Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pria Gantung Diri di Flyover Pasupati: Saat Kota Tak Lagi Jadi Tempat Pulang

by dimas
Januari 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Malam di Flyover Pasupati, Bandung, mendadak mencekam pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 21.30 WIB. Seorang pria muda mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di jembatan yang biasanya ramai dilalui warga.

Sendy (27), pengendara motor, menyaksikan langsung kejadian itu. Saat melintas menuju arah Gasibu, ia melihat seseorang berdiri di atas pembatas jalan.

“Saya waktu mau pulang dari seberang melihat orang mau terjun ke bawah. Posisinya berdiri di atas pembatas jembatan,” ujar Sendy, Sabtu (1/11/2025).

Sendy mengira pria itu hanya melamun. Namun ketika ia memutar balik di lampu merah Gasibu, pemandangan yang ia lihat berubah drastis.

“Pas saya ke sini, orang itu udah ke bawah, udah menggantung,” tambahnya.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Korban mengenakan helm dan jaket hitam. Petugas menemukan sepeda motor dengan nomor Polisi D 3231 AFE di sisi jalan. Motor itu diduga milik korban.

Evakuasi di Tengah Lampu Kota

Komandan Regu Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPMKP) Kota Bandung, Hartono, menjelaskan bahwa timnya menerima laporan sekitar pukul 22.26 WIB.

“Kami langsung bergerak ke lokasi. Saat tim sampai, korban sudah tidak bernyawa,” ujar Hartono.

Enam personel rescue turun ke bawah flyover dengan bantuan mobil crane untuk mengevakuasi jasad korban.

“Kami mengangkat korban menggunakan sistem tali. Saat kami temukan, dia masih memakai helm dan jaket hitam,” tambahnya.

Tim kemudian membawa jasad korban ke RS Sartika Asih, Bandung, untuk proses autopsi dan identifikasi. Hartono menilai dari wajahnya, korban masih berusia muda.

Saat Kota Tak Lagi Jadi Tempat Pulang

Kasus bunuh diri ini bukan sekadar laporan kepolisian. Tragedi ini menyingkap fakta bahwa banyak orang berjuang sendirian di tengah ramainya kota. Flyover Pasupati, yang setiap hari penuh kendaraan, malam itu berubah menjadi panggung keputusasaan seorang manusia yang kehilangan arah.

Kita sering sibuk mengejar waktu, tapi lupa memerhatikan siapa yang diam di samping kita. Mungkin mereka sedang berjuang keras agar tetap bertahan.

Sikap Redaksi Tabooo.id

Tabooo.id menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa di Flyover Pasupati. Kami menegaskan bahwa bunuh diri bukan jalan keluar, dan setiap orang yang merasa tertekan berhak mendapatkan pertolongan serta dukungan.

Kami mengajak masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap orang di sekitar kita. Dengarkan tanpa menghakimi, bantu tanpa menunda. Pemerintah daerah juga perlu memperluas layanan konseling dan kesehatan mental agar setiap warga memiliki tempat aman untuk mencari pertolongan sebelum keputusasaan mengambil alih.

Kita tidak bisa mencegah semua tragedi, tapi kita bisa mencegah seseorang merasa sendirian. Kadang, satu kalimat “kamu nggak sendiri” bisa jauh lebih terang dari semua lampu di atas Flyover Pasupati. @dimas

Tags: Keadilan SosialRefleksi Hidup

Kamu Melewatkan Ini

Wacana Dwikewarganegaraan, Siapa yang Diuntungkan?

Wacana Dwikewarganegaraan, Siapa yang Diuntungkan?

by dimas
Agustus 20, 2026

Wacana dwikewarganegaraan terbatas membuka peluang bagi diaspora, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang keadilan, privilese, dan posisi warga yang tetap memegang...

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

by teguh
Agustus 16, 2026

Prestasi akademik IP 4.0 tak menjamin kuliah aman. Biaya kuliah tetap menjadi tembok bagi mahasiswa dari keluarga rentan. Ada mahasiswa...

21 Tahun Damai Aceh, Mengapa Rakyat Masih Kecewa?

21 Tahun Damai Aceh, Mengapa Rakyat Masih Kecewa?

by dimas
Agustus 16, 2026

21 tahun damai Aceh belum sepenuhnya menghapus kemiskinan dan kekecewaan. Kericuhan Hari Damai kembali mengingatkan janji yang belum tuntas. Tabooo.id...

Next Post
Bupati Pati Lolos dari Pemakzulan! DPRD Pilih “Rekomendasi Perbaikan” daripada Revolusi Meja Kekuasaan

Bupati Pati Lolos dari Pemakzulan! DPRD Pilih “Rekomendasi Perbaikan” daripada Revolusi Meja Kekuasaan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id