Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rumah Dinas Bapak Masuk Nominasi AMI AWARD 2025, Gak Salah?

by Tabooo
Mei 8, 2026
in Culture, Film, Musik
A A
Home Culture Musik
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Musik – Kalau kamu pikir cuma lagu pop dan sejenisnya yang bisa masuk nominasi AMI, siap-siap kaget. Film Rumah Dinas Bapak, yang dikenal dengan kombinasi absurd antara horor hutan jati dan komedi khas Dodit Mulyanto, resmi menembus nominasi AMI Awards 2025 untuk kategori Album Film Scoring Terbaik.

Dan enggak, ini bukan salah kategori. Ini justru momen langka, ketika dunia film dan musik saling menatap, bingung tapi kagum.

Dari Rumah Angker ke Ruang Orkestra

Di tangan Mikhael Alpha Beltsazar, musik di film Rumah Dinas Bapak bukan cuma latar, tapi napas. Dalam 17 trek berdurasi 27 menit, ia menciptakan suasana yang bisa berubah secepat tawa Dodit jadi jeritan. Satu detik kamu merasa aman, detik berikutnya kamu ngerasa ada yang ngintip dari balik pintu.

Filmnya sendiri diangkat dari kisah nyata masa kecil Dodit, anak mantri Perhutani yang harus tinggal di rumah dinas berhantu di tengah hutan. Jadi kalau musiknya terdengar “terlalu hidup”, mungkin memang begitu niatnya.

Antara Ketakutan dan Kejenakaan

Kategori yang digapai Mikhael bukan main-main. Ia bersaing dengan nama-nama besar seperti Ricky Lionardi (Pabrik Gula) dan Ofel Obaja (JUMBO).

Ini Belum Selesai

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

Di tengah orkestra megah dan gamelan sakral, skor Rumah Dinas Bapak justru tampil sederhana — tapi tepat sasaran. Alih-alih mengejar kemewahan, Mikhael memilih efisiensi emosional, setiap nada dipakai untuk membangun suasana, bukan memamerkan teknik.

Mungkin yang bikin para juri AMI tertarik adalah keberanian membuat musik yang menakutkan sekaligus… lucu.

AMI Awards dan Paradoks “Bhinneka Tunggal Suara”

Tahun ini AMI mengusung tema “Bhinneka Tunggal Suara”, keberagaman dalam musik Indonesia. Lucunya, Rumah Dinas Bapak justru jadi contoh paling ekstrem, di mana gamelan bisa bertemu gesekan biola menyeramkan dan tawa karakter utama jadi ritme perkusinya sendiri.

Apakah itu keberagaman? Atau bentuk kekacauan yang artistik? Bagi Tabooo, dua-duanya bisa benar.

Jadi, Salah Masuk Kategori?

Enggak juga. Ini mungkin justru pembenaran.

Bahwa musik film, bahkan yang lahir dari rumah berhantu, pantas dihargai setara dengan album pop chart-topper.

Kalau Rumah Dinas Bapak menang, itu bukan cuma kemenangan Mikhael Alpha Beltsazar, tapi juga pembuktian bahwa suara takut pun bisa punya harmoni.

Dan kalau kalah? Setidaknya, dia udah bikin sejarah, satu-satunya film yang bikin juri musik mainstream mendengarkan suara dinding rumah dinas.

Di dunia hiburan yang makin homogen, karya kayak Rumah Dinas Bapak jadi pengingat: kreativitas sejati kadang terdengar… aneh. Tapi justru di situlah kejujuran berada.

Mungkin memang waktunya musik Indonesia berhenti takut pada yang menyeramkan — dan mulai belajar menari dengan bayangan.

Tapi, omong-omong kamu sudah nonton film-nya? @tabooo

Tags: EntertainmentFilmFilm HororFilm IndonesiaMusik

Kamu Melewatkan Ini

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

by Naysa
Mei 12, 2026

Salridan-gil memperlihatkan bagaimana rasa takut bisa berubah menjadi budaya uji nyali baru di Korea. Setelah Salmokji: Whispering Water viral, anak...

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau sebuah film dapat nilai “lumayan” dari kritikus tapi dipuja fans sampai susah move on, siapa yang sebenarnya benar? Pertanyaan...

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

by dimas
Mei 11, 2026

Nobar film Pesta Babi di ruang-ruang publik menunjukkan bagaimana seni kerap dianggap sebagai cara paling aman untuk menyuarakan realitas. Film,...

Next Post
Ramai Tagar “Boikot Trans7”, Ada Apa?

Ramai Tagar "Boikot Trans7", Ada Apa?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id