Tabooo.id: Regional – Lonjakan mobilitas menjelang Lebaran mulai terasa di jalur kereta api. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta menambah satu perjalanan kereta api tambahan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Kereta tersebut melayani rute pulang-pergi antara Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Gambir.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya permintaan perjalanan masyarakat yang hendak pulang kampung maupun kembali bekerja setelah Lebaran. Bagi ribuan pemudik yang kesulitan mendapatkan tiket, tambahan perjalanan ini menjadi peluang baru untuk tetap pulang ke kampung halaman.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa KAI mengoperasikan kereta tambahan tersebut untuk memberi lebih banyak pilihan perjalanan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
“KA tambahan Solo Balapan-Gambir ini akan beroperasi mulai 15 hingga 31 Maret 2026. Kami berharap kereta ini dapat menjadi alternatif perjalanan bagi pelanggan yang ingin bepergian antara Solo dan Jakarta selama masa meningkatnya mobilitas menjelang dan setelah Lebaran,” ujar Feni, Minggu (15/3/2026).
Lonjakan Penumpang Mulai Terasa
KAI mencatat peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Selama periode Angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah ini bahkan sudah menembus 51.000 orang.
Angka tersebut memperlihatkan satu hal: tradisi mudik masih menjadi denyut utama pergerakan masyarakat Indonesia setiap tahun. Kota-kota seperti Solo dan Yogyakarta kembali menjadi titik penting arus mobilitas, terutama bagi pekerja yang merantau di Jakarta dan kota besar lainnya.
Karena itu, KAI memutuskan menambah kapasitas perjalanan agar masyarakat tetap memiliki akses transportasi yang aman dan terjangkau.
Formasi Kereta dan Promo Tiket
Kereta tambahan Solo-Gambir ini membawa formasi delapan rangkaian kereta. KAI menyiapkan satu kereta luxury, empat kereta eksekutif, serta tiga kereta ekonomi.
Selain menambah kapasitas kursi, KAI juga menawarkan insentif harga untuk kelas ekonomi. Perusahaan memberikan promo potongan harga hingga 30 persen agar masyarakat tetap dapat mudik dengan biaya yang lebih terjangkau.
Menurut Feni, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat selama musim mudik.
“Selain menambah kapasitas tempat duduk, KAI juga menghadirkan promo diskon hingga 30 persen untuk kelas ekonomi. Dengan begitu, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih hemat, aman, dan nyaman menggunakan kereta api,” tambahnya.
Jadwal Perjalanan Kereta Tambahan
Kereta tambahan tersebut akan melayani dua perjalanan utama setiap hari selama periode operasional.
Kereta tambahan Solo Balapan-Gambir (KA 10923) berangkat dari Stasiun Solo Balapan pada pukul 23.20 WIB dan tiba di Stasiun Gambir pada pukul 07.42 WIB keesokan harinya.
Sementara itu, perjalanan Gambir-Solo Balapan (KA 10960) berangkat dari Stasiun Gambir pada pukul 11.50 WIB dan tiba di Stasiun Solo Balapan pada pukul 20.32 WIB.
Dengan jadwal tersebut, KAI berharap pemudik memiliki alternatif waktu perjalanan yang lebih fleksibel, baik saat berangkat maupun ketika kembali ke kota tempat mereka bekerja.
Tiket Lebaran Mulai Menipis
Di sisi lain, tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta api juga terlihat dari penjualan tiket yang terus meningkat. Hingga pertengahan Maret, KAI mencatat lebih dari 231.000 tiket Angkutan Lebaran di wilayah Daop 6 Yogyakarta telah terjual.
Melihat tren tersebut, KAI mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan memesan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya.
“KAI mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya agar tidak kehabisan tiket,” kata Feni.
Mudik yang Semakin Mahal
Penambahan kereta tambahan memang memberi sedikit ruang bagi pemudik. Namun lonjakan permintaan juga menegaskan satu realitas lama: setiap Lebaran, mobilitas jutaan orang selalu menekan kapasitas transportasi nasional.
Bagi masyarakat kelas pekerja yang menggantungkan mudik pada tiket kereta murah, setiap kursi tambahan berarti peluang untuk pulang. Sebab di Indonesia, mudik bukan sekadar perjalanan tahunan melainkan kebutuhan emosional yang sulit digantikan oleh apa pun. @dimas




