Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

The Last of Us dan Harga Emosional Bertahan Hidup

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Game
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo: Game – Pada awalnya, dunia memang sudah runtuh. Namun, yang benar-benar hancur justru perasaan manusia di dalamnya. The Last of Us bukan game yang berteriak lewat ledakan atau monster. Sebaliknya, ia berjalan pelan, menatap mata pemain, lalu bertanya: “Seberapa jauh kamu mau melangkah demi orang yang kamu sayangi?”

Amerika Setelah Akhir Dunia, dan Manusia yang Tidak Pernah Selesai

Di satu sisi, Amerika pasca-pandemi Cordyceps tampak kosong dan mati. Namun di sisi lain, dunia ini justru penuh emosi yang belum selesai. Kota-kota runtuh, alam mengambil alih, dan hukum lama tak lagi berlaku. Karena itu, Joel dan Ellie bertemu bukan karena takdir besar, melainkan karena kebutuhan paling dasar: tidak sendirian.

Bukan Zombie yang Menakutkan, Tapi Pilihan Manusia

Memang, infeksi Cordyceps menciptakan teror visual. Namun, ancaman sesungguhnya datang dari manusia itu sendiri. Sementara zombie hanya mengikuti naluri, manusia justru berpikir, menimbang, dan memilih. Alhasil, setiap keputusan terasa berat. Kekerasan pun tidak pernah heroik; sebaliknya, ia terasa mahal dan meninggalkan bekas emosional.

Trauma, Generasi yang Hilang, dan Relevansi Anak Muda

Di satu titik, Joel menjadi representasi generasi yang bertahan hidup dengan menutup perasaan. Sementara itu, Ellie mencerminkan generasi muda yang tumbuh di dunia rusak, namun masih berani berharap. Karena itu, hubungan mereka terasa relevan bagi anak muda hari ini yang hidup di tengah ketidakpastian, kecemasan, dan rasa takut kehilangan.

PS5 Membuat Emosi Lebih Dekat dan Menekan

Selain cerita, versi PS5 juga memperkuat pengalaman emosional. Misalnya, ekspresi wajah yang lebih detail dan AI musuh yang lebih responsif membuat dunia terasa hidup. Bahkan, keheningan kini memiliki peran penting. Akibatnya, ketegangan tidak selalu datang dari pertempuran, melainkan dari sunyi yang menekan.

Ini Belum Selesai

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

Cinta, Moral, dan Konsekuensi yang Tidak Pernah Netral

Pada akhirnya, The Last of Us menolak jawaban sederhana. Ia tidak memaksa pemain memilih benar atau salah. Sebaliknya, game ini menunjukkan bahwa cinta bisa menjadi perlindungan sekaligus pembenaran. Karena itu, setiap tindakan selalu membawa konsekuensi baik bagi dunia, maupun bagi diri sendiri.

Penilaian Akhir

Tabooo banget.
Bukan hanya karena ceritanya emosional, tetapi karena keberaniannya jujur. Pada akhirnya, game ini tidak menjanjikan dunia yang lebih baik, melainkan mengajak pemain menerima luka sebagai bagian dari hidup. @eko

Tags: Game

Kamu Melewatkan Ini

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

by eko
Mei 12, 2026

GTA 6 akhirnya semakin dekat. Tapi yang datang bukan cuma game baru melainkan proyek raksasa yang mulai mengubah wajah industri...

Vivo T5 Series: Gaya Hidup  atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

Vivo T5 Series: Gaya Hidup atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

by teguh
Mei 8, 2026

Kalau dulu smartphone cuma alat komunikasi, sekarang ceritanya berbeda. Pada 29/04/2026, vivo Indonesia resmi merilis Vivo T5 Series. Namun, lebih...

Saat Smartwatch Tak Lagi Buat Lari, Tapi Buat Push Rank

Saat Smartwatch Tak Lagi Buat Lari, Tapi Buat Push Rank

by teguh
Mei 8, 2026

Dulu orang memakai smartwatch untuk menghitung langkah, membakar kalori, atau membaca notifikasi rapat. Kini perannya bergeser. Infinix membawa jam pintar...

Next Post
OTT Rasa GTA: Jaksa Kabur dan Tabrak Petugas

OTT Rasa GTA: Jaksa Kabur dan Tabrak Petugas

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id