Minggu, Juni 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

iPhone Steve Jobs Edition Ini Lebih Cocok Dipajang

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Pernah kepikiran punya iPhone yang bukan cuma pintar, tapi juga menyimpan potongan sejarah? Ini bukan gimmick. Ini nyata. Dan ya, harganya bikin dompet langsung sadar diri.

Di tengah siklus gadget yang makin cepat basi, Caviar justru ambil arah berlawanan. Mereka mengubah teknologi jadi barang koleksi. Lewat edisi spesial iPhone 17 Pro Series, mereka tidak sekadar menjual ponsel mereka menjual cerita.

Steve Jobs Edition: Nostalgia yang Dipatok Mahal

Model paling “gila” di koleksi ini adalah Steve Jobs Edition. Desainnya tidak sekadar retro ia menghidupkan ulang DNA masa lalu.

Caviar mengadopsi tampilan iPhone generasi pertama hitam, perak, klasik, minimalis. Tapi detail yang bikin orang berhenti scroll ada di bagian belakang. Mereka menyematkan logo Apple dengan potongan asli turtleneck hitam milik Steve Jobs. Yes, kain asli. Ada sertifikatnya. Ini bukan cosplay murahan.

Caviar juga menambahkan tanda tangan Jobs dan ukiran “50th Anniversary Edition”. Hasilnya terasa jelas ini bukan ponsel biasa, ini benda koleksi.

Ini Belum Selesai

Jawa Gelap Bergilir: Cadangan Listrik Hilang, Publik yang Menanggung

LA Indie Movie Jogja Cetak Generasi Baru Sineas Muda

Caviar hanya membuat 9 unit di seluruh dunia. Mereka mematok harga sekitar Rp 143 jutaan. Di titik ini, kamu tidak lagi membeli teknologi kamu membeli eksklusivitas.

iPhone Steve Jobs Edition Ini Lebih Cocok Dipajang
iPhone 17 Black Apple Edition Material titanium dan serat karbon

Black Apple & Golden Apple: Gaya Hidup, Bukan Sekadar Desain

Kalau Steve Jobs Edition terasa emosional, dua model lain bermain di ranah gaya hidup.

Black Apple tampil tenang tapi tegas. Caviar membungkusnya dengan titanium hitam dan serat karbon. Hasilnya terasa dingin, solid, maskulin. Ini tipe gadget yang tidak banyak bicara tapi langsung terlihat mahal.

Sebaliknya, Golden Apple tampil tanpa basa-basi. Ia terang-terangan menunjukkan kemewahan.

iPhone Steve Jobs Edition Ini Lebih Cocok Dipajang
iphone 17 Pro Golden Apple Edition Logo Apple berbahan emas 18 karat

Caviar membentuk logo Apple dari emas 18 karat dalam desain 3D. Mereka menambahkan finishing karbon untuk memberi kedalaman visual. Hasil akhirnya terlihat mencolok, mewah, dan sangat sadar diri.

Kalau Black Apple itu whisper luxury, Golden Apple jelas loud luxury.

Caviar membatasi kedua model ini hanya 50 unit. Mereka mematok harga mulai dari Rp 100 jutaan hingga Rp 121 jutaan.

iPhone Steve Jobs Edition Ini Lebih Cocok Dipajang
iPhone 17 Full Black Apple Edition Material titanium dan serat karbon

Gadget atau Simbol Status?

Di titik ini, pertanyaannya berubah. Bukan lagi “fiturnya apa?” tapi “siapa yang benar-benar butuh ini?”

Karena jujur saja dengan harga setara mobil LCGC, fungsi dasarnya tetap sama. Kamera tetap kamera. Chat tetap WhatsApp. Story tetap story.

Tapi orang tidak membeli fungsi di sini. Mereka membeli rasa eksklusif. Mereka membeli sesuatu yang tidak bisa dimiliki orang lain.

Dan di era digital hari ini, eksklusivitas jadi mata uang baru.

Ketika Teknologi Bertemu Ego (dan Sejarah)

Caviar memahami satu hal sederhana manusia tidak selalu membeli karena butuh. Kadang, mereka membeli untuk merasa lebih.

iPhone edisi ini tidak berbicara soal performa. Ia berbicara soal identitas. Tentang bagaimana seseorang ingin terlihat kolektor, fanboy Apple garis keras, atau sekadar sangat kaya.

Tapi ada ironi yang sulit diabaikan. Teknologi seharusnya mempermudah semua orang. Namun di saat yang sama, sebagian teknologi justru menjauh dari banyak orang.

Lalu sekarang pertanyaannya sederhana ini masih inovasi, atau sudah jadi panggung ego digital?. @teguh

Tags: AppleDNAEmasHPinovasiiPhonePerforma

Kamu Melewatkan Ini

Jika Tubuh Manusia Bisa Mengalahkan Virus HIV, Kenapa Kasus Seperti Ini Begitu Langka?

Jika Tubuh Manusia Bisa Mengalahkan Virus HIV, Kenapa Kasus Seperti Ini Begitu Langka?

by teguh
Juni 7, 2026

Selama lebih dari empat dekade, Virus HIV menjadi salah satu musuh terbesar dunia medis. Virus ini menginfeksi puluhan juta manusia,...

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

by teguh
April 29, 2026

BRIN merayakan usia lima tahun dengan tema Inovasi untuk Negeri. Temanya besar, pesannya kuat. Tetapi publik tetap berhak bertanya inovasi...

Dari Jasad ke Tanah: Ketika Kematian Tak Lagi Akhir, Tapi Proses

Dari Jasad ke Tanah: Ketika Kematian Tak Lagi Akhir, Tapi Proses

by Naysa
April 25, 2026

Empat puluh lima hari. Itu saja yang dibutuhkan untuk mengubah tubuh manusia menjadi tanah hidup. Bukan dikubur, bukan dibakar tapi...

Next Post
YouTube Turunkan Syarat, Kreator Pemula Kini Punya Panggung

YouTube Turunkan Syarat, Kreator Pemula Kini Punya Panggung

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id