Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tak Mau Berpangku Tangan, Suroto Sulap Kompor Bekas Jadi Penghasilan

by eko
Agustus 11, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on Facebook
Share on Twitter
Suroto, 68 tahun, tetap bekerja dengan memperbaiki kompor bekas. Ia mencari barang rongsokan, memperbaikinya, lalu menjualnya kembali. Ia berjualan di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, tepatnya di samping Masjid Baitul Muttaqin, Mojosongo.

Tabooo.id – Usia 68 tahun tidak membuat Suroto berhenti mencari penghasilan. Di tengah usia lanjut, ia masih menyusuri tempat rongsokan untuk mencari kompor bekas. Ia kemudian memilih kompor yang masih memiliki kualitas bagus dan memperbaikinya agar kembali berfungsi.

Suroto tidak ingin hanya menunggu bantuan. Ia memilih mengandalkan keterampilan dan tenaganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mencari Kompor Bekas yang Masih Bagus

Suroto tidak mengambil semua kompor yang ia temukan di tempat rongsokan. Ia memilih barang yang menurutnya masih memiliki nilai.

Kualitas menjadi pertimbangan utama. Ia lebih menyukai kompor dengan material dan komponen yang masih kuat.

Salah satu merek yang ia cari yakni Rinnai. Menurut Suroto, kompor dengan kualitas baik bisa bertahan lebih lama setelah ia perbaiki.

Ini Belum Selesai

Lewat Karnaval, SD Tarakanita Tumbuhkan Kreativitas Anak

Ketika Jadi Camat Berarti Harus Menjawab 21.171 Orang Sekaligus

“Saya pergi ke rongsok untuk mencari kompor bekas. Saya mencari kompor yang kualitasnya bagus seperti kompor Rinnai. Yang utama kualitasnya tahan lama,” ujar Suroto.

Setelah menemukan kompor yang sesuai, Suroto mulai memeriksa bagian-bagiannya. Ia memperbaiki komponen yang bermasalah, membersihkan bagian yang kotor, lalu memastikan kompor kembali berfungsi.

Dari proses itu, barang yang sebelumnya masuk kategori rongsokan kembali memiliki nilai ekonomi.

Satu Kompor Bisa Terjual Rp200 Ribu-Rp250 Ribu

Suroto menentukan harga berdasarkan kondisi kompor.

Ia biasanya menjual kompor hasil perbaikannya dengan harga Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. Kondisi barang menentukan harga akhir.

“Harga jual tergantung kondisi dan kelayakan kompor. Biasanya Rp200 ribu sampai Rp250 ribu per kompor,” terangnya.

Bagi Suroto, harga tersebut tidak datang begitu saja. Ia harus mencari kompor, memilih bagian yang masih bagus, melakukan perbaikan, dan memastikan kompor bisa kembali digunakan.

Setiap kompor juga membutuhkan waktu dan tenaga.

Pelanggan Tak Selalu Ramai

Usaha Suroto tidak selalu menghasilkan pemasukan yang sama setiap hari.

Pelanggan yang datang untuk servis terkadang sedikit. Pembeli kompor hasil perbaikan juga tidak selalu muncul setiap waktu.

Namun, kondisi itu tidak membuatnya menyerah.

Suroto tetap mencari kompor bekas dan mengerjakan servis ketika ada pelanggan. Ia memilih terus bergerak daripada hanya menunggu penghasilan datang.

Cara itu menjadi bagian dari perjuangannya menjaga kebutuhan sehari-hari.

Tak Mengejar Banyak, yang Penting Tetap Berusaha

Suroto sadar penghasilannya tidak selalu besar. Karena itu, ia menjalani kehidupan dengan sederhana dan menyesuaikan kebutuhan dengan pemasukan.

Ia tidak memasang target muluk. Baginya, bisa mendapatkan penghasilan dari kemampuan sendiri sudah cukup untuk terus melangkah.

“Kalau untuk kebutuhan sehari-hari ya kita cukup-cukupkan. Yang penting terus berusaha, untuk hasil kita serahkan Allah,” ucapnya.

Kisah Suroto menunjukkan satu hal sederhana: usia tidak selalu menentukan seseorang berhenti bekerja.

Di tangannya, kompor bekas bukan sekadar barang rongsokan. Ia melihat peluang di balik barang yang orang lain mungkin anggap tidak berguna.

Ia memperbaikinya, memberinya fungsi kembali, lalu menjadikannya sumber penghasilan.

Suroto mungkin tidak mengejar keuntungan besar.

Ia hanya ingin tetap bekerja, tetap mandiri, dan tetap punya alasan untuk bangun setiap hari.

Selama masih mampu berusaha, ia memilih tidak menyerah pada keadaan.@eko

Tags: Kompor bekasMojosongoServis KomporSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Keris Tak Pernah Diam: Di Museum Keris Ini, Ingatan Masih Dijaga

Keris Tak Pernah Diam: Di Museum Keris Ini, Ingatan Masih Dijaga

by teguh
Agustus 23, 2026

Di balik 1.012 pusaka yang menurut pengelola Museum keris telah teregistrasi, ada pekerjaan sunyi untuk merawat benda, menjaga cerita, dan...

Gamelan Kraton Ditabuh, Sekaten 2026 Dimulai

Gamelan Kraton Ditabuh, Sekaten 2026 Dimulai

by eko
Agustus 19, 2026

Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Miyosaken Gongsa Sekati dan mulai menabuh dua gamelan pusaka untuk membuka rangkaian Sekaten 2026. Tabooo.id...

Viral Pasangan di Balekambang, Pemkot Solo Perketat Patroli Sore

Viral Pasangan di Balekambang, Pemkot Solo Perketat Patroli Sore

by eko
Agustus 17, 2026

Video pasangan diduga berbuat mesum di Balekambang Solo viral. Pemkot memberi teguran dan memperkuat patroli di titik rawan. Tabooo.id: Surakarta...

Next Post
TPA Putri Cempo Berbenah, Mata Pencaharian Pemulung Terancam

TPA Putri Cempo Berbenah, Mata Pencaharian Pemulung Terancam

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id