Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Serangan Israel ke SD di Minab Iran Tewaskan 51 Orang dan 60 Luka-luka

by dimas
Februari 28, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ledakan menghantam sebuah Sekolah Dasar (SD) putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, Sabtu (28/2/2026) pagi. Serangan udara Israel itu menewaskan sedikitnya 51 orang dan melukai 60 lainnya. Di dalam gedung sekolah, sebanyak 170 siswa sedang mengikuti kegiatan belajar ketika rudal menghantam area tersebut.

Pejabat Kota Minab, Mohammad Radmehr, menyatakan Israel menyerang langsung sekolah saat aktivitas berlangsung.

“Serangan terjadi pada pagi hari ketika siswa berada di dalam kelas,” ujarnya.

Hingga kini, tim penyelamat masih mengevakuasi korban dari reruntuhan. Karena itu, jumlah korban tewas berpotensi bertambah.

Media pemerintah Iran, termasuk IRIB, mengonfirmasi sekolah tersebut menjadi sasaran. Namun otoritas belum merinci jenis amunisi maupun alasan pemilihan target. Di lapangan, keluarga korban memadati rumah sakit dan lokasi kejadian, sementara aparat memperketat akses ke area sekolah.

Ini Belum Selesai

Sudaryono Gantikan Nanik, Mampukah Menjaga Masa Depan MBG?

Bendung Karet Juwana Bocor Lagi, Ribuan Hektare Sawah Terancam Kekurangan Air

Eskalasi Militer dan Narasi Perubahan Rezim

Serangan di Minab tidak berdiri sendiri. Beberapa jam sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan terhadap sejumlah target di Iran. Washington dan Tel Aviv mengklaim operasi itu bertujuan melenyapkan ancaman yang mereka nilai berasal dari rezim Teheran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump merilis pernyataan terpisah. Keduanya menegaskan komitmen menghadapi Iran dan bahkan memberi sinyal dukungan terhadap perubahan pemerintahan di Teheran.

Sebaliknya, pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Teheran langsung bersumpah akan membalas. Ancaman itu bukan sekadar retorika. Beberapa jam kemudian, rudal Iran menghantam pangkalan-pangkalan militer yang menampung pasukan AS di kawasan Teluk.

Dengan demikian, konflik yang awalnya terbatas pada target militer kini meluas dan menyentuh wilayah sipil.

Diplomasi Mandek, Bom Berbicara

Ironisnya, serangan terjadi ketika Oman masih memediasi pembicaraan nuklir antara Washington dan Teheran. Putaran terbaru negosiasi berlangsung di Jenewa pada Kamis (26/2/2026). Namun alih-alih menghasilkan terobosan, perundingan itu justru diikuti ledakan-ledakan yang memperkeruh situasi.

Ketika diplomasi berjalan lambat, militer bergerak cepat. Akibatnya, ruang negosiasi semakin menyempit dan risiko perang terbuka makin membesar.

Anak-anak dan Warga Sipil Paling Terdampak

Serangan ke sekolah dasar menempatkan anak-anak sebagai korban utama. Mereka tidak memegang senjata, tidak duduk di meja perundingan, dan tidak menentukan arah kebijakan luar negeri. Namun merekalah yang menanggung akibat paling nyata.

Selain korban jiwa, masyarakat Minab kini menghadapi trauma, ketakutan, dan ketidakpastian. Sekolah ditutup, rumah sakit kewalahan, dan aktivitas ekonomi melambat. Di tingkat global, pasar energi langsung bereaksi. Harga minyak berpotensi naik, sementara negara-negara importir termasuk di Asia bersiap menghadapi tekanan baru.

Dengan kata lain, dampak konflik ini meluas jauh melampaui lokasi ledakan.

Saat Sekolah Jadi Medan Perang

Serangan ke fasilitas pendidikan mempertegas satu hal: garis antara target militer dan ruang sipil semakin kabur dalam konflik modern. Jika sekolah bisa menjadi sasaran, maka rasa aman masyarakat ikut runtuh.

Dunia kini menyaksikan babak baru eskalasi Israel-Iran. Pertanyaannya bukan hanya siapa yang menyerang lebih dulu, tetapi siapa yang paling menderita akibatnya.

Dan seperti biasa, ketika negara-negara besar saling unjuk kekuatan, anak-anaklah yang membayar harga paling mahal. @dimas

Tags: AnakBreaking NewsConflictDuniaEskalasiIsraelkorbanKrisis GlobalmemanasMiliterPerang IranSekolahSeranganTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Babinsa Awasi Pajak? Polemik Baru Perluasan Peran Militer

Babinsa Awasi Pajak? Polemik Baru Perluasan Peran Militer

by dimas
Juli 21, 2026

Babinsa masuk dalam pengawasan pajak memicu polemik baru. Koalisi sipil menilai kebijakan ini memperluas peran militer ke ranah sipil, sementara...

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

by teguh
Juni 15, 2026

Seorang ayah Langkahnya pelan ketika memasuki halaman rumah pemilik toko. Di sampingnya berdiri dua anak laki-laki yang terus menunduk. Tak...

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Next Post
Tan Malaka dan Revolusi yang Belum Selesai

Tan Malaka dan Revolusi yang Belum Selesai

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id