• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Entertainment

The Last of Us dan Harga Emosional Bertahan Hidup

Desember 21, 2025
in Entertainment, Game
A A
The Last of Us dan Harga Emosional Bertahan Hidup

The last of us game. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo: Game – Pada awalnya, dunia memang sudah runtuh. Namun, yang benar-benar hancur justru perasaan manusia di dalamnya. The Last of Us bukan game yang berteriak lewat ledakan atau monster. Sebaliknya, ia berjalan pelan, menatap mata pemain, lalu bertanya: “Seberapa jauh kamu mau melangkah demi orang yang kamu sayangi?”

Amerika Setelah Akhir Dunia, dan Manusia yang Tidak Pernah Selesai

Di satu sisi, Amerika pasca-pandemi Cordyceps tampak kosong dan mati. Namun di sisi lain, dunia ini justru penuh emosi yang belum selesai. Kota-kota runtuh, alam mengambil alih, dan hukum lama tak lagi berlaku. Karena itu, Joel dan Ellie bertemu bukan karena takdir besar, melainkan karena kebutuhan paling dasar: tidak sendirian.

Bukan Zombie yang Menakutkan, Tapi Pilihan Manusia

Memang, infeksi Cordyceps menciptakan teror visual. Namun, ancaman sesungguhnya datang dari manusia itu sendiri. Sementara zombie hanya mengikuti naluri, manusia justru berpikir, menimbang, dan memilih. Alhasil, setiap keputusan terasa berat. Kekerasan pun tidak pernah heroik; sebaliknya, ia terasa mahal dan meninggalkan bekas emosional.

Trauma, Generasi yang Hilang, dan Relevansi Anak Muda

Di satu titik, Joel menjadi representasi generasi yang bertahan hidup dengan menutup perasaan. Sementara itu, Ellie mencerminkan generasi muda yang tumbuh di dunia rusak, namun masih berani berharap. Karena itu, hubungan mereka terasa relevan bagi anak muda hari ini yang hidup di tengah ketidakpastian, kecemasan, dan rasa takut kehilangan.

RelatedPosts

Dilan ITB 1997: Antara Nostalgia dan Realita yang Nyelekit

Riot Games Rilis Miks, Agent Valorant yang Membawa Beat ke Medan Tempur

PS5 Membuat Emosi Lebih Dekat dan Menekan

Selain cerita, versi PS5 juga memperkuat pengalaman emosional. Misalnya, ekspresi wajah yang lebih detail dan AI musuh yang lebih responsif membuat dunia terasa hidup. Bahkan, keheningan kini memiliki peran penting. Akibatnya, ketegangan tidak selalu datang dari pertempuran, melainkan dari sunyi yang menekan.

Cinta, Moral, dan Konsekuensi yang Tidak Pernah Netral

Pada akhirnya, The Last of Us menolak jawaban sederhana. Ia tidak memaksa pemain memilih benar atau salah. Sebaliknya, game ini menunjukkan bahwa cinta bisa menjadi perlindungan sekaligus pembenaran. Karena itu, setiap tindakan selalu membawa konsekuensi baik bagi dunia, maupun bagi diri sendiri.

Penilaian Akhir

Tabooo banget.
Bukan hanya karena ceritanya emosional, tetapi karena keberaniannya jujur. Pada akhirnya, game ini tidak menjanjikan dunia yang lebih baik, melainkan mengajak pemain menerima luka sebagai bagian dari hidup. @eko

Tags: bertahan hidupGamegame ps5Last of usnews gamezombie
Next Post
OTT Rasa GTA: Jaksa Kabur dan Tabrak Petugas

OTT Rasa GTA: Jaksa Kabur dan Tabrak Petugas

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.