Tabooo.id: Regional – Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi Solo meningkatkan kesiapan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Mereka memprediksi jumlah armada bus yang masuk ke Kota Solo akan melonjak hingga 40 persen dibandingkan hari biasa. Tingginya mobilitas masyarakat yang bersiap pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri mendorong potensi kenaikan tersebut.
Pantauan Tabooo.id di lapangan menunjukkan aktivitas terminal masih berjalan normal. Arus penumpang juga masih relatif landai meskipun periode mudik mulai mendekat. Petugas terminal terus memantau kedatangan dan keberangkatan bus guna mengantisipasi peningkatan jumlah pemudik dalam beberapa hari ke depan.

Staf Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Terminal Tirtonadi, Muhammad Adrik Satrio Laksono, menyebut kondisi terminal hingga saat ini masih terkendali.
“Untuk hari ini pergerakan penumpang masih relatif landai. Kami belum melihat peningkatan jumlah pemudik yang signifikan. Sesuai prediksi, lonjakan biasanya mulai terasa mendekati Lebaran, terutama sekitar H-4,” ujar Adrik saat ditemui di Terminal Tirtonadi, Sabtu (14/3/2026).
Pada hari biasa, aktivitas terminal mencatat sekitar 1.400 unit bus keluar-masuk setiap hari. Pengelola terminal memperkirakan jumlah tersebut akan meningkat tajam ketika arus mudik mendekati puncaknya.
Adrik memperkirakan peningkatan penumpang mulai terlihat pada 16 hingga 19 Maret 2026. Periode ini bertepatan dengan kedatangan sejumlah armada program mudik gratis yang menuju Kota Solo.
Program Mudik Gratis Dorong Lonjakan Penumpang
Terminal Tirtonadi tidak hanya melayani bus reguler. Berbagai instansi pemerintah juga akan mengirim puluhan armada dalam program mudik gratis. Program ini akan membawa ribuan pemudik dari wilayah Jabodetabek menuju Solo dan daerah sekitarnya.
Rombongan pertama dijadwalkan tiba pada 17 Maret 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirim 53 unit bus penumpang serta empat truk pengangkut sepeda motor untuk mengangkut para pemudik.
Selain itu, Kementerian Perhubungan RI menyiapkan 40 unit bus dan tiga truk pengangkut sepeda motor untuk melayani perjalanan pemudik menuju berbagai kota di Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Bogor dan sejumlah instansi lain juga mengirim armada tambahan dalam periode yang sama.
Kedatangan ratusan kendaraan tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas Terminal Tirtonadi secara signifikan dalam waktu singkat.
Posko Mudik dan Ramp Check Bus
Pengelola Terminal Tirtonadi juga memperkuat pengawasan operasional untuk menghadapi lonjakan penumpang. Mereka membuka posko mudik guna memantau pergerakan penumpang selama periode Lebaran.
Petugas terminal secara rutin memeriksa setiap armada bus yang keluar dan masuk terminal. Mereka mengecek kondisi kendaraan melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check untuk memastikan bus siap beroperasi.
“Dari Terminal Tirtonadi kami sudah menyiapkan posko mudik untuk memantau pergerakan penumpang. Selain itu, petugas juga rutin melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check untuk memastikan seluruh armada bus dalam kondisi aman beroperasi,” pungkas Adrik.
Selain memeriksa kendaraan, petugas kesehatan juga mengecek kondisi para pengemudi bus. Mereka memastikan setiap sopir dalam kondisi sehat sebelum menjalankan perjalanan jarak jauh selama masa mudik.
Terminal Tirtonadi selama ini menjadi salah satu simpul transportasi penting di Jawa Tengah bagian selatan. Banyak pemudik turun di Solo sebelum melanjutkan perjalanan menuju berbagai daerah di Solo Raya, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Ketika arus mudik mencapai puncaknya, ribuan orang akan bergerak pulang hampir dalam waktu yang bersamaan. Pada momen itulah Terminal Tirtonadi berubah menjadi gerbang perjalanan pulang tempat para perantau memulai langkah terakhir menuju rumah dan keluarga mereka. @dimas




