Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional? Reformasi Mengapa Tak Bisa Kedaluwarsa?

by dimas
November 17, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangin ini: lo lagi santai scroll timeline, tiba-tiba muncul berita: “Soeharto akan diberi gelar pahlawan nasional di Hari Pahlawan.” Otak lo langsung mode WTF. Serius, Hari Pahlawan, 10 November, tapi yang dikasih penghargaan orang yang dulu bikin rakyat bergumul sama utang luar negeri, krisis moneter, dan praktik KKN? Absurd banget, kan?

Menurut Usman Hamid dari Amnesty International Indonesia, rencana ini menabrak TAP MPR 11/1998 yang jelas menyebut Soeharto terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dia menegaskan, “Keputusan itu jelas merupakan skandal politik. TAP MPR produk reformasi sekarang jadi sampah.” Sampah? Waduh, kayaknya pejabat yang ngeklik tombol approve gelar pahlawan lagi mood garbage day.

Fadli Zon dan Plot Twist Politik

Tapi tunggu, twist-nya muncul Fadli Zon, orang yang zaman reformasi paling lantang menurunkan Soeharto, tiba-tiba mendukung usulan gelar pahlawan. Bukan cuma sekali, tapi tiga kali pengajuan nama Soeharto. Kenapa? Apakah karena dia bagian dari pemerintahan sekarang? Atau karena, secara dramatis atau biologis, Soeharto dianggap ayah mertua Presiden Prabowo Subianto? Logikanya, ini kayak plot sinetron politik yang nggak pernah absen twist-nya.

Proses Panjang, Hasilnya Ironis

Proses pengajuan gelar pahlawan memang panjang: dimulai dari kabupaten, naik ke provinsi, lalu ke kementerian. Tim akademisi, pakar, dan tokoh masyarakat menilai nama-nama calon pahlawan. Namun ketika Soeharto, yang dulu dikritik habis-habisan, akhirnya mendapat gelar, rasanya kayak nonton film horor tapi villain-nya dikasih Oscar. Lo nggak tahu mau ketawa atau nangis.

Selain itu, meski proses formal dijalankan, keputusan ini menimbulkan kontroversi luas. Banyak orang mempertanyakan konsistensi reformasi dan prinsip TAP MPR 11/1998.

Ini Belum Selesai

Bayar Tepat Waktu, Layanan Kapan Tepat?

Reformati: Ketika Jalanan Menjadi Pengadilan Kekuasaan

Geleng Kepala Publik

Secara sosial, keputusan ini bikin banyak orang garuk-garuk kepala. Bayangin lo ikut reformasi, belajar bahwa kepemimpinan harus transparan dan bersih dari KKN… tapi akhirnya sistem memberi penghargaan ke mantan presiden yang jadi ikon KKN. Ironis? Banget. Lucu? Sedikit, tapi pahitnya lebih banyak.

Di sini kita melihat fenomena klasik politik bisa absurd, tapi tetap sah secara prosedural. Lagipula, sistem kadang lebih suka bikin meme hidup: reformasi diproklamirkan, tapi heroisme diberikan kepada yang “dulu menabrak aturan.”

Janji Politik Kedaluwarsa, Reformasi Tidak?

Masyarakat modern jadi saksi absurdnya sejarah yang dikemas ulang. Semua aturan dan moral reformasi kini seperti dekorasi di TikTok, cuma background buat nge-like dan share. Lo bisa nanya ke diri sendiri: apa yang lebih penting, simbol, atau substansi? Jawabannya? Yah, tergantung seberapa kuat lo tahan scrolling sambil geleng-geleng kepala. @dimas

Tags: Fadli Zon

Kamu Melewatkan Ini

Dapat Restu Negara, Industri Musik Siap Naik Level

Dapat Restu Negara, Industri Musik Siap Naik Level

by eko
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Musik - Pernah nggak sih kamu membayangkan lagi nonton konser, lalu yang naik ke panggung bukan cuma penyanyi, tetapi...

Dinamika Keluarga Kraton Surakarta, Pemerintah Klaim Sudah Membuka Pintu

Dinamika Keluarga Kraton Surakarta, Pemerintah Klaim Sudah Membuka Pintu

by sigit
Januari 18, 2026

Tabooo.id: Regional - Pemerintah menyatakan niat membantu. Namun, sebagian keluarga keraton justru merasa bahwa pihak lain menyingkirkan mereka. Di tengah...

Sejarah Bangsa, Versi “Belum Sempurna Tapi Sudah Terbit”

Sejarah Bangsa, Versi “Belum Sempurna Tapi Sudah Terbit”

by dimas
Desember 14, 2025

Tabooo.id: Edge - Bayangkan sejarah Indonesia berdiri di depan cermin sambil berkata, “Aku belum sempurna, tapi aku sudah siap rilis.”Begitulah...

Next Post
Arif Satria Nahkodai BRIN: Dari Lab ke Dapur Rakyat, Bisakah Riset Jadi Nafas Ekonomi?

Arif Satria Nahkodai BRIN: Dari Lab ke Dapur Rakyat, Bisakah Riset Jadi Nafas Ekonomi?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id