Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sultan Jogja Melayat: Dua Dinasti Bertemu di Tengah Duka Mataram

by teguh
November 4, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Langit Surakarta Berduka

Tabooo.id: News – Langit Surakarta terasa berat pada Selasa (4/11/2025). Sri Sultan Hamengku Buwono X datang ke Keraton Kasunanan Surakarta, bergabung dengan KGPAA Paku Alam X untuk memberi penghormatan terakhir kepada Raja Pakoe Boewono XIII.
Dua penerus Dinasti Mataram itu berdiri berdampingan bukan dalam perebutan tahta, melainkan dalam kesetiaan menjaga warisan ratusan tahun.

Dua Raja, Satu Duka

Sultan tiba di Sasana Parasdya sekitar pukul 11.50 WIB. Langkahnya mantap, wajahnya teduh menatap kerumunan pelayat yang memenuhi halaman dalam keraton. Tak lama kemudian, Paku Alam X muncul dengan setelan jas biru dongker. Keduanya saling menunduk singkat, lalu berjalan menuju ruang pringgitan tempat peti jenazah PB XIII terbaring.

Di sisi barat Sasana Sewaka, Sultan menatap peti putih yang terbungkus kain batik. Ia menangkupkan tangan, memanjatkan doa di tengah kepulan asap dupa yang menari pelan di udara. Paku Alam berdiri di sampingnya, ikut larut dalam keheningan yang terasa lebih berat daripada kata-kata.

“Beliau itu sosok peneduh,” ujar seorang abdi dalem tua dengan suara bergetar. “Keraton sering ribut, tapi beliau selalu tenang.”
Kalimat itu melayang di antara dinding tua keraton, menegaskan betapa seorang raja kadang bukan diukur dari kekuasaan, melainkan dari kesabaran menjaga api di tengah bara.

Jalan Panjang ke Imogiri

Rabu (5/11/2025), jenazah PB XIII akan diberangkatkan dari Keraton Kasunanan menuju Loji Gandrung. Dari sana, ambulans akan membawa sang raja ke Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta. Di tanah itu, leluhur yang pernah memerintah Mataram bersemayam dalam satu garis yang sama garis sejarah yang kini kembali bertemu di bawah bayangan duka.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Pertemuan dua raja kali ini lebih dari sekadar prosesi adat. Ia menyalakan ingatan bahwa budaya tidak bisa diwariskan lewat dokumen saja, tapi harus dijaga dengan kesetiaan. Dunia boleh berubah, tapi tradisi hanya bertahan jika manusia memilih untuk tetap percaya.

Warisan yang Tak Pernah Usai

Keraton Surakarta dan Yogyakarta memang punya sejarah panjang yang berliku. Dari perpecahan Mataram hingga era modern yang menuntut mereka menyesuaikan diri dengan dunia digital, keduanya tetap berdiri sebagai jangkar identitas budaya Jawa.
Sultan Jogja dan Paku Alam hari itu tidak sekadar melayat mereka mengingatkan bahwa menjadi pewaris budaya berarti menjaga yang rapuh tanpa kehilangan arah.

Reflektif

Ketika doa mengalun dan dupa mengepul, dua raja berdiri dalam diam yang sarat makna. Mungkin, di sanalah manusia belajar bahwa yang mudah hilang bukan tradisi, tapi ingatan untuk menjaga asal mula. @teguh

Tags: tahta

Kamu Melewatkan Ini

Purbaya di Watu Gilang: Keberanian Seorang Raja Baru

Purbaya di Watu Gilang: Keberanian Seorang Raja Baru

by sigit
November 16, 2025

Tabooo.id: Deep - Pukul sebelas siang, di bawah matahari yang menggigit halaman Kamandungan, seorang abdi dalem tua berbisik lirih sambil...

Saat Takhta Bersabda, Bara Tak Padam: Purbaya Dinobatkan, Mangkubumi Masih Mengklaim

Purbaya Dinobatkan, Mangkubumi Masih Mengklaim

by sigit
November 17, 2025

Tabooo.id: Life - Di tanah Jawa yang pernah melahirkan dinasti-dinasti besar, kita kembali dihadapkan pada satu pertanyaan yang tak lekang...

Keraton Surakarta Resmi Angkat PB XIV: Jumenengan Sakral yang Akhiri Duka & Buka Babak Baru Tahta Mataram

Keraton Surakarta Resmi Angkat PB XIV: Babak Baru Tahta Mataram

by sigit
November 17, 2025

Tabooo.id: Regional - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Upacara Adat Jumenengan Dalem Binayangkare untuk meneguhkan Pakoe Boewono XIV sebagai raja...

Next Post
Kapolri Melayat Raja Solo: Hormat Terakhir untuk Sang Penjaga Tradisi

Kapolri Melayat Raja Solo: Hormat Terakhir untuk Sang Penjaga Tradisi

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id