Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Selamat! Kamu Menang. Penonton Tetap Bingung

by jeje
Mei 7, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Sekarang bikin film itu gampang. Bukan secara teknis, tapi secara strategi. Kamu tidak perlu memikirkan penonton cukup tebak selera juri. Sisanya? tinggal berharap menang.

Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu bikin film. Awalnya kamu ingin orang menonton dan memahami ceritanya. Namun pelan-pelan, tujuan itu bergeser. Kamu mulai merancang sesuatu yang harus “ditebak”.

Pertanyaan pun berubah: apa yang juri suka?
Simbol seperti apa yang terlihat “dalam”?
Seberapa aneh ending yang dianggap “berani”?

Akhirnya, kamu tidak lagi bercerita. Kamu menyusun strategi.

Selamat.
Kamu siap masuk festival.

Film atau Strategi Lomba?

Hari ini, banyak sineas tidak lagi berangkat dari kegelisahan. Mereka justru memulai dari perhitungan.

Ini Belum Selesai

Api Dipadamkan, Masalahnya Jangan Ikut Dibiarkan

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Alih-alih bertanya “apa yang ingin gue sampaikan?”, mereka langsung memikirkan peluang seleksi.

Proses kreatif pun ikut berubah. Sineas menyusun karya seperti peserta lomba yang mengejar nilai.

Semakin abstrak, terasa semakin aman.
Sebaliknya, semakin sulit dipahami, semakin dianggap “dalam”.

Jadi Juri Lebih Penting dari Penonton

Masalahnya terlihat jelas.

Penonton tidak duduk di kursi juri. Namun, karya justru diarahkan ke sana.

Akibatnya, film hanya berbicara ke segelintir orang. Sementara yang lain menonton sambil mencoba memahami.

Ironisnya, kebingungan sering dianggap bukti kualitas.

Kalau tidak mengerti, penonton disalahkan.
Padahal, bisa saja filmnya memang tidak ingin menjelaskan apa pun.

Menang, Lalu?

Pola ini terus berulang.

Sineas membuat film, mengirim ke festival, lalu mengejar kemenangan. Setelah itu, semuanya berhenti.

Jika kalah, mereka langsung pindah ke proyek berikutnya. Jika menang, mereka cukup unggah poster dan ucapan terima kasih.

Film tidak berkembang. Ia hanya lewat sebentar.

Diskusi jarang muncul. Upaya mendekatkan karya ke penonton hampir tidak ada. Jembatan itu tidak pernah dibangun.

Yang penting, status “menang” sudah dikantongi.

Festival atau Lingkaran Dalam?

Festival Film Indonesia dan festival lain seharusnya mempertemukan film dengan penonton.

Namun kenyataannya berbeda.

Sineas mengarahkan film ke juri.
Kemudian juri menilai karya tersebut.
Setelah itu, mereka saling memberi pengakuan.

Di sisi lain, penonton hanya menyaksikan dari jauh.

Situasi ini terasa seperti lingkaran tertutup.

Edukasi yang Hilang

Padahal festival punya potensi besar.

Ia bisa membuka ruang belajar. Selain itu, ia bisa membantu penonton memahami cara melihat film.

Lebih jauh, visual mampu membentuk cara berpikir baru.

Namun ketika semua fokus pada kemenangan, fungsi itu perlahan menghilang.

Menang memang penting.

Namun kalau yang menang hanya ego,
filmnya ke mana? @jeje

Tags: Anak Muda IndonesiaGenerasi AlphaGenerasi ZMedia SosialNasionalSadar KesehatanTaboooid

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Satu Video, Dua Narasi: Hercules dan Perang Tafsir di Tengah Kericuhan

Satu Video, Dua Narasi: Hercules dan Perang Tafsir di Tengah Kericuhan

by teguh
Agustus 30, 2026

Malam 27/08/2026 menyisakan banyak rekaman dari situasi demonstrasi yang memanas di Jakarta. Salah satu video memperlihatkan Rosario de Marshall alias...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id