Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Siswa SMP di Sikka Tewas, Kakak Kelas Diduga Habisi Korban dengan Parang

by dimas
Februari 28, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Tragedi mengguncang Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. STN (14), siswa kelas 8 SMP, tewas setelah kakak kelasnya, FRG, diduga menyerangnya dengan parang. Polisi kini menahan tersangka dan mendalami motif pembunuhan tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, menyampaikan duka mendalam. Ia menilai dunia pendidikan kehilangan sosok muda berbakat.

“Kami sangat prihatin. Dari sisi pendidikan, kami merasa kehilangan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Berawal dari Gitar, Berakhir Tragis

Pada Jumat (20/2/2026), STN pergi ke rumah kerabatnya untuk mengambil gitar. Namun hingga sore hari, ia tak kembali. Keluarga lalu mencari ke sejumlah lokasi, tetapi tidak menemukan jejaknya.

Dua hari kemudian, keluarga melapor ke Polsek Kewapante. Mereka menyisir kawasan Sungai Watuwogat. Saat pencarian berlangsung, keluarga mencium bau menyengat dari semak-semak. Seorang saksi, EM (46), menemukan jasad STN di atas tumpukan rumput dan bambu. Warga segera menghubungi aparat.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Perselisihan Memicu Kekerasan

Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga, menjelaskan bahwa penyidik menemukan indikasi kuat pembunuhan. Menurutnya, perselisihan antara korban dan tersangka memicu amarah.

Korban diduga menolak tindakan tidak pantas yang dilakukan tersangka dan mengancam akan melaporkannya. Situasi memanas ketika tersangka merebut ponsel korban. Keduanya terlibat kontak fisik.

Dalam kondisi emosi, FRG mengambil parang dan menyerang korban berkali-kali. “Tersangka melukai leher dan kepala korban hingga korban meninggal dunia,” tegas Reinhard.

Setelah itu, tersangka menyeret jasad korban ke belakang rumah dan menutupinya dengan daun talas serta bambu. Ia lalu melarikan diri ke Kabupaten Ende. Polisi memburunya dan berhasil menangkapnya.

Dinas Pendidikan Dorong Penegakan Hukum Tegas

Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka meminta aparat memproses kasus ini secara profesional dan cepat. Patrisius menegaskan pentingnya keadilan bagi keluarga korban. Ia juga mendorong sekolah memperkuat pengawasan dan pendidikan karakter agar kekerasan tidak tumbuh di lingkungan belajar.

Menurutnya, tragedi ini harus menjadi peringatan serius. Sekolah tidak boleh hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembinaan moral dan pengendalian emosi remaja.

Dampak bagi Keluarga dan Lingkungan Sekolah

Keluarga korban menanggung luka terdalam. Namun sekolah dan teman-teman korban juga merasakan guncangan psikologis. Rasa aman di lingkungan pendidikan ikut terkikis.

Kasus ini menunjukkan betapa cepat konflik remaja berubah menjadi tragedi. Ketika pengawasan longgar dan emosi tak terkendali, satu nyawa melayang dan banyak mimpi terhenti.

Di ruang kelas seharusnya lahir harapan. Namun kali ini, ruang itu menyisakan duka dan masyarakat menunggu hukum berbicara tegas. @dimas

Tags: BerdukaDuniaKasusKeadilankekerasankorbanKriminal & HukumNTTPembunuhanPendidikanRemajaSekolahSiswaSMPTegas

Kamu Melewatkan Ini

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

by teguh
Mei 13, 2026

Di banyak sudut Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah tidak selalu terasa dekat dengan mimpi. Bagi sebagian anak, ruang kelas justru...

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

by teguh
Mei 13, 2026

Sebuah video membuat publik berhenti scroll. Bukan karena keributan. Bukan juga karena drama panggung lomba. Publik justru menyorot keberanian seorang...

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

by teguh
Mei 12, 2026

Bagi banyak keluarga miskin, sekolah sering terasa seperti mimpi mahal. Namun, Sekolah Rakyat di Kota Kupang mulai membuka pintu baru...

Next Post
AS Diduga Terlibat dalam Serangan Israel ke Teheran

AS Diduga Terlibat dalam Serangan Israel ke Teheran

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id