Sabtu, April 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Entertainment Tabooo Book Club

Pulang Membawa Gagal: Kenapa Kita Selalu Takut Mengecewakan Ibu?

April 11, 2026
in Tabooo Book Club
A A
Pulang Membawa Gagal: Kenapa Kita Selalu Takut Mengecewakan Ibu?

Buku Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Tabooo Book Club – Pulang seharusnya terasa hangat. Namun, semakin dewasa, pulang justru terasa seperti ujian.

Kita berangkat dengan mimpi besar. Lalu, kita mengumpulkan target demi target. Tetapi ketika semuanya runtuh, satu hal terasa paling berat: pulang dan menatap ibu.

Di titik itu, rasa gagal berubah menjadi rasa bersalah. Dan dari situlah buku Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu karya Khoirul Trian mulai terasa dekat. 

Sinopsis Singkat: Pulang dengan Sisa Diri

Buku ini tidak bercerita tentang kemenangan. Sebaliknya, buku ini justru menyorot kegagalan yang jujur.

Seorang anak pulang tanpa pencapaian. Ia tidak membawa hadiah. Ia hanya membawa sisa dirinya yang masih utuh.

BacaJuga

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur: Iman Hancur, Salah Siapa?

The Principles of Power: Ini Cara Kekuasaan Bekerja

Sementara itu, rumah tetap sama. Ibu tetap menunggu. Namun, di dalam kepala anak itu, semuanya terasa berbeda.

Karena itu, pulang tidak lagi sederhana. Pulang berubah menjadi momen penuh tekanan.

Analisis Tabooo: Ekspektasi yang Kita Warisi

Awalnya, kita diajarkan untuk membahagiakan orang tua. Nilai itu terdengar mulia. Namun, seiring waktu, makna itu berubah.

Kita mulai mengaitkan cinta dengan pencapaian. Kita mengukur diri dari keberhasilan.

Akibatnya, kegagalan terasa seperti pengkhianatan.

Buku ini menunjukkan satu hal penting: tekanan terbesar sering tidak datang dari orang tua. Sebaliknya, tekanan itu tumbuh dari diri kita sendiri.

Kita tidak sekadar takut gagal. Kita takut tidak cukup layak di mata ibu.

Konflik: Cinta yang Terasa Berat

Di satu sisi, ibu dalam buku ini tidak pernah menuntut. Ia tetap menerima.

Namun di sisi lain, anaknya tetap merasa bersalah.

Di sinilah ironi muncul.

Cinta yang seharusnya menenangkan justru terasa menekan. Bukan karena ibu salah, tetapi karena kita memaknainya sebagai kewajiban untuk berhasil.

Lalu muncul pertanyaan sederhana:
apakah kita benar-benar hidup untuk diri sendiri?

Insight yang Menggigit

Salah satu kalimat paling kuat dalam buku ini berbunyi:

“Rumahku masih bernama Ibu.”

Kalimat ini terasa hangat. Namun, jika kita renungkan, kalimat ini juga menyimpan luka.

Karena jika rumah adalah ibu, kenapa kita justru takut pulang?

Di titik ini, buku ini tidak memberi jawaban. Sebaliknya, buku ini memaksa kita berpikir.

Kenapa Buku Ini Penting Buat Kamu

Jika kamu pernah merasa gagal, buku ini akan terasa personal.

Jika kamu pernah menunda pulang karena belum berhasil, buku ini akan terasa relevan.

Dan jika kamu pernah merasa menjadi beban bagi orang tua, buku ini akan terasa jujur.

Buku ini tidak menawarkan solusi instan. Namun, buku ini menawarkan satu hal yang lebih penting: penerimaan.

Penilaian: Layak Dibaca atau Tidak?

Kategori Tabooo: Tabooo Banget

Buku ini tidak mencoba menghibur. Sebaliknya, buku ini mengajak pembaca untuk menghadapi diri sendiri.

Karena itu, buku ini cocok untuk pembaca yang siap berefleksi.

Namun, buku ini mungkin terasa berat bagi mereka yang mencari bacaan ringan.

Closing: Pulang yang Perlu Diberani

Pada akhirnya, buku ini tidak berbicara tentang ibu. Buku ini berbicara tentang kita.

Tentang bagaimana kita menilai diri sendiri. Tentang bagaimana kita memaknai cinta.

Dan pada akhirnya, satu pertanyaan tersisa:

Kalau pulang saja terasa menakutkan,
apa yang sebenarnya sedang kita kejar?

Informasi Buku

  • Judul: Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu
  • Penulis: Khoirul Trian
  • Penerbit: Jakarta, Gradien Mediatama (2025)
  • Jumlah Halaman: 200 hlm
  • Bahasa: Indonesia
  • ISBN: 9786022084020
  • Klasifikasi: 155.25 (Self Improvement) @jeje

Tags: BukuGen Zhubungan ibu dan anakKesehatan MentalRefleksi Hidupresensiself improvementTabooo Book Club

REKOMENDASI TABOOO

Kita Baik-Baik Saja, Atau Hanya Terlihat Baik-Baik Saja?

Kita Baik-Baik Saja, Atau Hanya Terlihat Baik-Baik Saja?

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Vibes - Sejak kecil, kita mengenal satu hal sederhana. Rumah adalah ibu. Di sana, kita tidak perlu menjelaskan apa...

Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Life - Pulang seharusnya terasa hangat. Namun, seiring bertambahnya usia, maknanya perlahan berubah menjadi sesuatu yang justru kita hindari....

Teknologi Hijau Mulai Masuk ke Hidup Sehari-hari

Teknologi Hijau Mulai Masuk ke Hidup Sehari-hari

by teguh
April 11, 2026

Tabooo.id: Teknologi - Kamu mungkin sering dengar soal energi terbarukan, zero waste, atau sustainability. Kedengarannya “industri banget”, ya? Tapi faktanya,...

Next Post
Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

Recommended

Tanpa Gelar Kuliah, Lulusan SMA Kini Punya Jalan Masuk Bea Cukai

Tanpa Gelar Kuliah, Lulusan SMA Kini Punya Jalan Masuk Bea Cukai

April 10, 2026
Damkar, Jagung, dan Kemarau: Saat Harapan Bukan dari Langit, Tapi dari Sirine

Damkar, Jagung, dan Kemarau: Saat Harapan Bukan dari Langit, Tapi dari Sirine

April 7, 2026

Popular

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Tabooo.id Mulai Bedah Pemikiran Tokoh Besar

April 11, 2026

Tambang Tanpa Izin Berujung Maut, Siapa Bertanggung Jawab?

April 10, 2026

Motor Listrik MBG? Katanya Program Gizi

April 10, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.