Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Dugaan Teror Aktivis Menguat

by dimas
Maret 16, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kekerasan terhadap aktivis kembali mengguncang ibu kota. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi sasaran serangan air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Serangan terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I-Talang, Kecamatan Senen. Dua pria yang mengendarai satu sepeda motor mendekati Andrie lalu menyiramkan cairan ke arahnya. Polisi kini memburu pelaku sambil mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut kembali memicu kekhawatiran publik terhadap keselamatan aktivis dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Dua Pelaku Mendekat dan Menyerang

Malam itu Andrie mengendarai sepeda motor setelah menyelesaikan aktivitasnya di kawasan Menteng. Ketika melintas di Jalan Talang, dua pria yang menunggangi satu sepeda motor datang dari arah berlawanan lalu mendekatinya.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa kedua pelaku menjalankan peran berbeda dalam aksi tersebut.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

“Pelaku berjumlah dua orang laki-laki yang menggunakan satu sepeda motor. Satu orang mengemudi, sementara yang lain bertindak sebagai eksekutor,” jelas Dimas, Jumat (13/3/2026).

Pengemudi mengenakan kaus putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam. Pria yang duduk di belakang menutupi sebagian wajahnya dengan buff hitam. Ia mengenakan kaus biru tua dan celana panjang yang digulung hingga pendek.

Saat kedua kendaraan berpapasan, pria yang duduk di belakang langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah wajah dan tubuh Andrie.

Korban Berteriak, Warga Segera Menolong

Serangan mendadak itu membuat Andrie berteriak kesakitan. Ia kehilangan kendali atas sepeda motornya lalu terjatuh di jalan. Teriakan tersebut menarik perhatian warga sekitar yang segera mendekat dan menolongnya.

Warga kemudian membawa Andrie ke rumah sakit terdekat agar dokter segera menangani lukanya.

Tim medis menemukan luka bakar pada beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, dada, dan wajah. Cairan tersebut juga mengenai area mata sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi penglihatannya.

“Korban mengalami luka bakar di tangan kanan dan kiri, muka, serta dada. Bagian mata juga terkena cairan tersebut,” ujar Dimas.

Indikasi Pengintaian Sebelum Serangan

Sejumlah pihak menilai serangan ini tidak terjadi secara spontan. Beberapa temuan menunjukkan adanya pengintaian terhadap aktivitas Andrie beberapa hari sebelum kejadian.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur, mengatakan timnya menemukan indikasi kuat adanya pemantauan.

“Kami memiliki bukti bahwa seseorang mengikuti Andrie sejak beberapa hari sebelumnya. Mereka memantau pergerakannya dari rumah, mess, hingga tempat yang ia kunjungi,” ujar Isnur di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat.

Rekaman kamera pengawas juga memperlihatkan beberapa orang yang mengikuti aktivitas Andrie di sejumlah lokasi.

Pada hari kejadian, Andrie baru saja menyelesaikan rekaman podcast bertema militerisme di kantor YLBHI sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu ia mengisi bahan bakar di kawasan Cikini sebelum melanjutkan perjalanan menuju mess KontraS di Menteng.

Serangan terjadi ketika ia berada di tengah perjalanan pulang.

Novel Baswedan: Polanya Mengarah pada Upaya Pembunuhan

Mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, menilai serangan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi mematikan.

Menurut Novel, pelaku sengaja menyasar wajah korban sehingga dampaknya bisa sangat fatal.

“Kalau air keras mengenai wajah, korban bisa gagal napas dan berpotensi meninggal dunia,” ujar Novel dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Jumat (13/3/2026).

Novel yang pernah mengalami serangan serupa juga menilai pola serangan tersebut menunjukkan adanya perencanaan.

“Saya meyakini serangan ini terorganisir. Cara pelaku bergerak dan menyerang menunjukkan adanya perencanaan,” tambahnya.

Presiden Perintahkan Polisi Mengusut Tuntas

Kasus ini segera menarik perhatian pemerintah. Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan aparat untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh.

“Saya menerima perintah langsung dari Presiden untuk mengusut kasus ini secara profesional dan transparan,” ujar Sigit, Minggu (15/3/2026).

Polri kini menelusuri berbagai petunjuk, mengumpulkan informasi dari lapangan, serta membuka posko pengaduan agar masyarakat dapat menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kasus ini.

Kekerasan terhadap Aktivis Kembali Menjadi Sorotan

Serangan terhadap Andrie kembali mengingatkan publik pada risiko yang dihadapi para aktivis di Indonesia. Banyak pihak menilai ancaman terhadap pembela hak asasi manusia masih nyata.

Bagi para aktivis, teror semacam ini bukan sekadar serangan terhadap individu. Aksi tersebut juga dapat menjadi pesan intimidasi terhadap kerja advokasi dan kritik terhadap kekuasaan.

Jika aparat tidak segera mengungkap pelaku, publik kemungkinan kembali mempertanyakan kemampuan negara dalam melindungi warga yang bersuara kritis di ruang demokrasi. Dalam negara hukum, kritik seharusnya dijawab dengan argumen bukan dengan kekerasan. @dimas

Tags: AktivisAndrie YunusDaruratHak Asasi ManusiaJakartaKasusKeamanan NegarakekerasanKontraSKriminal & HukumNasionalPenegakan

Kamu Melewatkan Ini

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

by dimas
Oktober 16, 2026

Dugaan korupsi dana darurat BNPB memicu sorotan terhadap perlindungan warga dan hak atas lingkungan sehat. Rieke mendesak pengusutan hingga ke...

Munir di Malioboro: 22 Tahun Berlalu, Pertanyaan Belum Selesai

Munir di Malioboro: 22 Tahun Berlalu, Pertanyaan Belum Selesai

by dimas
September 25, 2026

Munir di Malioboro menghidupkan kembali ingatan tentang perjuangan HAM, 22 tahun setelah kematiannya dan pertanyaan hukum yang belum selesai. Tabooo.id...

50 Ribu Buruh Turun ke Jakarta, RUU Ketenagakerjaan Jadi Tuntutan

50 Ribu Buruh Turun ke Jakarta, RUU Ketenagakerjaan Jadi Tuntutan

by dimas
September 24, 2026

50 ribu buruh turun ke Jakarta membawa 11 tuntutan, dengan RUU Ketenagakerjaan menjadi sorotan utama dalam aksi 24 September 2026....

Next Post
Perang Iran-AS Guncang Pasar Energi, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dollar

Perang Iran-AS Guncang Pasar Energi, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dollar

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id