Sabtu, Juni 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mahasiswa Tagih Janji DPR: Bicara Mudah, Buktinya Mana?

by dimas
Juni 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Mahasiswa menagih janji DPR usai dialog di Senayan. Dari harga BBM hingga ruang sipil, mereka menuntut bukti nyata, bukan sekadar janji politik.

Tabooo.id: Jakarta – Malam turun di kawasan Senayan, Jumat (19/6/2026). Namun bagi ratusan mahasiswa yang sejak sore memadati depan Gedung DPR RI, berakhirnya dialog dengan pimpinan DPR tidak mengakhiri perjuangan mereka. Sebaliknya, pertemuan itu justru membuka babak baru: mengawal setiap janji yang keluar dari ruang kekuasaan.

“Kami akan terus mengawal sampai seluruh janji yang tadi disampaikan benar-benar terpenuhi,” tegas Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenny Ribowo, di hadapan massa aksi dan wartawan.

Pernyataan itu langsung disambut sorak mahasiswa yang masih bertahan di depan kompleks parlemen. Mereka menilai dialog bukan tujuan akhir. Mereka datang untuk memastikan tuntutan yang mereka bawa tidak berhenti sebagai catatan rapat atau sekadar pernyataan politik.

DPR Janjikan Tindak Lanjut, Mahasiswa Minta Bukti

Sebelumnya, sejumlah perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan organisasi mahasiswa lainnya mengikuti pertemuan tertutup dengan pimpinan DPR.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa mengaku langsung menghubungi sejumlah pejabat pemerintah melalui sambungan telepon. Mereka menghubungi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan pimpinan Badan Gizi Nasional untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa.

Ini Belum Selesai

Mahasiswa Kepung DPR/MPR RI, Tritura 2026 Kembali Menggema dari Senayan

Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan, Perang Narasi Berujung Proses Hukum

Di hadapan massa, Dasco mengatakan DPR langsung meneruskan tuntutan mahasiswa kepada pihak eksekutif.

“Aspirasi mahasiswa telah langsung kami sampaikan kepada pihak terkait,” ujarnya.

Saan Mustopa kemudian menyampaikan sejumlah tindak lanjut yang menurutnya mulai bergerak. Salah satunya menyangkut status hukum 16 mahasiswa Trisakti yang sempat terseret kasus demonstrasi pada Mei 2025.

Menurut Saan, proses pencabutan status tersangka para mahasiswa tersebut akan berjalan dalam beberapa pekan ke depan.

Namun penjelasan itu tidak langsung meyakinkan peserta aksi.

Saat pimpinan DPR menyampaikan hasil dialog, sebagian mahasiswa justru meneriakkan, “Mana buktinya?”

Respons itu memperlihatkan satu kenyataan: publik semakin sulit percaya hanya dengan janji.

Sembilan Tuntutan untuk Pemerintah

Dalam dialog itu, mahasiswa menyerahkan sembilan tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Mereka meminta pemerintah menurunkan harga bahan pokok, menurunkan harga BBM, dan memperluas ketersediaan BBM bersubsidi.

Selain itu, mereka mendesak pemerintah menghentikan pemborosan APBN serta mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa juga menolak revisi UU Polri, meminta pembebasan seluruh tahanan politik, menghentikan represi aparat, menghentikan militerisme di ranah sipil Indonesia Timur, serta menolak proyek strategis nasional yang tidak berpihak kepada rakyat.

Daftar tuntutan itu menunjukkan bahwa aksi mahasiswa tidak hanya berfokus pada isu ekonomi. Mereka juga menyoroti arah demokrasi, kebebasan sipil, dan kualitas tata kelola pemerintahan.

Dari Keresahan Harga BBM hingga Supremasi Sipil

Aksi demonstrasi mulai berlangsung sejak sore hari. Massa mahasiswa berdatangan dengan jaket almamater, poster, bendera organisasi, dan pengeras suara.

Mahasiswa Universitas Trisakti menjadi salah satu kelompok yang paling aktif menyampaikan orasi. Mereka mengusung kembali semangat Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat.

Melalui berbagai pidato, mereka menuntut pemerintah memulihkan ekonomi nasional, memberantas inkompetensi pejabat negara, dan mengembalikan supremasi sipil.

Dhenny menegaskan bahwa kenaikan harga BBM dan meningkatnya harga kebutuhan pokok menjadi alasan utama mahasiswa turun ke jalan.

“Kami turun karena rakyat resah. Harga BBM naik, BBM subsidi sulit didapat, lalu harga kebutuhan pokok ikut melonjak,” katanya.

Selain isu ekonomi, sejumlah mahasiswa juga menyoroti situasi di Papua. Mereka meminta pemerintah menghentikan pendekatan yang dianggap terlalu mengedepankan kekuatan militer dan lebih banyak membuka ruang dialog sipil.

Jalanan Masih Menjadi Ruang Kontrol

Menjelang malam, sebagian massa mulai meninggalkan lokasi. Namun kelompok mahasiswa dari Universitas Trisakti tetap bertahan di depan Gedung DPR.

Mereka menegaskan tidak akan berhenti setelah mendapat kesempatan berdialog. Mereka berjanji terus memantau tindak lanjut dari setiap komitmen yang disampaikan DPR dan pemerintah.

Di sinilah letak pesan utama aksi tersebut. Mahasiswa tidak sekadar memprotes kenaikan harga atau kebijakan tertentu. Mereka juga mengingatkan bahwa demokrasi membutuhkan kontrol publik yang terus hidup.

Dialog memang sudah selesai. Akan tetapi, pengawasan baru saja dimulai.

Karena bagi mahasiswa, persoalannya bukan lagi apakah pemerintah mau mendengar suara rakyat. Persoalannya adalah apakah pemerintah benar-benar menjalankan apa yang sudah dijanjikan. @dimas

Tags: aksi mahasiswaDemo MahasiswaJanji DPRKrisis KepercayaanMahasiswa BergerakRuang Sipil

Kamu Melewatkan Ini

Demonstrasi Mahasiswa: Suara Idealisme atau Efek Algoritma?

Demonstrasi Mahasiswa: Suara Idealisme atau Efek Algoritma?

by dimas
Juni 18, 2026

Aksi demonstrasi mahasiswa kembali menguat di berbagai daerah. Apakah ini murni idealisme atau hasil amplifikasi algoritma media sosial yang membentuk...

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

by dimas
Juni 15, 2026

Aksi mahasiswa di Jalan MH Thamrin memanas setelah pembakaran ban memicu benturan dengan aparat. Di balik kericuhan, 11 tuntutan besar...

Reformasi TNI atau Kembalinya Dwifungsi dalam Wajah Baru?

Reformasi TNI atau Kembalinya Dwifungsi dalam Wajah Baru?

by dimas
Juni 14, 2026

Reformasi TNI kembali menjadi sorotan ketika peran militer semakin meluas di ruang sipil. Apakah ini penguatan negara atau tanda kembalinya...

Next Post
Masih Percayakah Publik pada Janji Politik?

Masih Percayakah Publik pada Janji Politik?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id