Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rugi Atau Untung, Ketika Film Akan Lebih Lama di Bioskop?

by jeje
April 3, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Kita sering mendengar keluhan soal bioskop yang mulai sepi. Tapi jarang ada yang benar-benar mengulik satu hal: kalau film harus bertahan lebih lama di layar, siapa yang menanggung biayanya?

Usulan penayangan eksklusif selama empat bulan memang terlihat seperti solusi. Pemerintah ingin memberi ruang bagi bioskop agar tetap hidup di tengah gempuran streaming.

Tapi realitanya tidak sesederhana itu.

Biaya yang Ikut Membengkak

Produser tidak hanya “menaruh” film di bioskop. Mereka harus mengatur distribusi, membayar slot layar, dan menjalankan promosi.

Semakin lama film bertahan, semakin besar biaya yang mereka keluarkan.

Ini Belum Selesai

Kalau Niatnya Baik, Masih Salah Pakai Nama Yakuza?

Reformasi Gagal, Mengapa Sekarang Kembali Digelorakan?

Promosi juga tidak berhenti di minggu pertama. Produser harus menjaga awareness penonton selama berbulan-bulan. Artinya, mereka harus terus keluar uang.

Tidak semua film punya kapasitas itu.

Sistem Keras Bisa Jadi Lebih Brutal

Saat ini, industri film Indonesia sudah berjalan dengan sistem yang ketat. Bioskop langsung menurunkan film ketika okupansi penonton rendah.

Sekarang bayangkan jika durasi tayang diperpanjang.

Film besar mungkin bertahan. Tapi film kecil berisiko terjebak di tengah biaya tinggi tanpa jaminan penonton.

Di titik ini, kualitas tidak lagi jadi faktor utama. Daya tahan finansial justru lebih menentukan.

Penonton Tidak Tinggal Diam

Penonton juga berubah. Mereka tidak lagi bergantung pada bioskop.

Mereka bisa menonton di gadget dengan lebih fleksibel, lebih murah, dan lebih praktis.

Kalau mereka harus menunggu empat bulan, sebagian orang mungkin memilih tidak menonton sama sekali. Sebagian lainnya akan mencari jalan alternatif.

Jadi, Siapa yang Diuntungkan?

Kebijakan ini terlihat melindungi bioskop. Tapi di saat yang sama, produser harus menanggung biaya lebih besar, dan penonton kehilangan fleksibilitas.

Industri film tidak berdiri di satu kaki.

Kalau satu sisi dipaksa kuat dengan membebani sisi lain, apakah itu benar-benar solusi?

Atau kita sedang memindahkan masalah tanpa benar-benar menyelesaikannya? @jeje

Tags: BioskopEkonomi KreatifFilm IndonesiaIndustri FilmOpini PublikStreamingtabooo

Kamu Melewatkan Ini

Kalau Niatnya Baik, Masih Salah Pakai Nama Yakuza?

Kalau Niatnya Baik, Masih Salah Pakai Nama Yakuza?

by teguh
Mei 22, 2026

Nama “Yakuza” selama ini identik dengan bayangan dunia kriminal Jepang: kekerasan, mafia, dan ketakutan. Namun di Kediri, Jawa Timur, nama...

Wartonagoro: Tabooology Bukan untuk Menyenangkan Siapapun

Wartonagoro: Tabooology Bukan untuk Menyenangkan Siapapun

by Tabooo
Mei 18, 2026

Menurut Wartonagoro, manusia modern bukan kekurangan informasi, tetapi kehilangan keberanian untuk berpikir jujur tanpa takut penilaian sosial.

Ruang Rapat, Asbak, dan Game Online: Paket Lengkap Demokrasi?

Ruang Rapat, Asbak, dan Game Online: Paket Lengkap Demokrasi?

by teguh
Mei 16, 2026

Di ruang rapat membahas soal stunting mestinya menghadirkan kegelisahan bersama. Angka kematian ibu, kesehatan bayi, hingga campak jelas bukan bahan...

Next Post
Topeng Monyet: Di Balik Aksi Lucu, Ada Realita yang Pahit

Topeng Monyet: Di Balik Aksi Lucu, Ada Realita yang Pahit

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id