Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Thailand–Kamboja Memanas Dua Tetangga RI Kian Rapuh

by teguh
Desember 12, 2025
in Global
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja kembali meledak. Suara dentuman terdengar hingga ke kompleks kuil berusia ratusan tahun. Batas negara yang dulu hanya garis tipis di peta berubah menjadi arena perang terbuka jet, tank, hingga drone melintas tanpa henti.

Korban Tewas Bertambah, Warga Lari Tanpa Arah

Otoritas kedua negara melaporkan 20 orang tewas sejak baku tembak kembali muncul pekan lalu. Sementara itu, sekitar 600.000 warga terpaksa meninggalkan rumah, sebagian besar berasal dari Thailand. Mereka berbondong-bondong menuju barak darurat demi mencari perlindungan.

Kamboja mengumumkan bahwa lebih dari 192.000 orang telah mereka evakuasi. Thailand mencatat jumlah lebih besar 400.000 warga kabur dari zona berbahaya sebelum suara tembakan semakin dekat dengan permukiman.

Dua negara tetangga dekat Indonesia itu kembali terjebak konflik lama sengketa perbatasan sepanjang 800 kilometer, lengkap dengan klaim kuil-kuil kuno yang tak pernah selesai sejak era kolonial.

Konflik Terburuk Setelah Gencatan Senjata Buyar

Bentrokan kali ini menjadi yang paling mematikan sejak perang lima hari pada Juli lalu. Padahal, Oktober kemarin kedua negara sempat menyetujui gencatan senjata setelah dorongan kuat dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun kesepakatan itu runtuh sebelum benar-benar mengering.

Ini Belum Selesai

Bahasa Prancis Wajib di Sekolah? Saat Diplomasi Masuk ke Ruang Kelas

Amerika Serikat Serang Iran Lagi: Perdamaian Tinggal Formalitas?

“Saya hanya ingin pulang dan bertani lagi,” ujar Rat, pria 61 tahun yang melarikan diri bersama delapan anggota keluarganya.

Chae Yeang, perempuan 88 tahun, menyuarakan hal yang sama. “Saya ingin perang berhenti besok. Itu saja.”

Suara warga ini menggambarkan satu hal: perang perbatasan tidak hanya soal klaim sejarah, tetapi soal hidup yang tercerabut tanpa pilihan.

Trump Kembali Ikut Campur, Tapi Belum Bergerak

Trump kembali membuka suara. Ia menyatakan siap berbicara dengan kedua pemimpin untuk menghentikan eskalasi, bahkan mengklaim pernah “menyelesaikan konflik ini sekali.”

“Saya bisa membuat mereka berhenti bertempur,” ucapnya penuh percaya diri.

Namun Gedung Putih segera mengoreksi. Juru bicara Karoline Leavitt menegaskan bahwa Trump belum melakukan panggilan apa pun, meski pemerintah AS terus memantau krisis di level tertinggi.

Siapa Untung, Siapa Rugi?

Di balik drama politik, siapa yang untung? Industri pertahanan mendapat permintaan tinggi. Pihak militer kedua negara memperkuat posisi politiknya.

Dan siapa yang rugi? Rakyat, yang meninggalkan rumah, ladang, dan masa depannya.
Ekonomi kawasan, yang kembali goyah akibat instabilitas di dua negara kunci Indochina.

Pada akhirnya, perbatasan hanyalah garis buatan manusia. Tapi ketika garis itu berubah menjadi medan tempur, justru manusia yang paling cepat menghilang di balik debu perang. @teguh

Tags: EskalasiEvakuasiGedung PutihkambojaKonflik DuniamemanasMiliterperang

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

by jeje
Mei 18, 2026

“Papua bukan soal keamanan semata. Papua adalah soal keadilan, sejarah, dan rasa dipercaya.” Kalimat itu terus muncul dalam diskusi para...

Next Post
SEA Games: Dwi Ani Retno Wulan Menyala Persembahkan Emas

Klasemen Medali SEA Games 2025: Indonesia Tertahan, Vietnam Melesat

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id