Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rugi Atau Untung, Ketika Film Akan Lebih Lama di Bioskop?

by jeje
April 3, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Kita sering mendengar keluhan soal bioskop yang mulai sepi. Tapi jarang ada yang benar-benar mengulik satu hal: kalau film harus bertahan lebih lama di layar, siapa yang menanggung biayanya?

Usulan penayangan eksklusif selama empat bulan memang terlihat seperti solusi. Pemerintah ingin memberi ruang bagi bioskop agar tetap hidup di tengah gempuran streaming.

Tapi realitanya tidak sesederhana itu.

Biaya yang Ikut Membengkak

Produser tidak hanya “menaruh” film di bioskop. Mereka harus mengatur distribusi, membayar slot layar, dan menjalankan promosi.

Semakin lama film bertahan, semakin besar biaya yang mereka keluarkan.

Ini Belum Selesai

Kompetensi atau Koneksi? Jalan Menuju Indonesia Emas

Masihkah Pemimpin Indonesia Percaya Laku Sebelum Bertahta?

Promosi juga tidak berhenti di minggu pertama. Produser harus menjaga awareness penonton selama berbulan-bulan. Artinya, mereka harus terus keluar uang.

Tidak semua film punya kapasitas itu.

Sistem Keras Bisa Jadi Lebih Brutal

Saat ini, industri film Indonesia sudah berjalan dengan sistem yang ketat. Bioskop langsung menurunkan film ketika okupansi penonton rendah.

Sekarang bayangkan jika durasi tayang diperpanjang.

Film besar mungkin bertahan. Tapi film kecil berisiko terjebak di tengah biaya tinggi tanpa jaminan penonton.

Di titik ini, kualitas tidak lagi jadi faktor utama. Daya tahan finansial justru lebih menentukan.

Penonton Tidak Tinggal Diam

Penonton juga berubah. Mereka tidak lagi bergantung pada bioskop.

Mereka bisa menonton di gadget dengan lebih fleksibel, lebih murah, dan lebih praktis.

Kalau mereka harus menunggu empat bulan, sebagian orang mungkin memilih tidak menonton sama sekali. Sebagian lainnya akan mencari jalan alternatif.

Jadi, Siapa yang Diuntungkan?

Kebijakan ini terlihat melindungi bioskop. Tapi di saat yang sama, produser harus menanggung biaya lebih besar, dan penonton kehilangan fleksibilitas.

Industri film tidak berdiri di satu kaki.

Kalau satu sisi dipaksa kuat dengan membebani sisi lain, apakah itu benar-benar solusi?

Atau kita sedang memindahkan masalah tanpa benar-benar menyelesaikannya? @jeje

Tags: BioskopEkonomi KreatifFilm IndonesiaIndustri FilmOpini PublikStreamingtabooo

Kamu Melewatkan Ini

FOUFO, Film yang Membuat Bahasa Madura Jadi Pemeran Utama

FOUFO, Film yang Membuat Bahasa Madura Jadi Pemeran Utama

by eko
Juli 12, 2026

Selama bertahun-tahun, film Indonesia sering memakai bahasa daerah sebagai pelengkap dialog. Kehadirannya hanya muncul sesaat sebelum bahasa Indonesia kembali mengambil...

Inheritance Consequence: Satu Tetes Lebih Kuat dari Ledakan

Inheritance Consequence: Satu Tetes Lebih Kuat dari Ledakan

by dimas
Juli 3, 2026

Tabooo Merch Inheritance Consequence mengajak memahami bagaimana satu tindakan kecil dapat menciptakan konsekuensi yang melampaui generasi. Tabooo.id - Alam tidak...

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

by Tabooo
Juni 25, 2026

Film pendek sering disalahpahami sebagai karya kecil yang cukup hanya menang di visual. Padahal, yang membuat film pendek kuat bukan...

Next Post
Topeng Monyet: Di Balik Aksi Lucu, Ada Realita yang Pahit

Topeng Monyet: Di Balik Aksi Lucu, Ada Realita yang Pahit

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id