Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tanjakan Clongop Ambrol, Akses Ekonomi Klaten-Gunungkidul Tersendat

by dimas
Maret 4, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Hujan deras kembali mengguncang perbukitan Gedangsari dan memicu longsor di Tanjakan Clongop, Gunungkidul, Rabu (4/3/2026). Tebing setinggi sekitar 25 meter runtuh dan menjatuhkan batu besar serta tanah ke badan jalan provinsi yang menghubungkan Klaten, Jawa Tengah, dengan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Material longsoran menutup hampir seluruh tanjakan dan menghentikan arus lalu lintas sejak Selasa (3/3/2026) malam.

Petugas langsung menutup jalur tersebut demi keselamatan pengendara. Polisi kemudian mengalihkan arus ke rute alternatif agar mobilitas warga tetap berjalan.

Kapolsek Gedangsari AKP Tri Hartanto meminta pengendara dari Klaten menuju Gunungkidul melewati jalur Sampang. Sebaliknya, warga dari arah Gunungkidul bisa masuk melalui Jelok. Meski kendaraan roda empat masih bisa melintas, Tri mengingatkan medan alternatif cukup ekstrem.

“Tanjakan dari Klaten tinggi, sedangkan dari Gunungkidul turunannya curam. Pengendara harus lebih berhati-hati,” ujarnya.

Jalur Ekonomi Tersendat

Tanjakan Clongop memegang peran penting bagi aktivitas ekonomi lintas kabupaten. Setiap hari, pedagang, petani, dan pekerja melintasi jalur ini untuk mengirim hasil panen dan menjalankan usaha. Ketika longsor menutup akses utama, mereka harus memutar lebih jauh dan mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar serta waktu tempuh.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Kondisi ini paling terasa bagi pelaku usaha kecil dan pekerja harian. Mereka tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti jalur memutar yang lebih berat. Jika situasi berlarut, distribusi barang bisa melambat dan harga kebutuhan pokok berpotensi naik di tingkat lokal.

Petugas Berpacu dengan Waktu

Di lokasi kejadian, personel TNI, Polri, BPBD, dan Bina Marga Dinas PUPESDM DIY langsung membersihkan material dengan peralatan manual. Mereka memecah batu besar, memindahkan tanah, dan membuka akses sedikit demi sedikit. Hingga Rabu siang, tim terus bekerja agar kendaraan bisa kembali melintas secepat mungkin.

Namun pekerjaan tidak ringan. Batu berukuran besar dan volume tanah yang tebal memperlambat proses pembersihan. Karena itu, aparat belum bisa memastikan kapan jalur kembali normal.

Titik Rawan yang Berulang

Longsor di Clongop bukan kejadian baru. Pada Maret 2025, tebing di lokasi yang sama juga runtuh dalam skala besar. Artinya, kawasan ini menyimpan risiko geologis yang serius. Meski pemerintah membangun ulang tanjakan tersebut pada akhir 2024, kontur tanah perbukitan tetap menuntut penguatan struktur dan sistem drainase yang lebih maksimal.

Peristiwa ini menegaskan satu hal membangun jalan di wilayah rawan tidak cukup hanya mengaspal dan memperlebar tanjakan. Pemerintah harus memperkuat tebing, mengontrol aliran air, dan memetakan risiko secara berkala. Jika tidak, hujan deras berikutnya bisa kembali melumpuhkan akses vital.

Untuk saat ini, warga hanya bisa bersabar dan menyesuaikan rute perjalanan. Sementara itu, longsor Clongop kembali mengingatkan bahwa infrastruktur di daerah rawan bencana memerlukan perhatian berkelanjutan bukan sekadar proyek selesai lalu dianggap tuntas. @dimas

Tags: bencanaDaerahDistribusiDIYGunungkidulInfrastrukturJalurKlatenlongsorMitigasi

Kamu Melewatkan Ini

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau badan PBB mulai melirik Ibu Kota Nusantara (IKN) bahkan IKN dipuji dunia, apa itu bikin kamu lebih yakin proyek...

IKN Dilihat PBB: Validasi Global atau Diplomasi Basa-Basi?

IKN Dilihat PBB: Validasi Global atau Diplomasi Basa-Basi?

by teguh
Mei 10, 2026

Panas siang di Nusantara belum surut ketika rombongan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasuki Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Di tengah kritik...

PBB Mulai Melirik IKN, Sinyal Dunia Percaya Nusantara?

PBB Mulai Melirik IKN, Sinyal Dunia Percaya Nusantara?

by teguh
Mei 10, 2026

PBB mulai melirik IKN, Selama ini IKN ramai diperdebatkan di dalam negeri. Tapi kini, mata dunia mulai datang melihat langsung....

Next Post
Iran Minta Dukungan, Jusuf Kalla Singgung Peran Diplomasi Prabowo

Iran Minta Dukungan, Jusuf Kalla Singgung Peran Diplomasi Prabowo

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id