Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

RI Diusulkan Pimpin Dewan HAM PBB, DPR Ingatkan: Benahi Dalam Negeri

by dimas
Desember 27, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Diplomasi Indonesia kembali menarik perhatian dunia. Negara-negara Asia-Pasifik mengusulkan Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) untuk tahun 2026. Namun, apresiasi global itu langsung disertai pesan tegas dari parlemen kepercayaan internasional harus dibuktikan lewat pembenahan nyata di dalam negeri.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi NasDem, Amelia Anggraini, menegaskan pencalonan ini bukan sekadar simbol prestise. Ia menilai momentum tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat reformasi HAM secara terukur.

“Pencalonan ini menjadi alat ukur kemajuan sekaligus pemicu pembenahan di dalam negeri. Pemerintah harus konsisten menerapkan kebijakan sesuai standar HAM internasional, menyusun pelaporan transparan, dan memperkuat kerja sama dengan lembaga pengawas,” tegas Amelia, Jumat (26/12/2025).

Kepercayaan Internasional Datang Bersama Tuntutan

Amelia mengapresiasi dukungan negara-negara Asia-Pasifik terhadap Indonesia. Menurutnya, nominasi itu mencerminkan pengakuan atas peran aktif Indonesia dalam mendorong agenda HAM global.

Selain itu, Indonesia memegang posisi strategis sebagai negara berkembang yang independen dan tidak terikat kepentingan blok tertentu. Kondisi tersebut memberi ruang bagi Indonesia untuk berperan sebagai jembatan dialog dalam isu HAM yang kerap memicu polarisasi global.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Meski demikian, Amelia mengingatkan bahwa kepercayaan dunia selalu membawa ekspektasi tinggi. Karena itu, ia meminta pemerintah memastikan keselarasan antara diplomasi luar negeri dan praktik HAM di dalam negeri.

“Ini bukan hanya soal kebanggaan diplomasi. Kritik publik harus terus hidup agar komitmen HAM benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Penetapan Presidensi Tinggal Selangkah Lagi

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mengumumkan bahwa Asia-Pacific Group (APG) memilih Indonesia sebagai kandidat Presiden Dewan HAM PBB 2026. Kemlu menyebut keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan kawasan terhadap kepemimpinan Indonesia dalam isu HAM.

Dewan HAM PBB akan menetapkan presidensi itu dalam pertemuan pada 8 Januari 2026. Jika disahkan, Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, akan mengemban jabatan tersebut.

Dalam kapasitas itu, Indonesia akan memimpin seluruh sidang dan proses Dewan HAM PBB sepanjang 2026 dengan prinsip objektif, inklusif, dan berimbang.

Rekam Jejak Jadi Modal, Kredibilitas Jadi Taruhan

Kemlu menjelaskan bahwa negara-negara Asia-Pasifik memberikan dukungan karena rekam jejak Indonesia sebagai bridge builder isu HAM. Selain itu, sikap independen Indonesia dan konsistensinya mengangkat isu kemanusiaan global turut memperkuat posisi tersebut.

Saat ini, Indonesia masih menjadi anggota Dewan HAM PBB periode 2024-2026. Berdasarkan mekanisme rotasi kawasan, Asia-Pasifik memang memperoleh giliran memegang presidensi pada 2026.

“Kepercayaan ini memperkuat profil diplomasi HAM Indonesia sekaligus menegaskan kepemimpinan di tingkat global,” ujar Kemlu.

Siapa yang Menunggu Dampak Nyata?

Di balik forum internasional dan diplomasi tingkat tinggi, dampak paling nyata justru menyentuh masyarakat di dalam negeri. Kelompok rentan, korban pelanggaran HAM, serta warga yang bergantung pada perlindungan negara kini menanti bukti konkret.

Jika Indonesia benar-benar memimpin Dewan HAM PBB, standar internasional tidak lagi berhenti di pidato. Standar itu akan menjadi cermin bagi kondisi HAM di rumah sendiri.

Dunia sudah memberi kepercayaan. Kini, publik menunggu jawabannya apakah kepemimpinan global itu mampu berjalan seiring dengan keadilan domestik, atau justru berhenti sebagai etalase diplomasi yang tampak rapi dari luar? @dimas

Tags: diplomasiDPR RIHak Asasi ManusiaHAMLuar NegeriNasionalPBBPolitik Indonesiari

Kamu Melewatkan Ini

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Dikebut, Bisa Selesai atau Kembali Tertunda?

RUU Perampasan Aset Dikebut, Bisa Selesai atau Kembali Tertunda?

by dimas
Agustus 18, 2026

RUU Perampasan Aset kembali dikebut DPR dan ditargetkan rampung sebelum Desember 2026. Benarkah kali ini bisa selesai atau kembali tertunda?...

Next Post
Iming-iming Operator Komputer, WNI Dijebak Jadi Scammer di Kamboja

Iming-iming Operator Komputer, WNI Dijebak Jadi Scammer di Kamboja

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id