Selasa, April 7, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Tanggul Jebol, Demak Tenggelam: Bencana Alam atau Kelalaian?

April 5, 2026
in News, Regional
A A
Tanggul Jebol, Demak Tenggelam: Bencana Alam atau Kelalaian?

Foto udara menunjukkan kondisi jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Banjir besar menerjang Kabupaten Demak pada Jumat (3/4/2026) pagi. Air bergerak cepat dan langsung merendam permukiman warga hingga memaksa ratusan orang meninggalkan rumah. Hingga kini satu orang masih dilaporkan hilang, sementara proses evakuasi terus berlangsung.

Hujan deras di wilayah hulu memicu lonjakan debit air secara drastis. Tekanan air yang terus meningkat akhirnya merobek tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko. Dalam hitungan menit, luapan air menyebar dan menggenangi kawasan permukiman.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, menjelaskan penyebab utama kejadian ini.

“Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air hingga mengakibatkan tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol. Air kemudian meluap dan merendam permukiman warga,” ujarnya.

Air Meluas, Warga Kehilangan Ruang Aman

Genangan tidak membutuhkan waktu lama untuk meluas. Air akhirnya menjangkau empat kecamatan dan delapan desa. Wilayah terdampak berada di Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, hingga Kebonagung.

BacaJuga

Uang Bank Dibobol, Dipakai Slot: Skandal Internal Bank Kalteng Terbongkar

Deadline dari Trump: Damai Sekarang atau Infrastruktur Dihancurkan?

Rincian wilayah terdampak juga disampaikan Abdul Muhari.

“Empat kecamatan terdampak dengan total delapan desa. Di Kecamatan Guntur meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo. Kecamatan Karangtengah mencakup Desa Ploso. Kecamatan Wonosalam meliputi Desa Lempuyang, sedangkan Kecamatan Kebonagung mencakup Desa Solowire dan Desa Sarimulyo,” jelasnya.

Secara keseluruhan, banjir mempengaruhi 1.070 kepala keluarga atau sekitar 4.280 jiwa. Dari jumlah tersebut, 583 warga terpaksa mengungsi ke berbagai titik darurat seperti masjid, mushola, balai desa, hingga kantor kecamatan.

Di lokasi pengungsian, petugas segera membuka layanan kesehatan. Tim medis langsung menangani warga yang kelelahan serta mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan.

Kerusakan Meluas, Ekonomi Ikut Terhenti

Dampak banjir tidak hanya memaksa warga meninggalkan rumah. Infrastruktur permukiman juga ikut terpukul. Sebanyak 1.230 rumah terdampak, sementara empat unit mengalami kerusakan berat.

Kerusakan kemudian merambat ke fasilitas umum dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sepuluh fasilitas pendidikan dan lima belas tempat ibadah turut terdampak. Selain itu, sekitar 194 hektare lahan sawah juga terendam,” kata Abdul Muhari.

Bagi petani dan pekerja harian, kondisi ini langsung menghentikan sumber penghasilan. Aktivitas ekonomi berhenti seketika, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.

Alam Memicu, Manusia Memperparah

Curah hujan tinggi memang menjadi pemicu awal. Namun jebolnya tanggul juga menunjukkan adanya kerentanan infrastruktur yang belum sepenuhnya teratasi.

Kapasitas sungai yang menurun mempercepat limpasan air. Pada saat yang sama, kesiapan tanggul dan sistem pengendalian banjir belum cukup kuat menahan tekanan ekstrem.

Kombinasi faktor alam dan kelemahan infrastruktur ini menunjukkan bahwa bencana tidak selalu murni datang dari alam. Dalam banyak kasus, kelalaian manusia ikut memperbesar dampaknya.

Penanganan Berpacu dengan Risiko Baru

Sejak awal kejadian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama berbagai instansi langsung turun ke lapangan. Petugas mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, dan memperkuat tanggul darurat menggunakan karung pasir.

Pencarian terhadap warga yang hilang masih terus berlangsung. Posko utama kini beroperasi di Desa Bumiharjo sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.

Di tengah situasi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengingatkan potensi banjir susulan masih cukup tinggi. Debit air belum stabil dan kondisi tanggul tetap rentan.

Berbagai kebutuhan mendesak juga terus dipenuhi, mulai dari logistik, air bersih, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi bagi pengungsi.

Air memang belum sepenuhnya surut. Ancaman pun belum benar-benar pergi. Pada akhirnya, banjir ini bukan hanya tentang hujan yang turun deras melainkan juga tentang seberapa sering manusia mengabaikan peringatan yang sebenarnya sudah datang lebih dulu. @dimas

Tags: banjirBanjir BandangBencana AlamdemakInfrastrukturJawa TengahKrisisLingkunganRusaksiagaTanggul JebolTenggelamTerdampakWarga

REKOMENDASI TABOOO

Harga Minyak Naik, APBN Tertekan: Seberapa Kuat Kita Bertahan?

Harga Minyak Naik, APBN Tertekan: Seberapa Kuat Kita Bertahan?

by dimas
April 7, 2026

Tabooo.id: Nasional - Ketika perang di Timur Tengah memanas, efeknya terasa sampai ke dapur rumah tangga. Harga energi naik, rantai...

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

by dimas
April 7, 2026

Tabooo.id: Global - Saat dunia berharap jeda, Iran malah menekan gas. Alih-alih meredakan konflik, Teheran memilih menolak gencatan senjata dan...

Atlet Diminta Berprestasi, Tapi Harus Bayar Dulu: Sistem atau Ironi?

Atlet Diminta Berprestasi, Tapi Harus Bayar Dulu: Sistem atau Ironi?

by dimas
April 7, 2026

Tabooo.id: Sport - Ironi ini terus berulang di olahraga Indonesia.Kita menuntut atlet berprestasi, tapi mereka harus bayar dulu untuk berangkat.Jadi,...

Recommended

iPhone Limited: Gadget Ini Menjelma Jadi Artefak Steve Jobs

iPhone Steve Jobs Edition Ini Lebih Cocok Dipajang

April 1, 2026
Ayu Kynbråten: Dunia Global Terlalu Luas, Ayu Memilih Tidak Melupakan Akar

Ayu Kynbråten: Dunia Global Terlalu Luas, Ayu Memilih Tidak Melupakan Akar

April 2, 2026

Popular News

  • Kalau Syarifah Menikahi Tan Malaka, Apakah Indonesia Akan Tetap Sama?

    Kalau Syarifah Menikahi Tan Malaka, Apakah Indonesia Akan Tetap Sama?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Deadline dari Trump: Damai Sekarang atau Infrastruktur Dihancurkan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PN Medan Lepas Amsal Sitepu, Kasus Dana Desa Karo Masih Sisakan Polemik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MADILOG: Saat Logika Dijadikan Senjata Melawan Kebodohan Terstruktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Bukan Sekadar Film: Saat Promosi Bisa Memicu Risiko Nyata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.