bentuk karnaval,” tutur Ary.
Menurut Ary, sekolah ingin menumbuhkan rasa nasionalisme sejak dini. Karena itu, Tarakanita mengajak siswa mengenal semangat kebangsaan melalui kegiatan yang lebih kreatif.
Anak-anak tidak hanya belajar tentang kemerdekaan di dalam kelas. Mereka merasakan langsung suasananya melalui kostum, penampilan, dan kebersamaan.
Ary juga mengajak wali murid ikut berperan. Ia berharap kegiatan ini mendorong anak-anak dan orang tua untuk terus mengembangkan kreativitas.
“Tujuannya untuk menggerakkan anak-anak dan juga orang tua agar mereka kreatif dan mencintai tanah air dengan karnaval ini,” terangnya.
Pakaian Adat Jadi Daya Tarik
Keunikan karnaval terlihat dari pakaian adat dan aksesori yang dikenakan para siswa. Setiap kelompok berusaha tampil menarik dengan karakter dan kreativitas masing-masing.
Yayasan dan para guru turut menilai penampilan peserta. Mereka memilih performa terbaik berdasarkan kekompakan, kreativitas, kostum, dan aksesori.
SD dan SMP Tarakanita juga memasukkan unsur perlombaan dalam kegiatan tersebut. Para siswa pun berusaha memberikan penampilan terbaik di hadapan guru dan penonton.
Kompetisi memberi warna tambahan. Namun, kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.
Saat Sekolah Membawa Anak-Anak ke Tengah Masyarakat
Ary mengatakan karnaval ini memiliki tujuan yang lebih luas. Sekolah ingin mempererat hubungan antara siswa, wali murid, dan masyarakat.
“Tujuan kami pertama untuk mendekatkan anak-anak, wali murid dan masyarakat serta untuk mempromosikan SD dan SMP Tarakanita Solo Baru,” jelasnya.
Di tengah panas dan riuhnya jalanan, anak-anak mendapat pengalaman yang tidak mereka temukan hanya dari buku pelajaran.
Mereka belajar tampil percaya diri, mereka belajar bekerja sama dan mereka juga melihat langsung keberagaman Indonesia melalui pakaian adat yang mereka kenakan.
Ini bukan sekadar karnaval HUT RI. Ini cara sekolah membawa nasionalisme keluar dari ruang kelas dan menjadikannya pengalaman nyata bagi anak-anak.
Kemerdekaan memang mudah diucapkan. Namun, generasi muda membutuhkan ruang untuk merasakan maknanya, mengekspresikannya, dan mengisinya dengan kreativitas.@eko








