Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Said Iqbal Soroti Ketimpangan Upah Jakarta dengan Karawang

by dimas
Desember 30, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, melontarkan kritik tajam terhadap penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 sebesar Rp 5,73 juta. Ia menilai angka itu ironis, karena pekerja kantoran di gedung pencakar langit justru menerima upah lebih rendah dibanding buruh pabrik di wilayah penyangga.

“Apakah masuk akal pabrik panci di Karawang membayar lebih tinggi, sementara pekerja yang berkutat di gedung-gedung tinggi di Jakarta digaji lebih rendah?” tegas Said saat aksi di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Kesenjangan Upah di Ibu Kota

Said menyoroti sejumlah perusahaan besar di pusat bisnis Jakarta, termasuk SCBD, sektor perbankan, dan migas. Menurutnya, perusahaan-perusahaan ini masih membayar upah lebih rendah dibanding pabrik di Karawang atau Bekasi.

“Standard Chartered, Bank Mandiri, BNI, dan kantor pusat perminyakan di SCBD, upahnya lebih rendah dari pabrik panci di Karawang maupun pabrik plastik di Bekasi,” tambahnya.

Berdasarkan data, UMP Bekasi dan Karawang pada 2026 hampir menyentuh Rp 6 juta, sementara UMP Jakarta hanya Rp 5,73 juta. Ketimpangan ini menurut Said menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan pekerja di ibu kota.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Bandingkan dengan Kota Internasional

Said juga membandingkan UMP Jakarta dengan upah minimum di kota-kota regional lain seperti Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura, dan Hanoi. Hasilnya, upah pekerja Jakarta lebih rendah jika dikonversi ke dolar AS. Ia menekankan bahwa ibu kota seharusnya menempatkan pekerja secara lebih kompetitif, bukan kalah dari kota tetangga.

Insentif Tak Menggantikan Upah

Pemerintah DKI Jakarta menekankan berbagai insentif, mulai dari transportasi murah hingga subsidi pangan. Namun Said menilai insentif ini tidak bisa digolongkan sebagai komponen upah karena jumlah penerima terbatas.

“Sebuah pabrik di Cilincing dan Pulogadung dengan 300 karyawan hanya memberikan insentif kepada 15 orang. Itu cuma 5 persen. Insentif itu social assistance, bantuan sosial, bukan upah minimum,” tegasnya.

Tuntutan Buruh

Partai Buruh dan KSPI menuntut revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi Rp 5,89 juta, sesuai angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) versi BPS. Selain itu, mereka meminta penetapan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) 2026 dengan nilai di atas 100 persen KHL ditambah lima persen.

Jika tuntutan tidak dipenuhi, Said menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Ini bukan hanya sekelompok buruh yang menolak. Ini seluruh buruh DKI,” tegasnya.

Kritik Said paling berdampak pada pekerja kantoran di Jakarta pusat, sektor jasa, dan pabrik menengah. Mereka menerima upah lebih rendah dibanding rekan di wilayah penyangga. Dampaknya langsung terlihat pada daya beli, kualitas hidup, dan motivasi pekerja di pusat bisnis ibu kota.

Refleksi

Penetapan UMP yang lebih rendah dari kota penyangga menimbulkan pertanyaan serius: apakah Jakarta benar-benar layak bagi pekerja? Atau kepentingan korporasi masih lebih diutamakan ketimbang kesejahteraan manusia yang membangun kota ini dari pagi hingga malam? @dimas

Tags: BuruhDemoEkonomi IndonesiaJakartaKesejahteraanKSPIpekerjaSaid Iqbal

Kamu Melewatkan Ini

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

by dimas
Mei 13, 2026

Benarkah Jakarta sudah bukan ibu kota negara? Simak fakta status konstitusi IKN, Keppres pemindahan, dan polemik UU DKJ. Tabooo.id -...

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026

Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di...

Next Post
BNPB Ingatkan Pemda Siaga Bencana Jelang Tahun Baru 2026

BNPB Ingatkan Pemda Siaga Bencana Jelang Tahun Baru 2026

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id