Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Thailand-Kamboja Sepakat Akhiri Konflik dengan Gencatan Senjata

by dimas
Desember 28, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Setelah berminggu-minggu terjebak dalam bentrokan mematikan di perbatasan, Thailand dan Kamboja akhirnya menahan pelatuk senjata. Kedua negara menyepakati gencatan senjata pada Sabtu (27/12/2025), sekaligus menghentikan konflik yang menewaskan puluhan orang dan memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka.

Kesepakatan itu tertuang dalam pernyataan bersama Komite Perbatasan Khusus yang dikeluarkan pemerintah Kamboja. Melalui dokumen tersebut, Thailand dan Kamboja sepakat menghentikan seluruh bentuk permusuhan mulai Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 12.00 waktu setempat.

“Kedua belah pihak sepakat untuk segera melakukan gencatan senjata setelah penandatanganan pernyataan bersama ini,” bunyi pernyataan resmi yang dikutip AFP.

Senjata Dihentikan, Perlindungan Warga Sipil Dikedepankan

Gencatan senjata ini tidak hanya menghentikan tembakan militer. Thailand dan Kamboja juga berkomitmen menghentikan seluruh serangan terhadap warga sipil, infrastruktur publik, dan objek non-militer di sepanjang wilayah perbatasan.

Kesepakatan ini muncul setelah saling tuding terus mewarnai konflik. Kamboja sebelumnya menuduh jet tempur Thailand menjatuhkan puluhan bom saat negosiasi damai berlangsung. Thailand membantah tudingan itu dan justru menuding Kamboja lebih dulu menyerang wilayah sipilnya.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Di tengah perang klaim tersebut, warga sipil tetap menanggung dampak paling berat.

Konflik Lama yang Kembali Meledak

Bentrok terbaru Thailand-Kamboja pecah sejak 7 Desember 2025. Konflik ini berakar pada sengketa lama mengenai garis demarkasi perbatasan sepanjang sekitar 800 kilometer, peninggalan era kolonial, serta perebutan kepemilikan sejumlah candi kuno di kawasan perbatasan.

Ketegangan yang lama membeku itu kembali berubah menjadi kekerasan terbuka. Pasukan dari kedua negara terlibat kontak senjata, sementara wilayah sipil ikut terseret ke dalam konflik.

Hingga kini, bentrokan tersebut menewaskan sedikitnya 44 orang, termasuk tentara dan warga sipil. Konflik ini juga memaksa sekitar 900.000 orang mengungsi, meninggalkan rumah, lahan pertanian, dan sumber penghidupan mereka.

Dorongan Regional dan Peran Diplomasi ASEAN

Kesepakatan gencatan senjata ini lahir dari tekanan diplomatik regional. Para menteri luar negeri Asia Tenggara sebelumnya berkumpul di Malaysia pada Senin (22/12/2025) untuk mendorong penghentian konflik Thailand-Kamboja.

Pertemuan itu membuka jalan bagi dialog lanjutan. Thailand dan Kamboja kemudian menggelar dua pertemuan bilateral sebelum akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Meski demikian, proses menuju perdamaian tidak berjalan mulus. Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, sempat menyuarakan keraguan terhadap gencatan senjata yang hanya bersifat deklaratif.

“Posisi kami jelas. Gencatan senjata tidak lahir dari pengumuman, tetapi dari tindakan nyata,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya, ketika deklarasi damai dinilai terlalu terburu-buru dan sarat kepentingan politik internasional, termasuk tekanan waktu menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump.

Warga Perbatasan Menanggung Dampak Terberat

Di balik diplomasi dan pernyataan resmi, warga perbatasan tetap menjadi kelompok paling terdampak. Konflik membuat petani kehilangan lahan, anak-anak terpaksa berhenti sekolah, dan aktivitas ekonomi lokal lumpuh.

Gencatan senjata memang membuka harapan, tetapi trauma dan ketidakpastian masih membayangi. Banyak warga memilih bertahan di pengungsian karena belum sepenuhnya yakin senjata benar-benar akan diam.

Diamnya Senjata Bukan Akhir Cerita

Gencatan senjata Thailand-Kamboja menutup satu bab kekerasan, tetapi membuka ujian yang lebih sulit menjaga perdamaian tetap bertahan. Menghentikan tembakan bisa terjadi dalam hitungan jam, tetapi membangun kepercayaan membutuhkan waktu jauh lebih lama.

Jika senjata kembali berbicara, korban pertamanya bukanlah ambisi politik, melainkan kehidupan warga biasa. Di kawasan yang kerap membanggakan stabilitas regional, perdamaian sejati seharusnya tidak berhenti pada tanda tangan di atas kertas. @dimas

Tags: ASEANAsia Tenggaragencatan senjatakambojaKonflik DuniaKrisis GlobalPerbatasanPerlindunganStabilitas

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Merapi Kembali Bergejolak, Awan Panas Meluncur hingga 2 Km

Merapi Kembali Bergejolak, Awan Panas Meluncur hingga 2 Km

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id